Suara.com - Satu siswa yang terkonfirmasi positif Covid-19 di SMP Negeri 252 Pondok Kelapa, Jakarta Timur diduga tertular dari klaster keluarga. Sebelum dinyatakan positif Covid-19, siswa tersebut alami gejala batuk.
Kepala SMPN 252, Misto mengatakan, siswanya tersebut dinyatakan positif pada Selasa (11/1/2022) lalu, karena tertular dari sang ayah.
"Lantas, anaknya pun yang berkontak erat dengan sang ayah, ikut menjalani tes rapid antigen dan hasilnya pun juga positif terpapar Covid-19," kata Misto saat ditemui wartawan di lokasi.
Ujar Misto beberapa hari sebelum dinyatakan positif siswanya tersebut sudah menunjukkan gejala.
"Memang dia ada gejala batuk-batuk di hari itu, tapi temperaturnya masih normal di bawah 36 (derajat celcius) malah," kata Misto.
Kekinian siswanya tersebut menjalani isolasi di salah satu rumah sakit di Bekasi, bersama sang ayah.
PTM Disetop
Lanjut Misto, guna mengagantipasi penularan virus Covid-19, pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen di sekolah itu ditiadakan selama lima hari.
"Sesuai dengan regulasi SKB 4 Menteri dan juga dari keputusan kepala dinas yang menyatakan bahwa kalau ada satu siswa yang terpapar, baik di klaster rumah atau klaster sekolah, (PTM) itu dihentikan untuk sementara, sesuai regulasi yaitu lima hari," kata Kepala SMPN 252 Jakarta, Misto kepada wartawan di lokasi, Kamis.
Baca Juga: Lagi Siswa di Jakarta Terpapar Covid-19, SMPN 252 Pondok Kelapa Setop PTM Selama 5 Hari
Dia menjelaskan, PTM ditiadakan terhitung mulai hari ini, Kamis (13/1/2022) hingga Selasa (18/1/2022). Untuk selanjutnya proses belajar kembali menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau secara daring.
Di samping itu, kata Misto, pihaknya langsung melakukan tracing bersama Puskesmas setempat, berupa tes usap PCR kepada sejumlah siswa atau guru yang diduga berinteraksi dengan murid yang positif Covid-19. Kemudian proses sterilisasi berupa penyemprotan disinfektan juga dilakukan di seluruh kawasan sekolah.
Berita Terkait
-
Lagi Siswa di Jakarta Terpapar Covid-19, SMPN 252 Pondok Kelapa Setop PTM Selama 5 Hari
-
35 Orang Dites Setelah 1 Siswa Diduga Positif Omicron, Kepsek SMAN 71: Alhamdullilah Hasilnya Negatif
-
PTM 100 Persen Jalan Terus, Wagub DKI: Masak Ada 1-2 Kasus Covid-19, Ribuan Sekolah Ditutup
-
SMAN 71 Duren Sawit Langsung Setop Pelaksanaan PTM Setelah Satu Siswa Positif Covid-19
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
60 Ton Sampah Menggunung, Pemprov DKI Janji Pasar Induk Kramat Jati Bersih dalam 5 Hari
-
Sinyal Bahaya Demokrasi, Lakso Anindito Sebut KUHP Baru Berpotensi Hidupkan Rezim Otoritarian Orba
-
KPK Sempat Terbelah dan Ragu Jadikan Yaqut Tersangka Korupsi Haji?
-
Lakso Anindito Prediksi Gelombang Praperadilan Koruptor Akibat KUHP Baru
-
Rumah Yaqut 'Dikepung' Aparat, Tamu Diperiksa Ketat Usai Jadi Tersangka Korupsi Haji
-
BNI Hadirkan agen46 hingga Pelosok Kota Bima, Perluas Inklusi Keuangan
-
Indonesia Terpilih jadi Presiden Dewan HAM PBB, Amnesty International Indonesia: Kebanggaan Semu!
-
KPK Bongkar Alasan Jerat Eks Menag Yaqut: 'Permainan' Kuota Haji Tambahan Jadi Pemicu
-
Sinyal Keras KPK, Eks Menag Yaqut Secepatnya Ditahan di Kasus Korupsi Haji
-
Tanggapi Soal Pilkada Langsung dan Tidak Langsung, Menko Yusril: Keduanya Konstitusional