News / Metropolitan
Rabu, 02 Februari 2022 | 10:21 WIB
Sugi Nur atau Gus Nur. [tangkapan layar YouTube/GUS NUR 13 OFFICIAL]

Suara.com - Edy Mulyadi telah ditetapkan sebagai tersangka kasus ujaran "Tempat Jin Buang Anak" yang menyinggung warga Kalimantan. Kasus yang menimpa Edy itu mendapatkan simpati dari penceramah Sugi Nur Rahardja alias Gus Nur.

Gur Nur membela Edy Mulyadi yang dinilainya tidak berniat melecehkan atau menghina masyarakat Kalimantan. Ia lantas mengucapkan kalimat syahadat sambil membahas Edy.

Menurutnya, Edy hanya menyampaikan kritik kepada pemerintah terkait pemindahan ibu kota negara. Terlebih, Gus Nur menganggap Edy selama ini merupakan bagian dari oposisi yang vokal mengkritisi pemerintahan.

"Ada malaikat kanan dan kiri, ada Allah yang mengawasi setiap napas dan degung jantung, Allah sedang mengawasi konten ini," kata Gus Nur seperti dikutip Hops.id -- jaringan Suara.com, Rabu (2/2/2022).

"Jadi aku bersaksi demi Allah, bang Edy Mulyadi tidak ada sedikit pun melecehkan, menistakan suku dan adat atau apun di Kalimantan. Karena pada dasarnya bang Edy itu hanya oposisi yang selalu mengkritisi kebijakan pemerintah," lanjutnya.

Gur Nur menjelaskan maksud kalimat syahadat yang diucapkannya itu. Ia mengatakan seandainya proyek ibu kota negara (IKN) Nusantara gagal, maka ia tidak ikut terjerumus dalam dosa.

Tak sampai di situ, Gus Nur juga mengatakan dirinya tidak akan masuk dalam jajaran orang yang bertanggung jawab jika rezim pemerintahan sampai hancur. Apalagi, ia selama ini tidak pernah mendukung pemindahan ibu kota Indonesia dari DKI Jakarta ke Kalimantan.

"Maksud saya begini, kenapa harus sampai syahadat, bersaksi, dan demi Allah? Ini intinya, seandainya apapun saja yang terjadi di negara ini, mulai dari Pilpres, ratusan petugas KPPS yang mati, sampai KM 50 laskar yang wafat, dan siapa saja yang ngomong dipenjara, dan lain-lain," ujar Gus Nur.

"Seandainya kerusakan zaman ini, rezim ini, ibu pertiwi kelak engkau mintai pertanggung jawaban, maka aku yakin ini garisku. Aku di sini, jelas di sini, menentang pindahnya ibu kota," tegasnya.

Baca Juga: Pengamat Nilai Ahok Kurang Layak Jadi Kepala Otorita: Pertamina Saja Amburadul

Karena itu, Gus Nur meyakini dirinya tidak ikut berdosa berjamaah seperti orang-orang yang mendukung pemindahan IKN. Menurutnya, pembangunan IKN Nusantara tidak memiliki manfaat.

"Seandainya ada mudarotnya atau manfaatnya, aku berada di sini jelas. Kalau pindah ibu kota tambah hancur, alhamdulillah berarti aku enggak ikut dosa berjamaah. Itu maksud saya," pungkasnya.

Edy Mulyadi Ajukan Penangguhan Penahanan

Setelah resmi ditahan, tersangka kasus ujaran 'Kalimantan Tempat Jin Buang Anak', Edy Mulyadi disebut akan mengajukan penangguhan penahanan ke penyidik Bareskrim Polri. Agar permohonan penangguhan Edy bisa dikabulkan oleh polisi, istri dan tim pengacara disebut akan pasang badan menjadi penjamin.

“Yang menjadi jaminan istrinya dan para pengacaranya,” kata Pengacara Edy, Damai Hari Lubis seperti dikutip dari Terkini.id -- jaringan Suara.com, Minggu (1/2/2022)

Dia mengatakan rencananya, pemohonan itu akan diajukan oleh tim pengacara ke Bareskrim Polri, Senin besok.

Load More