Suara.com - Kebakaran melanda kamp pengungsi Rohingya Kutupalong di wilayah pantai tenggara Bangladesh. Insiden itu menyebabkan puluhan tenda hancur total, kata seorang pejabat pada Selasa (18/1/2022).
Menyadur laman Anadolu, kebakaran itu terjadi pada dini hari di kamp pengungsi di Cox's Bazar tempat lebih dari 1,1 juta orang Rohingya mengungsi setelah melarikan diri dari pembantaian brutal militer di negara bagian Rakhine, Myanmar sejak Agustus 2017.
"Polisi dan petugas pemadam kebakaran bertindak segera setelah kebakaran muncul di Kamp 5 dan berhasil memadamkan api dalam satu jam," kata Mohammad Naimul Haq, seorang pejabat keamanan.
“Setidaknya 29 tenda hangus habis dalam kebakaran yang tidak menimbulkan korban luka dan korban jiwa. Penyebab kebakaran belum bisa dipastikan," tutur dia.
"Kami beruntung menemukan sumber air di dekat lokasi kejadian, jika tidak, api bisa sangat dahsyat seperti yang kami saksikan baru-baru ini yang menyebabkan ribuan orang kehilangan tempat tinggal di kamp Cox's Bazar," lanjut pejabat tersebut.
Pasukan keamanan telah dikerahkan di kamp setelah insiden itu, sebut dia, menambahkan, "Kami sedang menyelidiki insiden kebakaran yang sering terjadi di kamp-kamp pengungsi."
Sebelumnya pada 9 Januari, kebakaran besar terjadi di Kamp pengungsi Rohingya yang menyebabkan ribuan tempat penampungan dibangun dan penghuninya kehilangan tempat tinggal.
Kondisi di kamp-kamp membuat kebakaran besar menjadi risiko besar, menurut Organisasi Internasional PBB untuk Migrasi (IOM).
Kebakaran paling mematikan di salah satu kamp terjadi pada 22 Maret tahun lalu, di mana sedikitnya 15 orang tewas dan lebih dari 10.000 bangunan dan tenda Rohingya hancur total, termasuk rumah sakit lapangan besar yang dibangun di kamp Turki. (Sumber: Anadolu)
Baca Juga: 120 Pengungsi Rohingya Dievakuasi dari Laut ke Daratan Aceh
Berita Terkait
-
Bikin Ngilu, Ada Gunting Bedah Ketinggalan di Perut Wanita Ini Selama 20 tahun
-
Susah Mencari Pengganti Bangladesh, PSSI Ungkap Kandidat Lawan Timnas Indonesia
-
Laga FIFA Matchday Lawan Timnas Indonesia Batal, Ini Konfirmasi dari Bangladesh
-
2 Penyebab Laga Timnas Indonesia vs Bangladesh Batal di FIFA Matchday
-
Timnas Indonesia Kontra Tim Bangladesh Batal, Ini Kata Shin Tae-yong
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
Pascabanjir Sumatra, Penanganan Beralih ke Pemulihan Layanan Kesehatan dan Kebutuhan Dasar
-
Indonesia Tancap Gas Jadi Pusat Halal Dunia lewat D-8 Halal Expo Indonesia 2026
-
Literasi Halal Dinilai Masih Lemah, LPPOM Siapkan Pelajar Jadi Agen Perubahan
-
Jepang Studi Banding Program MBG di Indonesia
-
Kasus Korupsi LPEI Berkembang, Kejati DKI Tetapkan 4 Tersangka Baru dan Sita Aset Rp566 Miliar
-
Merasa Tak Dihargai, Anggota DPR Semprot Menteri KKP: Kami Seperti 'Kucing Kurap'
-
Korban Bencana Boleh Manfaatkan Kayu Hanyut, Kemenhut Juga Stop Penebangan Hutan
-
Politisi PDIP Ingatkan Prabowo: Jangan Buru-buru Bangun IKN, Siapkan Dulu Ekosistemnya
-
Bukan Sekadar Banjir: Auriga Desak KLHK dan KPK Usut Dugaan Korupsi di Balik Perusakan Lahan PT TPL
-
BNI Bersihkan Masjid Darul Aman Pascabanjir di Agam