Suara.com - Seorang pejabat militer senior Rusia mengatakan pada Senin bahwa pasukannya siap menembak kapal dan kapal selam asing yang secara ilegal memasuki perairannya, kantor berita Interfax melaporkan.
Namun, setiap keputusan semacam itu hanya akan dibuat oleh "level tertinggi", kata Interfax mengutip Stanislav Gadzhimagomedov, wakil kepala departemen operasional utama Angkatan Bersenjata Rusia.
Dua hari sebelumnya Moskow mengatakan sebuah kapal AL Rusia telah mengusir sebuah kapal selam Amerika Serikat di perairan Rusia di Pasifik.
AS membantah telah melakukan operasi militer di perairan teritorial Rusia.
Ketegangan di antara kedua negara semakin tinggi. Washington memperingatkan bahwa Rusia bisa menyerang Ukraina kapan saja. Moskow membantah hal itu meski lebih dari 100.000 tentaranya telah dikerahkan ke dekat perbatasan Ukraina, dan menuduh Barat bersikap histeris.
Mengutip Gadzhimagomedov, Interfax mengatakan Rusia mampu menghalau armada AS di Laut Hitam dan Laut Baltik tapi tidak memiliki cukup kapal dan rencana untuk melakukannya di timur jauh untuk saat ini.
Semua armada Rusia telah melakukan latihan militer dalam beberapa pekan terakhir di wilayah yang luas, termasuk sebagian Samudra Atlantik, Samudra Pasifik, dan Laut Tengah. (Sumber: Antara/Reuters)
Berita Terkait
-
Uni Eropa Ancam Bakal Turun Tangan Bila Rusia Benar-benar Mengganggu Ukraina
-
Tersandung Kasus Doping, Kamila Valieva Diizinkan Berlaga di Olimpiade Beijing
-
Situasi Perbatasan Ukraina Kian Memanas, Kanada Tarik Sementara Personel Militernya di Lokasi yang Dirahasiakan
-
Penyebab Konflik Rusia-Ukraina, Sejarah Panjang Perselisihan hingga Berujung Potensi Meletusnya Perang Dunia III
-
Antisipasi Ancaman Rusia, Inggris Tambah Dukungan Militer Di Ukraina
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Kelaparan Ekstrem Melanda Dunia di 2026, Gaza dan Sudan Paling Parah
-
El Nino Diprediksi Lebih Panjang, Jakarta Siapkan Modifikasi Cuaca dan Water Mist
-
Benjamin Netanyahu Sakit Kanker dan Tumor Jenis Apa? Pantes Jarang Tampil, Sering Pakai Video AI
-
Donor Darah Bareng Bank Jakarta dan PMI, Stok Darah DKI Didorong Tetap Aman
-
KPK Percepat Kasus Korupsi Haji, 2 Tersangka Swasta Segera Diperiksa
-
Respons PBB Usai Prajurit TNI Praka Rico Pramudia Gugur di Lebanon, Desak Israel Hentikan Serangan
-
UU PPRT Resmi Disahkan, Migrant Watch Peringatkan Risiko Eksploitasi Jika Tanpa Upah Minimum
-
7 RW di Kemayoran Ogah Ikut Musrenbang, Rano Karno Ungkap Biang Masalah 35 Tahun
-
31.000 Rumah Terdampak Bencana Terima Dana Stimulan Perbaikan Hunian
-
BPJS Ketenagakerjaan Gandeng NU, Bidik Perlindungan Pekerja Informal Skala Nasional