Sebagai uskup agung Anglikan Cape Town, Tutu mengubah Katedral Saint George menjadi apa yang dikenal sebagai "Katedral Rakyat" tempat perlindungan bagi para aktivis anti apartheid selama pergolakan 1980-an dan 1990-an ketika pasukan keamanan secara brutal menindas gerakan demokrasi massal.
Sekelompok kecil sekitar 100 orang mengikuti proses pemakaman di layar lebar di Grand Parade, di seberang Balai Kota tempat Tutu bergabung dengan Nelson Mandela ketika dia memberikan pidato pertamanya setelah dibebaskan dari penjara.
"Kami datang untuk memberikan penghormatan terakhir kami kepada bapa kami Tutu. Kami mencintai bapa kami, yang mengajari kami tentang cinta, persatuan, dan rasa hormat satu sama lain," kata Mama Phila, seorang Rastafarian ( pemeluk aliran keagamaan Jamaika yang berkeyakinan bahwa orang-orang kulit hitam adalah bangsa terpilih) berusia 54 tahun yang mengenakan warna hijau, merah dan kuning--simbol keyakinannya.
Nelson Mandela, yang menjadi presiden pasca-apartheid pertama di negara itu dan meninggal pada Desember 2013, pernah berkata tentang temannya, "Terkadang melengking, sering lembut, tidak pernah takut dan jarang tanpa humor, suara Desmond Tutu akan selalu menjadi suara bagi kaum yang tak bersuara."
Tag
Berita Terkait
-
Afrika Selatan Gagal, Kanada Lolos 16 Besar Siap Lawan Belanda atau Maroko?
-
Statistik Miris Afsel Usai Didepak Kanada dari Piala Dunia 2026: Cuma Satu Tembakan Tepat Sasaran!
-
Hugo Broos: Afrika Selatan Kalah Tenaga dan Kecepatan dari Kanada
-
3 Fakta Menarik Hasil Kanada vs Afrika Selatan, Sejarah The Reds Berkat Gol Voli Eustaquio
-
Kata-kata Eustaquio, Kanada Tembus 16 Besar Piala Dunia 2026 Usai Singkirkan Afrika Selatan
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- Sunscreen Apa yang Bikin Glowing? Ini 7 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
Pilihan
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
-
Prabowo: Hukum Tak Boleh Dipakai untuk Balas Dendam Politik
Terkini
-
Dulu Disekap, Kini Dipolisikan! Karyawan Toko Padel Jaksel Diduga Curi 10 Raket
-
Ada di Rumah Saat OTT, Istri Kedua Bupati Kuansing Semapat Diamankan KPK Terkait Suap Jabatan
-
TikTok PHK Ratusan Karyawan Posisi Penting di Irlandia, Lebih Pilih Pakai AI
-
Harga BBM Non Subsidi Malaysia Turun, Segini Jadinya
-
Kenapa Malaysia Terapkan 2 Hari WFH untuk PNS Mulai Agustus 2026?
-
Ada Pihak Bantu Bupati Kuansing Saat OTT, KPK Sempat Kehilangan Jejak
-
Wamensos Tinjau Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen Kulon Progo, Progres Capai 91 Persen
-
Polri Diminta Kuasai KUHP-KUHAP Baru, Kepastian Hukum Jadi Taruhan
-
Korban Ledakan Kapal Aceh Hebat 2 Bertambah, 3 Taruna Meninggal Dunia
-
Diduga Didiskriminasi Sekolah, Pendidikan Siswa Disabilitas Psikososial Ini Terancam