Suara.com - Meningkatnya ketidaksetaraan "menghancurkan dunia kita," menurut badan amal anti-kemiskinan. Elon Musk, Jeff Bezos, Mark Zuckerberg, dan Bill Gates termasuk di antara orang-orang terkaya di dunia.
10 orang terkaya di dunia menggandakan kekayaan mereka selama pandemi COVID-19 ketika kemiskinan dan ketidaksetaraan melonjak, sebuah studi Oxfam mengungkapkan pada Senin (17/01).
Badan amal yang berfokus pada memerangi kemiskinan global itu, mengatakan kekayaan 10 pria terkaya secara kolektif meroket dari $700 miliar menjadi $1,5 triliun, dengan laju sekitar $1,3 miliar per hari.
Sementara kekayaan miliarder dunia telah melonjak, orang-orang termiskin di dunia menghadapi keadaan yang bahkan lebih mengerikan.
"Lebih dari 160 juta orang diproyeksikan telah terjerumus ke dalam kemiskinan," menurut makalah "Ketidaksetaraan Membunuh," yang diterbitkan menjelang pertemuan Forum Ekonomi Dunia di Davos, yang pada tahun 2022 diadakan secara online karena pandemi masih berlangsung. 'Kekerasan ekonomi menghancurkan dunia' Makalah Oxfam menyatakan bahwa meningkatnya ketidaksetaraan ekonomi, gender, dan ras, serta perbedaan yang ada di antara negara-negara "mencabik-cabik dunia kita."
"Ini bukan kebetulan, tetapi pilihan: 'kekerasan ekonomi' dilakukan ketika pilihan kebijakan struktural dibuat untuk orang-orang terkaya dan paling berkuasa. Ini menyebabkan kerugian langsung bagi kita semua, dan orang-orang termiskin, perempuan dan anak perempuan, dan rasisme. kelompok paling terdampak," penulis makalah melanjutkan.
"Tidak pernah begitu penting untuk mulai memperbaiki kesalahan dari ketidaksetaraan ini dengan merebut kembali kekuasaan elit dan kekayaan ekstrim termasuk melalui perpajakan - mendapatkan uang itu kembali ke ekonomi riil dan menyelamatkan banyak nyawa," kata Direktur Eksekutif Oxfam International Gabriela Bucher.
"Pandemi COVID-19 telah mengungkapkan secara terbuka motif keserakahan, dan peluang melalui cara politik dan ekonomi, di mana ketidaksetaraan ekstrem telah menjadi instrumen kekerasan ekonomi," tambah Bucher.
Zuckerberg dan Gates terus meraup kekayaan
Baca Juga: 10 Orang Terkaya Makin Bergelimang Harta Saat Pandemi
Meskipun harga saham turun secara dramatis pada tahap awal pandemi virus corona, bank sentral dan pemerintah di seluruh dunia segera menerapkan paket stimulus, memberi mereka dorongan baru.
Selain itu, perusahaan teknologi seperti Amazon, Google, dan Facebook mengalami peningkatan laba yang besar karena semakin banyak orang yang bekerja dari rumah dan berbelanja online.
Penulis makalah menyerukan pembatasan kekayaan ekstrem melalui perpajakan progresif, langkah-langkah penghilang ketidaksetaraan yang terbukti, serta pergeseran kekuatan dalam ekonomi dan masyarakat.
Forbes mencatat 10 orang terkaya di dunia, yakni: pemilik Tesla dan SpaceX Elon Musk, Jeff Bezos dari Amazon, pendiri Google Larry Page dan Sergey Brin, Mark Zuckerberg dari Facebook, mantan CEO Microsoft Bill Gates dan Steve Ballmer, mantan CEO Oracle Larry Ellison, AS investor Warren Buffet dan kepala grup mewah Prancis LVMH, Bernard Arnault.
Masalah metodologi Oxfam mendasarkan temuannya pada Credit Suisse Global Wealth Report dan Forbes Billionaires List.
Studi Forbes menggunakan nilai aset individu termasuk properti, tanah, dan saham perusahaan dikurangi utang untuk melihat apa yang dimiliki orang.
Berita Terkait
-
10 Orang Terkaya di Dunia Januari 2026, Jensen Huang Resmi Masuk Jajaran
-
Profil Larry Ellison, Sempat Ambil Tahta Elon Musk Jadi Orang Terkaya di Dunia
-
Elon Musk Bakal Kehilangan Gelar Orang Terkaya di Dunia, Ini Penyebabnya
-
Orang Terkaya di Dunia Tiba-tiba Mau Gugat Apple, Ada Apa?
-
Elon Musk Jadi Orang Terkaya di Dunia, Bisa Beli Negara dan Kuasai Ini
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
Terkini
-
Tak Cukup Dipenjara, Migrant Watch Desak Mafia TPPO Dimiskinkan Lewat Jerat TPPU
-
Survei LPI: Jokowi Jadi Magnet Dongkrak Citra Positif PSI
-
Audiensi Buntu, BEM DIY Sebut DPR Tak Lagi Representasi Rakyat
-
Dukung MBG, Relawan di DIY Ajak Masyarakat Kawal Program: Harus Transparan dan Antikorupsi
-
ART Disiksa di Johor, Majikan Nakal Malaysia Terlalu Dimanjakan
-
Sandiwara Berdarah di Menteng, Komisaris Wanita Rekayasa Perampokan Demi Habisi Dirut
-
Cerita Rampok 500 Gram Emas Rekayasa! Rekan Bisnis di Menteng Siksa dan Tusuk Korban karena Dendam
-
Kantor Imigrasi Denpasar Digeledah KPK, Buntut Skandal Eks Wamen Silmy Karim
-
Ribuan Jemaah Serbu Monas untuk Haul Akbar Ulama dan Habaib Betawi
-
Perwakilan Massa Mahasiswa Akhirnya Diterima Pimpinan DPR, Audiensi Digelar Tertutup