Suara.com - Ketua Satgas Percepatan Penyelesaian Sanksi WADA yang juga Ketua Umum KOI, Raja Sapta Oktohari menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh Menpora Amali. Bermodalkan kepercayaan, arahan, dan dukungan semua sumber daya yang ada, Satgas dapat berkerja cepat dan menghasilkan putusan pembebasan sanksi yang cepat pula.
"Ini sebuah kabar yang ditunggu-tunggu dan dinanti-nanti, sanksi yang awalnya satu tahun sejak 7 Oktober 2021, ternyata selesai dalam kurun waktu 3,5 bulan," ucap Okto, di Auditorium Wisma Menpora, Jum'at (4/2/2022).
"Ini berkat kepercayaan dari Menpora, terima kasih atas kepercayaannya sehingga kami dapat bekerja dan bergerak cepat, dan memperoleh hasil cepat," tambahnya.
Secara garis besar diuraikan bahwa setelah mengantongi SK Menpora No 74 tanggal 18 Oktober 2021 langsung membuka komunikasi dengan pengurus LADI baik yang baru maupun yang lama, dilanjutkan berkomunikasi dan menemui para petinggi WADA, termasuk menjalin intens dengan JADA, organisasi anti-doping Jepang yang ditugaskan WADA memberikan supervisi kepada Indonesia.
"Kami mengurai benang kusut yang ada, yakni permasalahan utama komunikasi, administrasi dan teknis," ungkap Okto.
"Dan saat bertemu dengan Dirjen WADA, ia menyampaikan apresiasi kepada Bapak Menpora atas progres keseriusan menyelesaikan masalah ini, dari situ ada titik terang dan memerintahkan Komite WADA untuk mencabut sanksi, akhirnya pada 2 Februari (waktu Kanada) sanksi dicabut," lanjutnya.
Okto mengakhiri laporan dengan mewanti-wanti bahwa untuk tidak terulang kembali peristiwa memalukan ini tidak lain kesadaran bersama untuk taat aturan tata kelola internasional.
"Sebagaimana kami sampaikan kepada Pak Menpora, sejak dapat mandat KOI bertekad tidak libur sebelum bendera Merah Putih berkibar. Kejadian ini mengingatkan kita semua bahwa tata kelola olahraga Indonesia harus sesuai tata kelola olahraga internasional. Kami terus menyelesaikan tugas untuk investigasi, mohon kerjasama semua pihak agar segera tuntas, analogi motor tidak hanya memperbaiki motor rusak tapi merakit dan membuat mobil baru formula one," tutupnya.
Baca Juga: Menpora Amali Segera Panggil PSSI, Ingin Tanya Apa Pentingnya Sandy Walsh dkk Dinaturalisasi
Berita Terkait
-
Menpora: Merah Putih Bisa Berkibar Lagi di Kejuaraan Internasional, Sanksi WADA Resmi Dicabut
-
Gugus Tugas akan Umumkan Pembebasan Sanksi WADA Besok
-
Ini Harapan Kemenpora dalam Kegiatan Youth for SDGs Summit 2022
-
Usai Temui Menpora, Bupati Tabalong Bertekad Majukan Prestasi Olahraga di Kalsel
-
Hore! Indonesia Segera Bebas Sanksi WADA, Merah Putih Bisa Berkibar Mulai Besok
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Rudal Kiamat Iran Hantam Israel Pagi Ini, Ledakan Dahsyat Guncang Yerusalem
-
Ngaku Mau Damai, Donald Trump Masih Mau Iran Ganti Rezim
-
Donald Trump Bohong, Iran: Yang Mulai Perang kan Amerika Serikat
-
Gencatan Senjata Perang AS-Iran, Donald Trump Mendadak Tunda Serangan 5 Hari
-
Pecah Kongsi? Netanyahu Sindir Donald Trump Soal AS Mau Negosiasi dengan Iran
-
Trump Klaim Iran Mau Berunding, Teheran: Bohong! AS Gemetar dengan Rudal Sejjil
-
Penumpang Ungkap Momen Mencekam Tabrakan Pesawat Air Canada, Pilot Selamatkan Banyak Nyawa
-
Kim Jong Un Terpilih Lagi Jadi Presiden Korut, Sang Adik Hilang Misterius
-
Momen Idulfitri, Prabowo Hubungi Presiden Palestina Mahmoud Abbas Bahas Solidaritas Bangsa
-
Menlu Israel Klaim 40 Negara Labeli Garda Revolusi Iran sebagai Teroris, Ada Indonesia?