- Banten diprediksi menjadi titik krusial mudik dengan potensi 11,17 juta pergerakan, termasuk 6 juta penumpang di Merak-Bakauheni.
- Pemerintah menyiapkan 255 kapal dan titik *delaying system* untuk mengurai kepadatan di Pelabuhan Merak saat mudik.
- Skema antisipasi meliputi pembagian jenis kendaraan di empat pelabuhan Banten serta pengamanan 157 perlintasan kereta api.
Suara.com - Provinsi Banten diproyeksikan menjadi salah satu titik paling krusial dalam arus mudik Lebaran tahun ini. Data Kementerian Perhubungan menunjukkan Banten masuk lima besar provinsi asal pergerakan masyarakat dengan potensi mobilitas mencapai 11,17 juta orang.
Angka tersebut menjadikan wilayah di ujung barat Pulau Jawa ini sebagai simpul utama pergerakan dari Jawa menuju Sumatera.
Seluruh kendaraan dari Jakarta dan sekitarnya yang menuju Pulau Sumatera melalui jalur darat dan penyeberangan praktis akan melewati wilayah Banten.
Menteri Perhubungan (Menhub), Dudy Purwagandhi, menyebut besarnya mobilitas itu juga ditopang keberadaan simpul transportasi nasional di wilayah tersebut.
“Bandara Soekarno-Hatta yang termasuk dalam Provinsi Banten merupakan bandara asal dan tujuan favorit dengan jumlah sebanyak 3,18 juta penumpang. Lintas pelabuhan penyeberangan Merak-Bakauheni yang merupakan pelabuhan penyeberangan asal dan tujuan diprediksi akan menjadi terpadat dengan total sampai 6 juta penumpang,” jelas Dudy dalam keterangannya, Selasa (17/2/2026).
Lonjakan pergerakan itu membuat jalur penyeberangan Merak–Bakauheni diperkirakan kembali menjadi titik terpadat nasional saat mudik.
Pemerintah menyiapkan total 255 kapal di 15 lintas penyeberangan dengan kapasitas angkut mencapai 6,15 juta penumpang serta 770.000 kendaraan.
Untuk mengurai potensi penumpukan menuju Pelabuhan Merak, pemerintah juga menyiapkan sejumlah titik delaying system.
Lokasinya berada di Rest Area KM13 A, KM43 A, KM68 A, Cikuasa Atas, serta JLS Ciwandan sebagai kantong penahan kendaraan sebelum masuk pelabuhan.
Baca Juga: Hingga Puncak Arus Mudik, KAI Telah Angkut 10 Juta Penumpang Selama Angkutan Lebaran
Selain itu, pemerintah menyiapkan lima jalur penyeberangan alternatif sebagai skema cadangan. Jalur tersebut meliputi Merak–Bakauheni, Ciwandan–PT Wijaya Karya Beton, Ciwandan–Bakauheni, BBJ Bojonegara–BBJ Muara Pilu, serta PT Krakatau Bandar Samudera–Pelabuhan Panjang.
Dudy menjelaskan, skema pemecahan arus kendaraan akan dilakukan berdasarkan jenis kendaraan agar distribusi lebih merata di beberapa pelabuhan.
“Untuk Ciwandan Pelindo itu akan melayani kendaraan roda 2 dan angkutan kendaraan kecil truk. Kemudian juga KBS, Krakatau Bandar Samudera, itu sebagai salah satu alternatif untuk Pelabuhan Panjang," jelas Dudy.
"Merak itu hanya akan melayani kendaraan pribadi dan bus, kemudian Bojonegara akan melayani kendaraan truk ukuran besar. Itu adalah salah satu antisipasi kami yaitu memecah dengan mengoptimalisasi empat pelabuhan yang ada di wilayah Banten sini,” lanjutnya.
Selain arus penyeberangan, pemerintah juga menyoroti potensi hambatan di jalur darat. Pasar tumpah seperti Pasar Kranggot, Pasar Kalodran, dan Pasar Sentiong diperkirakan dapat memicu kepadatan lalu lintas saat arus mudik.
Destinasi wisata juga diprediksi meningkatkan volume kendaraan di Banten, khususnya kawasan Pantai Anyer, Pantai Carita, hingga Tanjung Lesung. Ketiga lokasi ini kerap menjadi tujuan wisata masyarakat saat libur panjang Lebaran.
Berita Terkait
-
UMK Tangerang Tertinggi, Ini Daftar Upah Kota dan Kabupaten di Banten 2026
-
Arus Mudik Nataru, Truk Logistik Dialihkan ke Pelabuhan Ciwandan
-
Fakta Baru OTT KPK: Siapa Saja 9 Sosok yang Diserahkan ke Kejaksaan Agung?
-
Kabupaten Serang Banten Direndam Banjir
-
Darurat Sampah, Terpal Jadi Andalan Pemkot Tangsel
Terpopuler
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- 6 Smartwatch di Bawah Rp1 Juta, Fitur Premium untuk Aktivitas Sehari-hari
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
Pilihan
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
Terkini
-
Hadapi Gejolak Energi Global, Pertamina Percepat Pengembangan Energi Terbarukan
-
Pertamina NRE dan USGBC Perkuat Kolaborasi Pengembangan Bioetanol Berbasis Knowledge Exchange
-
Menkeu Purbaya Lantik Fauzi Ichsan Jadi Dewan Pengawas INA
-
Dua Pekan Lagi OJK Mau Geruduk Kantor MSCI, Apa yang Dibahas?
-
Airlangga: Prabowo Mau Kirim Tim ke Korea Selesaikan Proyek Jet Tempur KF-21
-
Anggota DPR Ingin Adanya Perubahan Polam Konsumsi Energi dari BBM ke EV
-
Emiten MPMX Cetak Laba Bersih Rp 462 M Sepanjang 2025
-
BPS Ungkap Penginapan Hotel Lesu di Februari 2026, Ini Penyebabnya
-
DJP Tebar Insentif, Denda Telat Lapor SPT Tahunan 2025 Dihapuskan Hingga 30 April
-
Perkuat Produksi Jagung Nasional, BULOG Dorong Panen dan Tanam Serentak di Blora