Suara.com - Pemberian vaksinasi booster telah bergulir sejak Rabu, 12 Januari 2022. Tujuan vaksinasi booster adalah untuk mempertahankan kekebalan daya tahan tubuh warga Indonesia dari ancaman Covid-19. Agar sesuai dengan sasaran, berikut kami sampaikan panduan pemberian kombinasi vaksin booster kepada warga.
Sejauh ini, pemerintah telah merilis 130 juta dosis vaksin booster untuk tahap awal vaksinasi dengan target warga tervaksin 21 juta jiwa dari total 179 juta total jiwa dengan usia minimal 18 tahun. Penyuntikan vaksin booster tidak sembarangan, ada panduan pemberian vaksin booster yang harus diperhatikan.
Simak berikut Suara.com merangkum panduan pemberian kombinasi vaksin booster disarikan dari berbagai sumber.
8 Kombinasi Vaksin Booster
BPOM telah mengizinkan beberapa jenis produk vaksin Covid-19 untuk vaksinasi booster. Jenis-jenis vaksin tersebut antara lain:
- CononaVac/ Sinovac
- Vaksin Pfizer
- AstraZeneca
- Moderna
Sementara itu, panduan pemberian kombinasi vaksin booster dengan produk-produk vaksin di atas adalah sebagai berikut:
- Vaksin primer Sinovac menggunakan vaksin Pfizer dengan tarakan setengah dosis.
- Vaksin primer Sinovac bisa menggunakan vaksin Moderna dengan takaran setengah dosis.
- Vaksin primer Sinovac, kombinasi vaksin boosternya menggunakan vaksin sinovac satu dosis penuh
- Vaksin primer AstraZeneca menggunakan kombinasi vaksin Moderna dengan takaran setengah dosis.
- Vaksin primer Astrazeneca, kombinasi vaksin boosternya menggunakan setengah dosis vaksin pfizer.
- Vaksin primer AstraZeneca, kombinasi vaksin boosternya menggunakan AstraZeneca satu dosis penuh.
- Vaksin primer Pfizer, kombinasi vaksin boosternya menggunakan satu dosis penuh vaksin Astrazeneca.
- Vaksin primer Pfizer, kombinasi vaksin boosternya menggunakan vaksin Pfizer satu dosis penuh.
Kombinasi tersebut di atas telah dikonfirmasi oleh BPOM dan ITAGI untuk disuntikkan.
Syarat Penerima Vaksin Booster
Adapun syarat penerima vaksin booster adalah sebagai berikut:
Baca Juga: Vaksin Booster untuk Penerima Sinovac, Cek Infonya di Sini!
- Memiliki KTP
- Berusia 18 tahun ke atas
- Menunjukkan bukti vaksin lengkap, dengan dosis kedua diterima lebih dari enam bulan
- Masuk ke dalam kelompok prioritas yaitu lansia dan menderita masalah kekebalan tubuh
- Harus memiliki tiket vaksin booster yang tertera dalam aplikasi PeduliLindungi.
Cara Cek Tiket Vaksin Booster
Anda bisa cek tiket vaksin booster dengan cara sebagai berikut:
- Buka aplikasi PeduliLindungi di handphone Anda
- Masuk menggunakan akun yang telah terdaftar
- Pilih status vaksinasi dan hasil es Covid-19
- Masuk ke menu riwayat dan tiket vaksin
- Anda akan melihat sebuah tiket vaksin yang juga menunjukkan lokasi di mana Anda bisa mendapatkan vaksin booster.
Demikian itu informasi terbaru terkait dengan panduan pemberian kombinasi vaksin booster. Semoga bermanfaat!
Kontributor : Mutaya Saroh
Berita Terkait
-
Tambah 2 Lagi, Ini 8 Kombinasi Merek Vaksin Covid-19 Booster yang Diizinkan BPOM
-
Beli 6 Juta Dosis Vaksin Sinovac, Pemerintah: Buat Vaksinasi Anak 6-11 Tahun dan Booster
-
3 Syarat Penerima Vaksin Booster Lengkap dengan Mekanisme Pemberiannya yang Wajib Diketahui
-
2 Cara Download Sertifikat Vaksin Booster Lewat PeduliLindungi, Cepat dan Sangat Mudah!
-
Ini Efek Samping Vaksin Booster Pfizer hingga Moderna, Jangan Kaget Jika Mengalami Gejala Ini
Terpopuler
- 5 Produk Viva Cosmetics yang Ampuh Atasi Flek Hitam, Harga di Bawah Rp50 Ribu
- Denada Akhirnya Akui Ressa Anak Kandung, Bongkar Gaya Hidup Hedon di Banyuwangi
- 5 Rekomendasi HP Layar AMOLED 120Hz Termurah 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- KUIS: Kalau Hidupmu Jadi Lagu, Genre Apa yang Paling Cocok?
- 5 HP Murah Alternatif Redmi Note 15 5G, Spek Tinggi buat Multitasking
Pilihan
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
-
5 HP Memori 128 GB di Bawah Rp2 Juta Terbaik Awal 2026: Kapasitas Lega, Harga Ramah di Kantong!
-
5 HP Murah Mirip iPhone Terbaru: Gaya Mewah Boba 3 Mulai Rp900 Ribuan!
-
Rupiah Melemah ke Rp16.786, Tertekan Sentimen Negatif Pasar Saham
Terkini
-
DLH DKI Pastikan RDF Plant Rorotan Beroperasi Aman, Keluhan Warga Jadi Bahan Evaluasi
-
Wamensos Agus Jabo Tekankan Adaptivitas Siswa Sekolah Rakyat Hadapi Perubahan Zaman
-
Belum Jadi Kader Resmi, Jokowi Disebut Sudah Ajak Relawannya untuk Masuk PSI
-
PDIP Sarankan Beberapa Langkah untuk Respons Merosotnya IHSG dan Mundurnya Pejabat BEI-OJK
-
Kunjungi SRMP 1 Deli Serdang, Gus Ipul Pastikan Sekolah Rakyat Ramah Disabilitas
-
Ahmad Muzani di Harlah NU: Bangsa Ini Berutang Jasa pada Kiai dan Santri
-
Sesuai Arahan Presiden, Gus Ipul Serahkan Santunan Ahli Waris Korban Banjir Deli Serdang
-
Satu Abad NU, Gus Yahya: Persatuan Menguat Usai Dinamika yang Hebat
-
Menhan Ungkap Pertemuan Prabowo dan Tokoh Oposisi: Apa yang Dibahas?
-
Risiko Matahari Kembar di Tubuh Polri, Mengapa Kapolri Pilih Mundur Ketimbang Jadi Menteri?