Suara.com - Pengamat Politik Faizal Assegaf angkat bicara terkait Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan yang dinobatkan menjadi menteri terbaik.
Lewat cuitan di akun Twitter, Faizal menyampaikan bahwa ia tak sepakat dengan gelar tersebut. Menurut Faizal Assegaf, di mata orang yang cerdas, Luhut tak lain adalah seorang pelawak yang memakai topeng.
"Terbaik menurut tuyul, di mata rakyat yang cerdas, Luhut kebanyakkan ngelawak dengan wajah sangar," tulis Faizal Assegaf dalam cuitannya dikutip Suara.com, Rabu (15/12/2021).
"Buka topeng pak, lihat cermin dengan jujur, pasti anda sendiri malu dengan penobatan akal-akalan tersebut. Yang simpulkan anda demikian, buruan ke rumah sakit jiwa, sebab mental & akal sehatnya sudah rusak!" lanjutnya.
Cuitan Faizal Assegaf tersebut ditulis sebagai komentar terhadap sebuah artikel yang memuat informasi tentang Luhut yang dinobatkan jadi menteri terbaik.
Melansir Terkini.id -- jaringan Suara.com, penganugerahan Luhut sebagai menteri terbaik diberikan pada sebuah acara malam anugerah.
Sebagai bentuk apresiasi bagi korporasi atau badan usaha dan individu inspiratif dalam memimpin perusahaannya, serta kontribusi besarnya untuk perekonomian Indonesia.
Salah satu kategori yang diberikan yakni The Best Minister, kepada tokoh menteri dan setingkat menteri yang dinilai memiliki kiprah yang paling penting dalam percepatan pemulihan perekonomian nasional.
Penghargaan The Best Minister diberikan kepada Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI Luhut Binsar Panjaitan.
Baca Juga: Luhut Binsar Pandjaitan: PPKM di Jawa-Bali Diperpanjang hingga 3 Januari 2022
Berita Terkait
-
Luhut Dinobatkan Jadi Menteri Terbaik, Begini Sentilan Faizal Assegaf
-
Kebijakan Karantina, Menko Luhut: Semua Kita Lakukan Secara Terukur
-
Bertemu Antony Blinken, Luhut Berharap AS Mau Membangun Industri Panel Surya Di Indonesia
-
Internet Lemot di Indonesia Jadi Kendala Pertumbuhan Ekonomi Digital
-
Luhut Binsar Pandjaitan: PPKM di Jawa-Bali Diperpanjang hingga 3 Januari 2022
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Sadis! Pria di Bantul Tewas Ditebas Parang di Depan Anak Istri Saat Tertidur
-
Minta Restu Jokowi, Mantan Bupati Indramayu Nina Agustina Bachtiar Gabung PSI
-
Sumsel Berduka, Mantan Gubernur Alex Noerdin Meninggal Dunia
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
Terkini
-
Terdampak Krisis Iklim: Bagaimana Panas Ekstrem Membuat Harga Kopi Makin Melejit?
-
Harga Pangan Jakarta Mulai Merangkak Naik di Awal Ramadan
-
KPK Periksa Mantan Wakil Bupati Pati hingga Sejumlah Kepala Desa Terkait Dugaan Pemeresan Sudewo Cs
-
Suami Dwi Sasetyaningtyas Kena Sanksi LPDP, Mahfud MD Bongkar Alasan Ngeri WNI Benci RI
-
Kemenkes Reformasi Skema PPDS, Utamakan Putra Daerah untuk Atasi Krisis Dokter Spesialis
-
Kasus Korupsi Eks Dirjen Kominfo Semuel Abrijani: Apa Alasan Jaksa Menunda Pembacaan Tuntutan?
-
Sadis! Pria di Bantul Tewas Ditebas Parang di Depan Anak Istri Saat Tertidur
-
Mahfud MD Geram Pernyataan Dwi Sasetyaningtyas Soal Anak WNA, Setuju Sanksi Cabut Beasiswa
-
Jaksa Tetap Tuntut Marcella Santoso 17 Tahun Penjara Terkait Kasus Suap Minyak Goreng
-
Menkes Akui Pendidikan Dokter Spesialis di Indonesia Super Mahal, Sebut di Luar Negeri Justru Digaji