Suara.com - Sepeninggal Jenderal Dudung Abdurachman yang ditunjuk menjadi Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), hingga kini posisi Panglima Kostrad (Pangkostrad) masih kosong. Menanggapi itu, anggota Komisi I DPR Bobby Rizaldi menilai tidak masalah.
"Secara organisasi tidak masalah, karena Kostrad dapat beroperasi kapan saja sesuai tugas dari Panglima TNI, tidak bergantung dari Pangkostrad-nya," kata Bobby kepada wartawan, Rabu (22/12/2021).
Bobby lantas mengingatkan ihwal transisi posisi Pangkostrad yang pernah terjadi. Ia berujar pada masa transisi dari Erwin Sujono kepad G Toisutta ada jeda satu hari, yakni 12-13 November 2007.
Sementara pada masa transisi Mulyono kepada Edy Rahmayadi, Bobby menyebut ada jeda 10 hari dari tanggal 15 Juli ke 25 Juli 2015.
"Jadi tidak ada sesuatu yang luar biasa. Dan seperti disampaikan Panglima TNI, proses penjaringan internal di Wanjakti sudah berjalan, tinggal menunggu hasilnya untuk disampaikan ke Presiden oleh Panglima TNI," ujar Bobby.
Sebelumnya, Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa bakal menyerahkan daftar nama calon pengisi kursi Panglima Kostrad (Pangkostrad) yang kosong karena Jenderal Dudung Abdurachman dilantik menjadi Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD). Meski demikan, keputusan akhir tetap ada di tangan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Andika mengatakan, banyak sosok calon yang pantas untuk mengisi kursi Pangkostrad. Tetapi, ia tidak menyebut siapa saja yang masuk ke dalam daftar tersebut.
"(Calon) yang eligible banyak. Itu nanti diputuskan oleh beliau," kata Andika di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (17/11/2021).
Ia membantah memiliki pilihan sendiri untuk calon Pangkostrad. Andika menegaskan kalau pihaknya hanya menyiapkan sejumlah data terkait calon Pangkostrad setelah sebelumnya meminta petunjuk dari sejumlah pihak untuk mengumpulkan calon mana saja yang pantas diajukan.
Baca Juga: Kekayaan Mayjen TNI Maruli Simanjuntak, Menantu Luhut Pandjaitan, Calon Kuat Pangkostrad
"Enggak pernah (milih sendiri). Pokoknya saya bertugas hanya menyiapkan data, saya mohon petunjuk memilih sesuai dengan yang memang sudah eligible."
Sebagai informasi, posisi Pangkostrad saat ini kosong usai Jenderal Dudung Abdurahman menjadi Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) menggantikan Jenderal Andika Perkasa yang kini menjabat Panglima TNI.
Kekinian, mantan Danrem 074/Warastratama atau Danrem Solo yang kini menjabat Pangdam Udayana, Mayjen TNI Maruli Simanjuntak dirumorkan menjadi Panglima Kostrad (Pangkostrad).
Rumor tersebut sempat ditanyakan kepada KSAD Jenderal TNI Dudung. Jenderal Dudung mengaku belum mengetahuinya.
“Belum tahu sampai sekarang,” ujar Dudung saat ditanya wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (17/11/2021) diwartakan Solopos.com-jaringan Suara.com.
Dudung memastikan mengenai posisi Pangkostrad nantinya akan dilaporkan kepada Panglima TNI untuk selanjutnya disampaikan kepada Presiden Jokowi.
Berita Terkait
-
Tanggapi Pernyataan Jenderal Dudung, Habib Bahar: Merasa Pintar
-
Kekayaan Mayjen TNI Maruli Simanjuntak, Menantu Luhut Pandjaitan, Calon Kuat Pangkostrad
-
Bakal Serahkan Daftar Calon Pangkostrad, Panglima TNI: Diputuskan Presiden
-
Rumor Mantan Danrem Solo Mayjen TNI Maruli Simanjuntak Jadi Pangkostrad, Ini Kata KSAD
-
Bobby Rizaldi, Plt Ketua DPD Golkar Sumsel Pernah Berkarier di Industri Migas
Terpopuler
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp20 Ribu dan Rp10 Ribu di Tangerang
- Apakah Ada Penukaran Uang Baru BI Pintar Periode 3? Ini Pengumuman Pastinya
- 3 Cara Melihat Data Kepemilikan Saham di Atas 1 Persen: Resmi KSE dan BEI
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Palembang
- 6 Sepatu Lari Lokal Berkualitas Selevel HOKA Ori, Cocok untuk Trail Run
Pilihan
-
Shin Tae-yong Gabung FC Bekasi City, Ini Jabatannya
-
Pelatih Al Nassr: Cristiano Ronaldo Resmi Tinggalkan Arab Saudi
-
WHO: 13 Rumah Sakit di Iran Hancur Dibom Israel dan Amerika Serikat
-
Bahlil Lahadalia: Bagi Golkar, Lailatul Qadar Itu Kalau Kursi Tambah
-
Gedung DPR Dikepung Massa, Tuntut Pembatalan Kerja Sama RI-AS dan Tolak BoP
Terkini
-
Prabowo Dikritik Tak Kecam Serangan AS-Israel ke Iran, Pengamat: Blunder Besar Kebijakan Luar Negeri
-
Jakarta Tetap Terbuka bagi Pendatang, Pramono Anung Pastikan Tak Ada Operasi Yustisi
-
Kecelakaan Tragis di Koja: Nenek Penumpang Ojek Tewas Terlindas Trailer Usai Pulang Berobat
-
Asah Insting Tempur, TNI AL Gelar Simulasi Halau Serangan Udara di Perbatasan Tarakan
-
Modus Transaksi di Kamar Hotel Tanah Abang Terbongkar! Dua Pria Diciduk saat Edarkan 3 Kg Ganja
-
Menanti Keputusan April, Akankah Stadion JIS Jadi Lokasi Konser Megah BTS?
-
Buntut Kasus Undip, DPR Akan Evaluasi Total Permendikbudristek Soal Kekerasan
-
Analis Boni Hargens: Sinergi Polri dan Lembaga Negara Sukses Jaga Kondusivitas Ramadan
-
Korban Pencurian Malah Jadi Tersangka! Polri Janji Dalami Keluhan Kasus Nabilah OBrien
-
Pusaran Korupsi Fadia Arafiq Seret Suami yang Anggota DPR dan Anak, Begini Respons Golkar