Suara.com - Angka penularan Covid-19 di Jakarta belakangan terus mengalami peningkatan. Jika terus melonjak, bisa saja kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) kembali dinaikan menjadi level 3.
Menanggapi kemungkinan ini, Riza menyebut belum ada keputusan dari pemerintah pusat. Sejauh ini penentuan level PPKM di Jakarta masih dalam tahap pembahasan.
"Ini masih terus terkait PPKM. Untuk dua minggu ke depan masih terus kami dialogkan, kami diskusikan, kami bahas, kami evaluasi, ya," ujar Riza di Kebayoran Baru, Jakarta Pusat, Minggu (16/1/2022).
Politisi Gerindra ini menyatakan keputusan menentukan level PPKM sepenuhnya merupakan wewenang pemerintah pusat. Pihaknya di Pemprov DKI siap menjalankan arahan nantinya.
"Tugas kami Selain memang melaksanakan apa yang menjadi keputusan, kebijakan, perintah dari Pempus, kami juga memastikan semua kebijakan dilaksanakan dengan baik dan benar," kata Riza.
Riza mengakui memang angka penularan Covid-19 mengalami peningkatan setelah libur natal dan tahun baru. Apalagi saat ini kasus varian baru virus corona B.1.1.529 atau Omicron terus ditemukan di berbagai wilayah.
Ia pun menyatakan akan bekerja sama dengan semua unsur Forum Komunikasi untuk mencegah kasus Covid-19 terus meningkat. Masyarakat pun juga diminta agar terus menerapkan protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19.
"Pastikan semua sudah melakukan vaksin. Sekarang sudah dibuka vaksin booster, khususnya untuk lansia, jadi mari untuk kakek-nenek kita yang belum, kita segera kan bantu daftar dan antarkan untuk dapat vaksin."
Baca Juga: Dinkes Pastikan Vaksin Booster COVID-19 Aman, Meski Berbeda dengan Vaksin Primer
Berita Terkait
-
Dinkes Pastikan Vaksin Booster COVID-19 Aman, Meski Berbeda dengan Vaksin Primer
-
Gara-gara Virus Corona Covid-19, Ukuran Penis Pria Ini Mengecil!
-
Ahli: Varian Omicron Terbukti Bisa Bertindak sebagai Vaksin Covid-19 Alami
-
Wagub DKI: 143.020 Warga Sudah Disuntik Vaksin Booster, Nakes 74.020, Non-Nakes 69.000
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
-
Tensi Tinggi! Jose Mourinho Boikot Konferensi Pers Jelang Real Madrid vs Benfica
-
Gunung Dempo Masih Waspada, Warga Pagaralam Diminta Jangan Abaikan Imbauan Ini
-
Alfamart-Indomaret Tak Boleh Ekspansi, Kopdes Merah Putih Prabowo Takut Tersaingi?
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
Terkini
-
Unik, Aksi Massa di Mapolda DIY Bergerak Organik Tanpa Orasi dan Tuntutan Tertulis
-
Aksi di Mapolda DIY: Massa Kecam Kekerasan Aparat yang Tewaskan Bocah di Maluku
-
Terkuak! Bukan Polisi, Pelaku Penganiaya Pegawai SPBU di Cipinang Ternyata Wiraswasta
-
Rekaman CCTV Ungkap Kronologi Kecelakaan Transjakarta dan Ojol di Gunung Sahari
-
Cak Imin Desak Pekerja Migran Harus Punya Ijazah Minimal SMA, Ternyata Ini Alasannya?
-
Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
-
Ramadan! DPRD Desak Pemprov DKI Tambah Kuota dan Atasi Sengkarut Distribusi Pangan Subsidi
-
Feri Amsari: Penunjukan Adies Kadir Cacat Prosedur, Berpotensi Ganggu Independensi MK
-
Peter Gontha: Reputasi Polri Buah Simalakama Persepsi Publik
-
TB Hasanuddin Ingatkan Pemerintah Patuhi UU PDP dalam Kesepakatan Dagang RI-AS