Suara.com - Sebuah bom pipa ditemukan di luar Komite Nasional Demokrat saat kerusuhan AS 6 Januari tahun lalu di mana Kamala Harris dilaporkan ada di dalam markas.
Menyadur Guardian Jumat (7/1/2022), Kamala Harris yang dilantik jadi Wakil Presiden AS dua minggu kemudian langsung dievakuasi setelah polisi Capitol menemukan bom tersebut.
FBI menggambarkan bom itu sebagai perangkat yang bisa meledak dan mengakibatkan cedera serius atau kematian.
Mengutip sumber anonim, Politico mengatakan Harris dievakuasi dari kantor DNC di Washington pukul 13.14, tujuh menit setelah polisi menemukan bom tersebut.
Bom pipa akhirnya dijinakkan pada pukul 16:36, sementara bom lain, yang ditemukan di markas besar Komite Nasional Partai Republik, dinetralkan pukul 15:33.
Berita ini menambah dimensi baru karusuhan 6 Januari. Kamala Harris adalah wakil presiden AS wanita pertama dan wanita kulit berwarna pertama di Gedung Putih.
Saat ia dikawal dari gedung DNC, pendukung Trump mulai ricuh dengan polisi di tangga gedung Capitol. Beberapa menerobos gedung sekitar satu jam kemudian.
Tidak ada yang ditangkap terkait bom DNC dan RNC, yang menurut FBI ditanam oleh orang yang sama. Perangkat ditanam pada malam 5 Januari, dan ditemukan keesokan harinya.
Pada bulan September, FBI menerbitkan serangkaian video yang menunjukkan tersangka kasus tersebut.
Baca Juga: Kamala Harris Hingga Kate Middleton Ikut Kampanye Anti Kekerasan Terhadap Perempuan
Bersama dengan Biro Alkohol, Tembakau, Senjata Api dan Bahan Peledak, FBI menawarkan hadiah USD 100.000 untuk informasi yang mengarah pada orang dalam video.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
Terkini
-
Letjen TNI Agus Widodo Dikabarkan Resmi Jabat Wakil Kepala BIN, Gantikan Komjen Imam Sugianto
-
Nyawa di Ujung Shift: Mengungkap Jam Kerja Tak Manusiawi Dokter Internship dan Regulasi Kemenkes
-
Sama dengan TNI, Prabowo Batasi Jabatan Anggota Polri di Luar Institusi
-
Komitmen ESG Meningkat, Mengapa Data Logistik Masih Jadi Tantangan di Lapangan?
-
KPK Ingatkan Tunjangan Hakim Ad Hoc Harus Beriringan dengan Perbaikan Sistem Peradilan
-
AI Diklaim Bisa Jadi Solusi Mitigasi Banjir Rob dan Krisis Air Bersih, Gimana Caranya?
-
Indonesian Proposal Jadi Fokus Pertemuan Indonesia dan United Kingdom Intellectual Property Office
-
Idul Adha 2026 Tanggal Berapa? Penetapan Versi Muhammadiyah dan Pemerintah Diprediksi Sama
-
33 Tahun Kasus Marsinah Stagnan, Aktivis: Keadilan Tidak Bisa Digantikan Seremoni Gelar Pahlawan!
-
Daftar Harga Kambing Kurban 2026 Terbaru Mulai Rp1 Jutaan, Cek Rekomendasinya di Sini!