Suara.com - Wakil Ketua Sekretaris Jenderal Persaudaraan Alumni (PA) 212 Novel Bamukmin menyentil kondisi bangsa Indonesia di bawah rezim Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Dikutip dari Wartaekonomi--jaringan Suara.com, Novel Bamukmin menyebut, rezim Jokowi sudah menjadikan negara surga bagi para penista agama.
Menurutnya, orang-orang yang beragama sesuai konstitusi dikalahkan oleh penista agama.
"Mereka yang beragama sesuai dengan konstitusi harus dikalahkan oleh para perusak agama dan penista agama," kata Novel, dikutip dari Wartaekonomi--jaringan Suara.com, Senin (17/1/2022).
Ia mengungkapkan, hal tersebut menjadi penyebab masyarakat sering gaduh dan terpecah belah.
Selain itu, ia mengatakan, kegaduhan tersebut sering kali menyeret isu agama.
Isu agama tersebut seolah diciptakan untuk menutupi kegagalan rezim.
"Supaya sibuk berseteru, sedangkan asing dan aseng lagi gencar merampok kekayaan harta negeri ini," tandasnya.
Lebih lanjut, Novel Bamukmin menyinggung soal penangkapan HF di Yogyakarta.
Baca Juga: Megawati Tolak Jabatan Presiden Diperpanjang, Pengamat: Cerdas dan Bijak
Diketahui, HF merupakan pria yang diduga menendang sesajen di Gunung Semeru.
Novel Bamukmin meminta kepada polisi untuk menertibkan sesajen yang masih ada di Gunung Semeru.
Menurutnya, jika sesajen berbentuk makanan, maka alangkah baiknya diberikan kepada orang yang membutuhkan.
Tak hanya itu, Novel juga meminta agar HF dibebaskan. Sebab ia menilai, HF menyelamatkan akidah umat Islam dan Pancasila.
Berita Terkait
-
Buka-bukaan Bisnisnya Dibantu Presiden Jokowi, Kaesang Pangarep: Asal Halal Nggak Masalah
-
Hari Ini Jokowi Akan Hadiri Dies Natalis Ke-67 Unpar Dan Tinjau Proyek Kereta Cepat
-
Megawati Tolak Jabatan Presiden Diperpanjang, Pengamat: Cerdas dan Bijak
-
Dibanding Laporkan Ubedilah, Jokowi Mania Ditantang Buka Sumber Dana Bisnis Gibran-Kaesang
-
Beri Sindiran Menohok, Amien Rais Ajak Emak-emak Pendukung Prabowo Gabung Partai Ummat
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- PLTS 100 GW Diproyeksikan Serap 1,4 Juta Green Jobs, Energi Surya Jadi Mesin Ekonomi Baru
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
Pilihan
-
Wafat di Usia 74 Tahun, Ini 7 Kontroversi Alex Noerdin: Kasus Korupsi hingga Dana Bagi Hasil Migas
-
Sadis! Pria di Bantul Tewas Ditebas Parang di Depan Anak Istri Saat Tertidur
-
Minta Restu Jokowi, Mantan Bupati Indramayu Nina Agustina Bachtiar Gabung PSI
-
Sumsel Berduka, Mantan Gubernur Alex Noerdin Meninggal Dunia
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
Terkini
-
Soal PT 7 Persen, Titi Anggraini: Ambang Batas Fraksi Lebih Adil Bagi Suara Rakyat
-
Menag Tegaskan Zakat Tak Boleh untuk MBG, Penyaluran Wajib Sesuai 8 Asnaf
-
KPK Kembali Panggil Eks Menhub Budi Karya Sumadi Jadi Saksi Dugaan Suap Proyek DJKA
-
Maidi Diduga Terima Upeti 10 Persen Proyek PUPR Kota Madiun, KPK Cecar 6 Anak Buah
-
KPK Periksa Enam Pejabat Dinas PUPR Kota Madiun Terkait Korupsi Wali Kota Maidi
-
Kasus Pelecehan Guru SLB di Jogja Naik Penyidikan, Polisi Segera Panggil Terlapor
-
KPK Telusuri Pola Fee Proyek PUPR Madiun, Maidi Diduga Terima Imbalan hingga 10 Persen
-
532 Ribu Tiket Kereta Lebaran Ludes Terjual, KAI Daop 1 Ingatkan Sisa Kursi Menipis
-
Bongkar Sindikat SMS Blast e-Tilang Palsu, Bareskrim: Dikendalikan WN China
-
PDIP Soroti "Rasa Keadilan" Dunia Pendidikan: Pegawai MBG Jadi PPPK, Guru-Dosen Masih Terabaikan