Suara.com - Pengamat politik Tony Rosyid memberikan sorotan tajam terhadap pendukung Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menuju 2024.
Mealnsir Wartaekonomi.co.id -- jaringan Suara.com, Anies begitu santer dirumorkan menjadi kandidat kuat untuk tampil di panggung Pilpres 2024.
Apalagi, elektalitas dan popularitas Anies cukup stabil dari berbagai lembaga survei.
Menurut Tony, jika Anies maju Pilpres 2024, maka ada dua kelompok yang bakal memberikan dukungan.
"Pertama, pendukung emosional. Publik mengenalnya dengan istilah die hard," ucapnya dilansir Wartaekonomi.co.id, Senin (31/1/2022).
Tony menyebut, kelompok tersebut merupakan para pendukung fanatik.
"Pokoknya dia enggak peduli orang mau ngomong apa," ujarnya.
Kelompok kedua adalah pemilih rasional. Jumlah kelompok ini kalah banyak dengan pemilih emosional.
Namun, imbuh Tony, kekuatan yang dimiliki pemilih rasional punya peran besar.
Baca Juga: Kasus Omicron di Jakarta Melonjak, Anies: Jangan Panik, Umumnya Gejalanya Ringan
"Ini kaum otak cerdas yang mengerti bagaimana bicara, menciptakan opini, dan mempengaruhi orang lain," ujarnya.
Diwartakan sebelumnya oleh Wartaekonomi.co.id -- jaringan Suara.com, Pengamat politik Tony Rosyid menilai Pilpres 2024 bisa jadi kondisinya saat terpilihnya Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Jokowi menjadi presiden.
Sebab, saat ini Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan begitu populer dan elektabilitasnya cukup konsisten dari survei berbagai lembaga.
Tony mengatakan, suasananya mirip dengan SBY di tahun 2004 dan Jokowi di tahun 2014.
Kondisi semacam ini tidak bisa direkayasa, apalagi dibendung.
"Ini alami datang dari rakyat yang bersemangat untuk menjadikan Anies presiden 2024," ucapnya dilansir Wartaekonomi.co.id, Senin (31/1/2022).
Berita Terkait
-
Belum Mau Hentikan PTM, Gubernur Anies: Omicron Tidak Parah, Kita Harus Tenang
-
Elektabilitas Anies Baswedan Konsisten, Pengamat: Ini Alami Datang dari Rakyat
-
IDI Sebut Indonesia Gelombang Tiga Covid-19, Anies Baswedan Baru Mau Tarik Rem Darurat Jika Rumah Sakit Mulai Penuh
-
Sebelum Putuskan Kelanjutan PTM 100 Persen, Anies Pantau BOR di Rumah Sakit se-DKI
-
Kasus Omicron di Jakarta Melonjak, Anies: Jangan Panik, Umumnya Gejalanya Ringan
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
Terkini
-
Senyap, Iran Siap-siap Stok Rudal dan Drone di Tengah Gencatan Senjata
-
Bukan di Bawah Menteri, Baleg DPR Sepakat Bentuk Badan Baru Untuk Kelola Satu Data Indonesia
-
Petisi Tembus 1 Juta Tanda Tangan, Warga Eropa Desak Uni Eropa Putus Hubungan dengan Israel
-
Kasus ISPA Sempat Naik, Pancoran Perkuat Edukasi Kesehatan Lewat 125 Kader
-
Lobi Prabowo ke Putin Berhasil Amankan Pasokan BBM, Eddy Soeparno: Indonesia Masuk Zona Aman
-
Iran Perketat Aturan Selat Hormuz Hadapi Blokade AS di Teluk Persia
-
Polemik Ijazah Jokowi Kembali Ramai usai Nama JK Disebut, Pengamat Soroti Perang Narasi
-
Dinkes Catat Lonjakan Kasus ISPA: Waspadai Biaya Tersembunyi di Balik Batuk yang Tak Tertangani
-
Senjata Makan Tuan Blokade AS di Selat Hormuz, Awas China Bisa Ngamuk
-
Gus Lilur Kritik "Gus-Gus Nanggung" yang Peralat NU Demi Kepentingan Kekuasaan