Suara.com - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) mencatat adanya peningkatan jumlah Pekerja Migran Indonesia (PMI), atau yang biasa disebut tenaga kerja Indonesia (TKI), hingga 146 persen yang bekerja secara ilegal di Malaysia.
Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kemlu RI Judha Nugraha mengatakan, peningkatan tersebut terjadi dari periode tahun 2020 ke 2021.
"Kami mencatat peningkatan-peningkatan keberangkatan warga negara kita secara ilegal ke Malaysia. Dari catatan kami terjadi peningkatan 146 persen dari tahun 2020 ke tahun 2021," ujar Judha dalam Press Briefing Kemlu secara virtual, Kamis (10/2/2022).
Judha menuturkan, peningkatan TKI yang signifikan terjadi melalui wilayah Semenanjung Malaysia.
"Ada peningkatan 146 persen di wilayah semenanjung dari wilayah Sumatera dan juga Kepri menuju ke semenanjung Malaysia," ucap Judha.
Sementara itu, Konsulat RI di Tawau, Malaysia mencatat sebanyak 287 WNI tertangkap masuk secara ilegal ke Malaysia di wilayah perbatasan di Kalimantan.
"Sebanyak 278 WNI yang tertangkap mencoba masuk secara ilegal ke Malaysia. Antara periode Januari hingga Februari itu juga ada 70 orang WNI (tertangkap)," papar dia.
Judha melanjutkan bahwa peningkatan jumlah TKI ilegal merupakan fenomena gunung es. Dimana kemungkinan angkanya akan jauh lebih besar.
"Tentu keberadaan ini menjadi yang kita pertama ini adalah fenomena gunung es artinya angka sebenarnya mungkin akan jauh lebih tinggi," ucap Judha.
Lebih lanjut, Judha menyebut perlunya langka-langkah penanganan lebih lanjut untuk mencegah keberangkatan TKI secara ilegal.
Ia mengemukakan, langkah pengawasan perbatasan yang lebih tepat untuk mencegah keberangkatan secara ilegal, penegakkan hukum yang tegas terhadap pihak-pihak yang memberangkatkan termasuk kepada tekong yang memberangkatkan TKI secara ilegal.
"Di sisi lain kita juga mendorong pihak Malaysia untuk juga bisa melakukan penegakan hukum yang tegas terhadap tekong-tekong dan juga majikan yang mempekerjakan pekerja asing secara ilegal," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Hakim Sebut Kerugian Rp171,9 Triliun Kasus Minyak Asumtif, Eks Bos Pertamina Divonis 9 Tahun
-
Diduga Jadi Tempat Prostitusi Malam Hari, 'Jalur Tikus' Taman Kota Cawang Akhirnya Dilas Permanen!
-
Berupaya Kabur Saat Ditangkap, Bandar Narkoba Ko Erwin Ditembak di Kaki
-
Tampang Koko Erwin Bandar Pemasok Narkoba Eks Kapolres Bima, Kini Pincang di Kursi Roda
-
KPK Terima Hasil Audit BPK, Berapa Angka Pasti Kerugian Negara Kasus Korupsi Haji?
-
Pemprov DKI Jakarta Tambah 63 Sekolah Swasta Gratis Mulai Juli 2026, Total Ada 103
-
PDIP Larang Keras Kadernya Cari Untung dari Program MBG, Apa Alasannya?
-
Perang! Pakistan Klaim Serangannya Menewaskan 133 Tentara Afghanistan
-
Vonis 9 Tahun Eks Dirut Pertamina Patra Niaga, Kerugian Rp171 Triliun Dibantah Hakim!
-
Kasus Suspek Campak Naik Tajam Awal 2026, Kemenkes Minta Warga Waspada dan Kenali Gejalanya