Suara.com - Nama Siskaeee menjadi perbincangan media sosial usai video eksibisionisme memamerkan payudaranya di Bandara YIA, Kulon Progo. Aksi tersebut sempat viral setelah diunggah melalui Twitter pada 23 November 2021 lalu.
Saat ini Polda DIY telah menetapkan Siskaeee sebagai tersangka kasus pornografi. Ia juga terancam mendekam di balik jeruji tahanan selama 12 tahun.
Lebih lengkapnya, berikut ini adalah deretan fakta kasus Siskaeee yang melakukan aksi pamer payudara di Bandara YIA.
1. Siskaee ditangkap di Stasiun Bandung
Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Yuliyanto menyatakan bahwa Siskaeee ditangkap saat sedang turun di Stasiun Bandung pada Sabtu, 4 Desember 2021 pada pukul 15.30 WIB. Aksi penangkapan ini melibatkan Polrestabes Bandung dan sejumlah pihak lainnya.
2. Pemeriksaan dilakukan di Yogyakarta
Pemeriksaan atas penangkapan Siskaeee dilakukan di Yogyakarta. Ia kemudian dibawa ke Yogyakarta dengan perjalanan darat dengan menggunakan mobil dan tiba pada Minggu, 5 Desember 2021.
3. Didampingi oleh pengacara
Kepolisian telah menyiapkan pengacara untuk mendampingi proses hukum Siskaee terkait beredarnya video eksibisionismenya di Bandara YIA, Kulon Progo.
Baca Juga: Video Detik-detik Polisi Menggeledah Indekos Siskaeee Tersangka Video Porno Bandara YIA
4. Ditetapkan sebagai tersangka kasus pornografi
Kepolisian menetapkan Siskaeee sebagai tersangka kasus pornografi setelah dilakukan serangkaian pemeriksaan di Polda DIY.
5. Dikenal sebagai pembuat konten dewasa
Sebelum ia ditangkap oleh Kepolisian, Siskaeee sudah dikenal sebagai seorang pembuat konten dewasa melalui platform OnlyFans. OnlyFans merupakan sebuah platform online yang menampilkan konten foto dan video. Ia memanfaatkan platform tersebut untuk menjual konten-kontennya.
6. Telah melancarkan aksinya di banyak tempat
Siskaee tak hanya mengambil video asusilanya di Bandara YIA, namun setelah menjalani pemeriksaan, ia mengaku bahwa telah mengambil video lainnya di sejumlah tempat. Proses pengambilan videonya saat di Bandara YIA dilakukan di lokasi yang sepi dan tidak banyak orang berlalu-lalang serta tanpa ada penjagaan oleh petugas bandara.
Berita Terkait
-
Video Detik-detik Polisi Menggeledah Indekos Siskaeee Tersangka Video Porno Bandara YIA
-
Siskaeee Kerap Melakukan Aksi Eksibisionisme, Apakah Sudah Pasti Gangguan Jiwa?
-
Geledah Indekos Siskaeee, Polisi Amankan Sejumlah Barang
-
6 Fakta Siskaeee yang Pamer Aurat di Bandara, Pernah Dibooking Pejabat
-
Sepak Terjang Siskaeee Si Wanita Bugil di Bandara YIA, Pernah Mesum Bareng Driver Ojol!
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- 5 Sunscreen Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Segala Usia
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- 3 HP Murah Rp1 Jutaan RAM 8 GB April 2026 untuk Multitasking Lancar
Pilihan
-
Banjir Rendam 40 Titik Palembang, Dua Lansia Sakit Tak Berdaya hingga Dievakuasi dari Rumah Terendam
-
Baru 17 Tahun, Siti Khumaerah Sudah Diterima di 5 Kampus Dunia
-
Sidoarjo Mencekam! Tim Jibom Turun Tangan Selidiki Ledakan Maut di Pabrik Baja Waru
-
Siap-siap, Kejari Sleman Beri Sinyal Tersangka Baru Kasus Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Belajar Empati dari Peristiwa Motor Terbakar di SPBU Sriwijaya, Pakai APAR Tidak Perlu Izin
Terkini
-
Wings Group Jadi Benteng Utama Kebersihan Keluarga di Tengah Ancaman Virus Campak
-
Bukan Makar, Saiful Mujani Jelaskan Maksud Pernyataan 'Turunkan Prabowo'
-
Gandeng Swasta, Pemerintah Kebut Bangun 1.000 Rumah Murah
-
Denyut Nadi di Sudut Tebet: Kisah Bu Entin dan Warung Madura yang Menolak Tidur
-
Lagi, KPK Didesak Segera Selidiki Dugaan Korupsi Impor 105.000 Mobil India
-
Roy Suryo Dukung JK Polisikan Rismon Sianipar 11 Ribu Triliun Persen, Meski Yakin Itu Rekayasa AI!
-
Gus Lilur: Muktamar NU Harus Haramkan Politik Uang
-
Tenda Perlawanan Berdiri di Komnas HAM: Mahasiswa Ngecamp Demi Keadilan Andrie Yunus!
-
Iran Sampaikan Tuntutan Gencatan Senjata ke AS Lewat Perantara
-
Kemensos Pangkas Total Perjalanan Dinas Luar Negeri, Gus Ipul: Nol Persen!