Suara.com - Seorang mantan mahasiswi Boston College di Amerika Serikat mengaku bersalah atas kasus pembunuhan tak direncanakan terkait kematian pacarnya dua tahun lalu.
Inyoung You, 23 tahun, diberi hukuman penjara dua setengah tahun yang ditangguhkan, dan mengatakan ia tidak diizinkan untuk mendapatkan keuntungan dari kasus yang mengejutkan publik AS itu.
Pacarnya, Alexander Urtula, 22 tahun, melompat bunuh diri beberapa jam sebelum acara kelulusannya pada 20 Mei 2019.
Jaksa mengatakan You berlaku kasar terhadap Urtula, mendesak pria itu untuk bunuh diri.
Baca juga:
- Pandemi Covid-19 picu lonjakan bunuh diri di Jepang
- Ibu-ibu rumah tangga di India bunuh diri setiap 25 menit, apa penyebabnya?
- Kenapa lebih banyak laki-laki meninggal karena bunuh diri?
You dijatuhi hukuman pada hari Kamis di Pengadilan Tinggi Suffolk County Boston, Massachusetts.
Hukuman penjaranya ditangguhkan selama 10 tahun, yang berarti ia dapat tidak dipenjara jika mematuhi persyaratan masa percobaannya. Persyaratan itu termasuk perawatan kesehatan mental wajib dan pelayanan masyarakat selama 300 jam.
Hakim Robert Ullmann juga menekankan bahwa You "tidak diizinkan untuk mendapat keuntungan secara langsung atau tidak langsung dari presentasi media atau diskusi atau diseminasi fakta-fakta kasus ini".
You menolak untuk memberikan pernyataan. Pengacaranya mengatakan pikiran kliennya "sangat kalut", menurut situs web Boston Herald.
Baca Juga: Kasus Bunuh Diri Belakangan Marak, Ini Tanggapan Psikolog
Dalam penyelidikan, polisi menyimpulkan bahwa perempuan itu "secara fisik, verbal, dan psikologis berlaku kasar terhadap Urtula selama hubungan yang berlangsung penuh gejolak selama 18 bulan", kata Jaksa Wilayah Suffolk Rachael Rollins pada Oktober 2019.
"Kekerasan itu menjadi lebih sering, lebih kuat, dan lebih merendahkan pada hari-hari dan jam-jam menjelang kematian Urtula," kata sang jaksa.
Ia mengatakan bahwa pasangan itu telah bertukar lebih dari 75.000 pesan teks dalam dua bulan sebelum kematian Urtula.
Dalam pesan-pesannya, You mendesak Urtula untuk "bunuh diri" dan "mati", kata jaksa.
Ia menambahkan bahwa pada 20 Mei You "melacak lokasi Urtula dan pergi ke garasi Renaissance" tempat pria itu bunuh diri.
Jika Anda, sahabat, atau kerabat memiliki kecenderungan bunuh diri, segera hubungi dokter kesehatan jiwa di Puskesmas, Rumah Sakit terdekat, atau Halo Kemenkes dengan nomor telepon 1500567.
Anda juga dapat mencari informasi mengenai depresi dan kesehatan jiwa dengan mengontak sejumlah komunitas untuk mendapat pendampingan seperti LSM Into The Light melalui intothelightid.org dan Yayasan Pulih pada laman yayasanpulih.org.
Berita Terkait
-
Geger Eks Pegawai Sudin LH Jakpus Tewas Usai Diduga Lompat dari Jembatan Cawang
-
Bom Bunuh Diri Guncang Pakistan, Kereta Militer Hancur Tewaskan Lebih dari 20 Orang
-
Kasus PRT Loncat dari Lantai 4, Polisi Tetapkan Pengacara Adriel Viari Purba Tersangka
-
Kalau Dunia Terasa Jahat, Tolong Jangan Balas ke Orang yang Gak Salah
-
11 Tentara dan Polisi Israel Dilaporkan Bunuh Diri, Tekanan Perang Gaza Disorot
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
- 5 Moisturizer Mengandung SPF untuk Pagi Hari, Melembapkan dan Mencerahkan Kulit
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
3 Kali ke Prancis dalam 5 Bulan, Elite PDIP Pertanyakan Urgensi Kunjungan Presiden Prabowo
-
Sumber Teror Api Misterius di Seyegan Mulai Terkuak, Tim UPN Soroti Gas Metana dari Bekas Rawa
-
Bukan Mistis! Misteri Barang Terbakar Sendiri di Sleman Terungkap, Pakar UGM Bongkar Biang Keroknya
-
Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
-
Prof Uceng: Negara Bukan Takut Film Pesta Babi, Tapi Takut Narasi Alternatif
-
Sebut Film 'Pesta Babi' Aman Secara Hukum, Uceng UGM: Jangan-Jangan Ada Unsur Politik?
-
Ribuan Lansia Jalan Sehat Meriahkan Puncak HLUN 2026 di NTT
-
Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi
-
HLUN 2026 Momentum Wujudkan Lansia Tangguh Menuju Indonesia Emas
-
Pacu Iklim Kompetisi Daerah, Kemendagri Gelar Apresiasi Pemda 2026 Regional Sulawesi