4. Desain/ Arsitektur Gedung Sapta Pesona
Arsitektur Gedung Sapta Pesona disebut berdesain Candi Bentar di Bali. Pembangunan Gedung Sapta Pesona terjadi secara bertahap mulai Agustus 1992, selesai pada Juni 1995. Gedung sempat mengalami perubahan desain dari desain aslinya.
Awalnya gedung ini dibangun berlantai satu, namun desainnya kemudian berubah menjadi 25 lantai. Arsitek gedung adalah Ir. Panogu Silaban, putra dari arsitek Frederich Silaban.
Konsepnya memadukan wawasan nusantara dengan teknologi tinggi, didesain berdasarkan konsep candi bentar, terdapat undakan di 6 lantai di bawah. Penerapan estetika candi Bentar ke dalam bentuk bangunan modern memang disengaja, proporsi bangunan ala candi sengaja dibentuk menggunakan kaca dan aluminium.
Masalahnya adalah keterbatasan dalam eksperimen dan kemampuan menyatukan konsep modern dengan tradisi candi maka masyarakat menjadi gagal menangkap hubungan antara konsepsi Candi Bentar dengan teknologi modern. Sehingga, sampai sekarang Gedung Sapta Pesona masih dinaggap sebagai candi institusi kapitalis sampai dianggap sebagai lingga dan Yoni.
5. Struktur Gedung Sapta Pesona
Fakta Gedung Sapta Pesona yang berkaitan dengan struktur dapat disimak di setiapgedung.web.id yang menulis pondasi gedung menggunakan tiang pancang berkedalaman 36-40 meter. Tiang tersebut ditanam di tanah lembek dan berlensa. Struktur atas gedung menggunakan gabungan tembok geser dan tembok core.
Bagian atas ditambahi dengan frame besi perimeter untuk membantu menahan gaya lateral pada gedung. Kemudian puncak gedung dibubuhi cap beam untuk menyatukan seluruh penahan gaya lateral tersebut.
Demikian itu sejumlah fakta Gedung Sapta Pesona. Semoga dapat dimengerti.
Baca Juga: 5 Kontroversi Pandji Pragiwaksono: Dari Kucing Hewan Gember, Terbaru Sebut Ada Menteri Gay
Kontributor : Mutaya Saroh
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan
-
Terungkap Penyebab Kematian Dokter PPDS di RSUD Tengku Rafian Siak