Suara.com - Badan Intelijen Daerah (Binda) Banten tengah menggencarkan program vaksinasi massal di tiga kota dan empat kabupaten. Kali ini mereka menyasar kalangan lanjut usia (lansia) dan pelajar sekolah dasar (SD).
Kabinda Banten Brigjen TNI Cahyono Cahya Angkasa menyebut ketiga kota dan empat kabupaten tersebut meliputi Kota Cilegon, Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kabupaten Lebak, Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Serang dan Kabupaten Tangerang.
Menurut Cahyono, ini merupakan kali pertama program vaksinasi bagi siswa SD usia 6-11 tahun dilaksanakan di wilayah Banten.
"Kami saat ini akan fokus kepada pelajar 6 sampai 11 tahun dan juga lansia untuk mencapai target minimal 70 persen di Provinsi Banten pada akhir Desember 2021 ini,” kata Cahyono kepada wartawan, Selasa (14/12/2021).
Cahyono berujar, setidaknya ada seribu lebih siswa SD yang mengikuti kegiatan vaksinasi massal ini.
Rinciannya, 134 siswa di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Ciputat, Tangerang Selatan dan 233 di SDN Pasar Baru 1 Kota Tangerang.
Kemudian, ada 1.000 pelajar SD yang dipusatkan di SDN Gudang Pasir Nangka Tigaraksa Kabupaten Tangerang.
"Kami bersyukur sekarang Banten masuk ke zona kuning, diharapkan bisa ke zona hijau. Untuk itu kami mengakselerasi vaksinasi sehingga mempercepat herd immunity bagi masyarakat khususnya di Banten vaksinasi,” katanya.
Berkenaan dengan itu, Cahyono menilai perlu adanya kerja sama dari semua pihak terkait untuk menyukseskan program vaksinasi. Sehingga, dapat meningkatkan capaian vaksinasi di seluruh kota/kabupaten Provinsi Banten.
Baca Juga: Vaksinasi Anak 6-11 Tahun di Tangsel Diikuti 2.800 Siswa
Berita Terkait
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Muncul Isu Pocong Palsu di Banten, Polisi Siaga Antisipasi Modus Kejahatan
-
Kurangi Limbah Deterjen, Binatu di Tangsel Gunakan Ekoenzim Buatan Sendiri
-
Banten Daerah Industri, Marinus Gea Desak Program HAM Fokus Lindungi Hak Buruh
-
Hati-hati Memilih ART, Ini Alasan Rekrutmen Tradisional Justru Ancam Keamanan Keluarga
Terpopuler
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
- Persija Sudah Temukan Pengganti Mauricio Souza, Target Juara Super League Musim Depan
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
Pilihan
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
Terkini
-
Banten Media Hub 2026: Ikhtiar Strategi Komunitas Media Lokal Bertahan di Era Digital
-
Prabowo Akhiri Kunjungan Kenegaraan di Prancis, Bertolak Kembali ke Jakarta
-
Mangkir dari Pemeriksaan Gas 'Whip Pink', Influencer ZNM dan Dua Saksi Lain Dijemput Paksa Polisi
-
Dulu Diminta Balik ke Barak, Ray Rangkuti Kritik TNI Kini 'Kepung' Ranah Sipil
-
Modus Pungli dan Titipan dalam SPMB 2026, dari Uang Bangku hingga Rekayasa Domisili
-
Tragedi Jip Wisata Bromo: Rem Blong di Tikungan Letter S Wonokitri, Dua Orang Tewas
-
Bahaya Gas N2O Whip Pink: Konsumen Alami Lumpuh Temporer hingga Kerusakan Saraf Tepi
-
Polisi Ungkap Kronologi dan Penyebab Sementara Ledakan PT MCCI Cilegon
-
Polemik Kurban Uang Negara: Dasar Hukum, Pandangan MUI, dan Alasan Pemerintah
-
Geger Eks Pegawai Sudin LH Jakpus Tewas Usai Diduga Lompat dari Jembatan Cawang