Suara.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyatakan akan tetap menjalankan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100 persen. Kebijakan ini berkebalikan dengan daerah penyangga ibu kota, Kota Tangerang yang sudah memutuskan untuk menyetop PTM karena khawatir penularan Covid-19.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan kebijakan PTM tetap dijalankan mengikuti amanat dari Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri, yaitu Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Mendikbudriatek), Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri.
Dalam surat tersebut diatur daerah yang masih berstatus Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 1 atau 2 dapat menjalankan PTM 100 persen. DKI Jakarta sendiri baru memperpanjang status PPKM level 2 hingga 31 Januari 2022.
"PTM masih kami laksanakan (100 persen) karena sesuai SKB 4 menteri," ujar Riza di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (26/1/2022).
Selain itu, Riza menyebut DKI masih memenuhi syarat untuk menjalankan PTM 100 persen.
Ia mencontohkan salah satu syaratnya adalah cakupan vaksinasi yang sudah mencapai 120 persen.
Rinciannya, vaksinasi dosis 1 saat ini diikuti 12.107.819 orang. Total dosis 2 kini mencapai 9.754.957 orang.
Sedangkan vaksinasi dosis ketiga atau booster sampai saat ini sebanyak 357.453 orang dan jumlah yang divaksin dosis 3 hari ini 44.071 orang.
"Karena PPKM masih di level 2 dan syarat vaksinnya memenuhi syarat yaitu di atas 80, bahkan 98 persen yang divaksin," jelasnya.
Baca Juga: Update 26 Januari 2022, Positif Covid-19 Indonesia Tambah 7.010 Kasus, Positivity Rate 15 Persen
Politisi Gerindra ini mengakui memang pihaknya sedang menjadikan penularan Covid-19 di sekolah sebagai perhatian. Pihaknya akan terus mengawasi dan memantau pelaksanaan PTM 100 persen.
"Itu kita evlauasi, ketentuannya kalau di level 3 baru 50 persen," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Update 26 Januari 2022, Positif Covid-19 Indonesia Tambah 7.010 Kasus, Positivity Rate 15 Persen
-
Studi Baru Menunjukkan Ada 2 Cara untuk Mendapatkan Kekebalan Super, Apa Saja?
-
2 Faktor Penyebab Kasus Harian COVID-19 di Tangsel Naik
-
Tak Mau Vaksin Covid-19, Pasien Ini Dicoret dari Daftar Penerima Transplantasi Jantung
Terpopuler
- 6 Mobil Bekas 50 Jutaan Cocok untuk Milenial, Bodi Stylish Tak Repot Perawatan
- 5 Moisturizer dengan Alpha Arbutin untuk Memudarkan Flek Hitam, Cocok Dipakai Usia 40-an
- Kronologi Lengkap Petugas KAI Diduga Dipecat Gara-Gara Tumbler Penumpang Hilang
- 5 Rekomendasi Ban Tubeless Motor Matic, Tidak Licin saat Hujan dan Jalan Berpasir
- 7 Mobil Boros Bahan Bakar Punya Tenaga Kuda, Tetapi Banyak Peminatnya
Pilihan
-
Dirumorkan Latih Indonesia, Giovanni van Bronckhorst Tak Direstui Orang Tua?
-
Jadi Kebijakan Progresif, Sineas Indonesia Ingatkan Dampak Ekonomi LSF Hapus Kebijakan Sensor Film
-
Daftar Maskapai RI yang Pakai Airbus A320
-
5 Tempat Ngopi Tersembunyi di Palembang yang Bikin Ketagihan Sejak Seduhan Pertama
-
6 HP 5G Paling Murah di Bawah Rp 4 Juta, Investasi Terbaik untuk Gaming dan Streaming
Terkini
-
Bantu Korban Banjir Aceh, 94 SPPG Gerak Cepat Salurkan 282 Ribu Paket Makanan!
-
Tinjau Bencana Banjir di Aceh, Mendagri Beri Atensi pada Infrastruktur Publik yang Rusak
-
Presiden Prabowo Didesak Tetapkan Darurat Bencana Nasional di Sumatera
-
Banjir Terjang Sumatera, Pimpinan Komisi X DPR Desak Dispensasi Pembayaran Uang Sekolah Bagi Korban
-
Pakar Dorong Pengetatan IUP: Reboisasi Dinilai Kunci Perbaikan Tambang
-
Direktur Eksekutif CISA: Kapolri Konsisten Jaga Amanat Konstitusi sebagai Kekuatan Supremasi Sipil
-
Cak Imin Sebut Ada Peluang Pemerintah Tetapkan Banjir-Longsor di Sumatera Berstatus Bencana Nasional
-
Rasa Bersalah Bahlil Lahadalia Soal Masa Lalunya di Bisnis Tambang yang Merusak Hutan
-
Viral Banjir Sumatera Bawa Ribuan Kayu Gelondongan, DPR Desak Pemerintah Bentuk Tim Investigasi
-
BPJS Ketenagakerjaan Raih Platinum Rank dalam Asia Sustainability Reporting Rating (ASRRAT) 2025