Suara.com - Erupsi Gunung Semeru di Jawa Timur pada hari Sabtu (4/12/2021) lalu kembali mengingatkan bahwa masih banyak daftar gunung api aktif di Indonesia.
Dilansir dari laman magma.esdm.go.id, saat ini daftar gunung api aktif di Indonesia terdapat 3 gunung api di Indonesia yang berstatus Level III atau Siaga, 17 gunung api dengan status Level II atau Waspada, dan 48 gunung api dengan statis Level I atau Normal.
Daftar gunung api aktif di Indonesia dengan status Level III (Siaga)
Level III atau Siaga berarti bahwa menurut pengamatan visual dan instrumental, gunung api mengalami peningkatan aktivitas yang semakin nyata atau bahkan telah mengalami erupsi.
Gunung api Ili Lewotolok berada di Kabupaten/Kota Lembata, Nusa Tenggara Timur dengan ketinggian gunung 1423 mdpl. Sampai saat ini (6/12/2021) gunung Ili Lewotolok masih berada pada Level III.
Oleh karena itu, Kementerian ESDM mengimbau warga sekitar untuk tidak melakukan aktivitas dalam jarak 3 kilometer dari puncak.
Gunung Merapi berada di Kabupaten/Kota Sleman, Magelang, Boyolali, Klaten, Daerah Istimewa Yogyakarta dengan ketinggian gunung 2968 mdpl.
Baca Juga: Kisah Warga Menyelamatkan Diri ke Dalam Kamar Mandi Selama Dua Jam Saat Erupsi Semeru
Gunung Merapi berstatus Siaga sejak 5 November 2020. Kementerian ESDM sudah melarang aktivitas penambangan pasir di wilayah aliran sungai serta menetapkan keamanan wisata dengan jarak minimal 5 kilometer dari puncak.
Gunung Sinabung terletak di Kabupaten/Kota Karo, Sumatera Utara dengan ketinggian gunung 2460 mdpl.
Gunung Sinabung mengalami kenaikan status menjadi Siaga sejak ditetapkan pada 20 Mei 2019 lalu. Kementerian ESDM telah menghimbau warga untuk menjauh dari wilayah hulu sungai yang dapat teraliri lahar dingin sewaktu-waktu. Larangan beraktivitas pada radius kurang dari 5 kilometer dari puncak juga sudah diberlakukan.
Daftar gunung api aktif di Indonesia dengan status Level II (Waspada)
Level II atau Waspada berarti bahwa menurut pengamatan visual dan instrumental mulai terlihat peningkatan aktivitas, Pada beberapa gunung api juga dapat terjadi erupsi, sebagaimana yang terjadi dengan Gunung Semeru.
Tag
Berita Terkait
-
Kisah Warga Menyelamatkan Diri ke Dalam Kamar Mandi Selama Dua Jam Saat Erupsi Semeru
-
Relawan Kesulitan Mencari Korban Erupsi Semeru yang Dilaporkan Hilang
-
Waspada! Debu Vulkanik dari Gunung Semeru Rentan Sebabkan Infeksi Pernapasan
-
Ini Cara Komedian Erick Estrada Beri Bantuan Korban Erupsi Gunung Semeru
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
Pilihan
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
Terkini
-
Oknum Polisi Diduga Terlibat di Pabrik Narkoba Zenith Semarang, Apa Perannya?
-
Sekjen DPR Menang Praperadilan, KPK Tak Menyerah: Hukum Belum Berakhir!
-
Protes Pemberitaan dan Karikatur Surya Paloh, Massa Partai Nasdem Kepung Kantor Tempo di Palmerah
-
Geger Mobil Polisi Disebut Tabrak Warga Saat Tawuran di Tebet, Kapolsek Membantah
-
Bagaimana Cara Amerika Serikat Blokade Selat Hormuz?
-
Manuver ke Putin dan Macron, Prabowo Dinilai Sedang Jalankan Strategi Penyeimbang Diplomasi
-
Pengamat Sorot Titah Prabowo ke TNI, Polri dan BIN Sebelum ke Eropa: Sinyal Tegas Jaga Stabilitas
-
Jakarta Masih Rawan 'Rayap Besi', Pramono Anung: Pelan-Pelan Kami Benahi dan Tindak Tegas!
-
Kenapa Amerika Serikat Pakai Nama Menteri Perang, Bukan Menteri Pertahanan?
-
Benarkah Langit RI akan Dibuka untuk Pesawat Tempur AS? Kemhan Tegaskan Perjanjian Belum Final