Suara.com - Ketua DPW PPP DKI Jakarta, Abraham Lunggana, atau yang akrab disapa Haji Lulung meninggal dunia di Rumah Harapan Kita, Jakarta Barat. Dokter menyebut sebelum hembuskan nafas terakhir Lulung sempat alami gangguan irama jantung atau badai irama.
Awalnya Direktur Pelayanan Medik Keperawatan dan Penunjang, Dr. dr. Dicky Fahri menjelaskan, Lulung menjalani perawatan di RS Harapan Kita sejak 24 November 2021 sebagai pasien rujukan.
RS Harapan Kita kemudian langsung membentuk tim untuk menangani penyakit yang diderita Lulung tersebut.
Adapun Head of ICCU & Emergency Rumah Sakit Harapan Kita, Dafsah A Juzar mengatakan bahwa Lulung mengalami akuttrombosis atau penyumbatan pembuluh darah pasca pemasangan ring di Jantungnya. Menurutnya aliran darah tidak berhasil kembali normal sehingga timbul komplikasi penurunan pompa jantung sejak di rumah sakit yang sebelumnya.
"Dan pada saat kami terima itu sudah hari ke 12 ya, itu pompa jantung sudah turun dan dalam keadaan shock pasien," kata Dokter Dafsah yang mendampingi perawatan Lulung.
Kemudian tim dokter memutuskan tangani kedaan Lulung dengan obat-obatan yang ada di Rumah Sakit. Hasilnya lumayan sempat ada perkembangan, 4 hari mengalami perbaikan.
"Namun setelah 4 hari perawatan timbul ganguan irama, badai irama yang awalnya bisa ditangan dengan obat anti irama, namun makin lama kita perlu istirahatin, mengambil alih pernafasan, mengurangi beban kerja jantung dengan alat bantu, itu sempat perbaikan empat hari, tapi kemudain badai irama timbul kembali, yang tidak bisa lagi diatasi dengan obat obatan," tuturnya.
Lebih lanjut, tim dokter kemudian merespons dengan mengambil tindakan ablasi atau prosedur medis untuk memperbaiki irama jantung. Tindakan tersebut memakan waktu 7 jam. Keadaan Lulung justru malah menurun hingga akhirnya menghembuskan nafas terakhir.
" Karena posisinya seperti itu ya satu satunya jalan walapun resiko tinggi perlu diablasi dan itu yang akhirnya diputuskan dilakukan. Proses ablasi berlangsung lama tujuh jam sehingga pasca tindakan itu keadaan kurang baik dan keadaan fisiologisnya tidak kembali sejak penindakan. Gitu aja sih," tandasnya.
Baca Juga: Haji Lulung Sempat Dirawat karena Serangan Jantung Sebelum Meninggal, Kenali Gejalanya
Berita Terkait
-
Jenazah Haji Lulung Tiba Di Rumah Duka, Ratusan Warga Berkumpul
-
Haji Lulung Sempat Dirawat karena Serangan Jantung Sebelum Meninggal, Kenali Gejalanya
-
Politisi PPP Haji Lulung Meninggal Dunia di RS Harapan Kita Jakarta
-
Turut Berduka Haji Lulung Wafat, Ahok: Semoga Arwah Almahum Diterima di Sisi Allah
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
6 Daftar Mobil Listrik yang Dapat Subsidi Pemerintah, Terbaik untuk Libas Jalanan Kota
-
Profil Sitti Husniah Talenrang, Bupati Gowa yang Diperiksa Polisi Terkait Korupsi Seragam Sekolah
-
Jika Tim 9 Gagal, KPK Disebut Wajib Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah
-
Sungai Cileungsi Menghitam, DLH Bogor Gandeng Polda Jabar Bidik 5 Perusahaan
-
Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Kasus, Kekayaan Kasi Pidsus Bogor Capai Rp6,1 Miliar Tanpa Utang
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman
-
Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG
-
Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah
-
Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK
-
Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat