Sarapan atau makan pagi dengan bubur dipercaya sebagai makanan dengan identik makanan orang miskin. Sehingga dengan memakan bubur dipercaya akan membawa kemiskinan selama satu tahun ke depan.
2. Tidur di siang hari
Tidur siang hari menjadi wujud orang malas yang dipercaya dapat membawa kemalasan sepanjang tahun. Oleh karena itu, tidur siang hari tidak dianjurkan saat Imlek.
3. Mencuci dan keramas
Masyarakat Tionghoa tidak mencuci baju maupun keramas pada hari pertama dan kedua Imlek. Sebab dua hari tersebut merupakan hari ulang tahun Dewa Air atau Shuishen. Keramas dianggap dapat menghapus dan mengurangi keberuntungan.
4. Menjahit
Pada perayaan Imlek, masyarakat Tionghoa dilarang untuk menggunakan pisau maupun gunting karena bisa menyebabkan hal-hal yang tidak diinginkan. Oleh karena itu, menjahit menjadi salah satu kegiatan yang tidak dilakukan saat Imlek.
Demikian ulasan mengenai hal yang boleh dan tidak diperbolehkan saat Imlek. Semoga bermanfaat!
Kontributor : Muhammad Zuhdi Hidayat
Baca Juga: Menjaga Warisan Leluhur Tak Sekadar Cari Untung, Ini Kisah Pedagang Kue Keranjang di Kota Semarang
Berita Terkait
-
Menjaga Warisan Leluhur Tak Sekadar Cari Untung, Ini Kisah Pedagang Kue Keranjang di Kota Semarang
-
Pernak-Pernik Imlek Mulai Dicari, Paling Banyak Angpao Gambar Macan Air
-
Pembuatan Hio Jelang Perayaan Imlek di Tangerang
-
Warna-warni Imlek, Melongok Aktivitas Pemuda Tambak Bayan Surabaya Menghias Lampion
-
16 Pantangan Saat Imlek Agar Tak Mendapat Nasib Buruk: Dilarang Keramas, Anak Tidak Boleh Menangis
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Ritual Ganjil Suami di Kendari: Usai Injak Istri hingga Tewas, Jasad Korban Dimandikan dan Disisir
-
Gudang Limbah Membara di Cikarang, Api Sambar Pemukiman dan Truk
-
Presiden Prabowo: Cahaya Kebijaksanaan Waisak Jadi Fondasi Karakter dan Persatuan Bangsa
-
Cikeas Penuh Karangan Bunga, Para Tokoh Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard Ryacudu
-
12 Unit Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Gudang Limbah di Rawajulang
-
Remaja Pembunuh Gadis 12 Tahun di Makassar Dijerat Pasal Berlapis, Ibu Korban Desak Hukuman Mati
-
Uang Tunai Rp65 Juta Jadi Abu, Tabungan Lansia di Blora Ludes akibat Kebakaran Rumah
-
Presiden Prabowo Berduka atas Kepergian Jenderal Ryamizard Ryacudu
-
Remaja Putri Tewas Terjebak Saat Api Mengamuk di Bengkel Cikupa
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend