Suara.com - Kota resor Murree, sekitar 70 kilometer (45 mil) timur laut Islamabad, dibanjiri turis pekan lalu setelah salju yang sangat lebat mengubahnya menjadi negeri ajaib musim dingin.
Menyadur France24, Senin (10/1/2022), liburan musim dingin itu berubah jadi bencana ketika badai salju mulai terjadi sejak Jumat dan seterusnya.
Badai membuat pohon-pohon tumbang dan memblokir akses masuk dan keluar kota yang sempit di mana lokasinya menempel di bukit dan lembah curam di ketinggian 2.300 meter.
"Itu bukan salju dan bahkan bukan salju lebat, belum pernah terjadi sebelumnya," ujar Tariq Ullah, pejabat administrasi di dekat Nathia Gali pada AFP, Minggu.
"Dengan ketinggian empat hingga lima kaki dalam beberapa jam. (Saya) tidak pernah melihat badai salju yang begitu besar dalam hidup saya."
"Ada angin kencang, pohon tumbang, longsoran salju. Orang-orang di sekitar ketakutan, masing-masing memiliki kisah penderitaannya sendiri."
Pejabat mengatakan hampir 100 ribu pengunjung dalam ribuan kendaraan memadati kota pada hari Jumat, menyebabkan kemacetan lalu lintas yang sangat besar bahkan sebelum badai salju.
Setidaknya 22 orang tewas di dalam mobil yang terjebak salju pada Jumat malam, baik karena kedinginan, atau keracunan karbon monoksida dari asap knalpot mesin yang menyala agar tetap hangat.
Mereka termasuk 10 anak - enam yang meninggal bersama ibu dan ayah mereka, seorang polisi.
Baca Juga: Badai Salju dan Omicron, Belasan Ribu Penerbangan di AS Batal
"Kami menyalakan pemanas dan pergi tidur," kata surat kabar Dawn mengutip asisten inspektur Naveed Iqbal dalam panggilan terakhir kepada putranya di ibu kota.
Perdana Menteri Imran Khan mengatakan terkejut dengan tragedi itu. Hujan salju yang belum pernah terjadi sebelumnya dan serbuan orang "membuat admin distrik tidak siap".
Beberapa surat kabar Pakistan mengecam administrator, mencatat biro cuaca negara itu memperingatkan badai salju yang mendekat pada 6 Januari.
"Semua otoritas terkait secara khusus disarankan untuk tetap 'AWAS' selama periode perkiraan," kata Pusat Prakiraan Cuaca Nasional Kamis, menambahkan "hujan salju lebat" dapat menyebabkan penutupan jalan di Murree dan di tempat lain.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Lingkaran Setan Kekerasan di Balik Seragam: Mengapa Polisi Junior Terus Jadi Korban Senior?
-
Bareskrim Ambil Alih Pengejaran Ko Erwin, Bandar Narkoba Terkait Kasus AKBP Didik
-
WNA Australia Terinfeksi Campak Usai Kunjungi RI, Kemenkes Percepat Imunisasi MR untuk Anak PAUDTK
-
Pramono Anung Instruksikan Perluasan Akses Jalan Guna Urai Kemacetan Flyover Latumenten
-
KPK Telusuri Pemilik Lima Koper Berisi Uang Rp5 Miliar dalam Kasus Bea Cukai
-
DPRD DKI Kritik Impor 3.100 Sapi oleh Pramono Anung, Dinilai Tak Sejalan UU Pangan
-
Habib Jafar: Ramadan Momentum Jadi Muslim Kaya Hati, Bukan Sekadar Kaya Materi
-
Hakim Tetapkan Kerugian Negara Kasus Korupsi Minyak Pertamina Sebesar Rp9,4 Triliun
-
Divonis 9 Tahun Penjara, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Sebut Fakta Sidang Diabaikan
-
Ancaman Nyata dari AS hingga AI: Bagaimana RI Menjaga 'Benteng' Pembangunan Nasional di 2026?