Suara.com - Badan Intelijen Negara Daerah Istimewa Yogyakarta (Binda DIY) kembali menggelar vaksinasi massal bagi masyarakat, pelajar dan lanjut usia atau lansia. Kali ini, vaksinasi massal disasarkan ke daerah-daerah terpencil seperti Desa Tunggul Arum yang berada di Lereng Gunung Merapi.
Koordinator Tim Vaksinasi Sleman Binda DIY, Adi Riyanto mengatakan kegiatan jemput bola ini dilakukan sebagai upaya mempercepat terbentuknya herd immunity.
“Kemudian mencegah adanya Omicron sehingga herd immunity bisa terbentuk,” kata Adi kepada wartawan, Senin (,13/12/2021).
Adi menyebut pihaknya menargetkan ratusan warga di Lereng Gunung Merapi tervaksin. Meski kekinian capaian vaksinasi di Kabupaten Sleman diklaim sudah mencapai angka 91 persen.
“Alhamdulillah bisa mencapai 91 persen, herd immunity 70 persen. Kemudian pemerintah juga sudah meniadakan PPKM level 3. Nanti kita lihat grafik penularannya itu mesti ada, kemudian yang menular statistiknya cuma naik turun,” katanya.
Hingga kekinian, lanjut Adi, pemerintah terus berupaya mengoptimalkan ketersediaan vaksin, baik dengan skema bilateral maupun multilateral. Di sisi lain, dia berharap masyarakat dapat memanfaatkan fasilitas vaksinasi yang sudah disediakan tanpa tebang pilih jenisnya.
“Dengan adanya faktor vaksinasi 91 persen, insya allah wisata juga dibuka, ekonomi jalan dan tidak ada dampak signikfikan COVID-19. Makanya diperlukan vaksinasi untuk mendukung herd immunity dan kekebalan tubuh,” imbuhnya.
Berita Terkait
-
Gara-Gara Virus Covid-19 Omicron Jumlah Peserta G20 di Bali Berkurang
-
Bantul Kerjasama Bareng Dua Organisasi, Ekonomi Kreatif Lebih Kuat Hadapi Wabah COVID-19
-
Pelaku Industri Kebugaran Dirikan PPKI, Berharap Kejelasan Regulasi dari Pemerintah
-
Soal Vaksinasi Anak 6-11 Tahun, Dinkes Kota Medan Tunggu Petunjuk
-
Kasus Aktif Covid-19 di Bantul Terus Menurun, Kini Tersisa 20 Orang
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
Pilihan
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
Terkini
-
Komisi VIII DPR RI Awasi Langsung Penyaluran PKH dan Sembako di Batam
-
Diskon Tiket KA Lebaran 2026 Masih Tersedia, KAI Daop 6 Imbau Warga Segera Pesan
-
Ketua MPR Soroti Kasus Bripda MS Aniaya Anak Hingga Tewas di Tual: Harus Jadi Pelajaran!
-
Pakar UI: Indonesia Wajib Waspada 'Akal Bulus' Israel di Balik Rekonstruksi Gaza dalam BoP
-
Rocky Gerung: Perjanjian Dagang Prabowo-Trump 'Menghina Indonesia'!
-
Anggota Brimob Aniaya Anak hingga Tewas di Tual, Menteri PPPA Turun Tangan: Sedang Koordinasi
-
Bripda MS Aniaya Anak Hingga Tewas, Yusril: Sungguh di Luar Perikemanusiaan
-
Sound Horeg dan Perang Sarung Dilarang Keras Selama Ramadan di Ponorogo, Apa Sanksinya?
-
Berbagi Piring Persaudaraan, Kala Ribuan Orang Menyemut Jadi Keluarga Masjid Jogokariyan
-
Pelajar SMA Aceh Barat Dikeroyok Oknum TNI, Praktisi Hukum Desak Pengadilan Militer