Suara.com - Arab Saudi untuk pertama kalinya merayakan hari jadi atau hari ulang tahun negara pada 22 Februari kemarin. Pemilihan tanggal ini dinilai untuk menjauhkan negara dari pengaruh Wahabi.
Pada Januari lalu pemerintah Saudi mengeluarkan dekrit yang memutuskan bahwa tanggal 22 Februari adalah hari libur nasional untuk memperingati ulang tahun negara, hari penobatan "Imam Muhammad bin Saud" yang menandai didirikannya Kerajaan Saudi.
"Merayakan hari jadi negara adalah merayakan sejarah, persatuan rakyat, keteguhan menghadapi tantangan dan menggapai cita-cita masa depan," tulis Raja Salman di Twitter pada 22 Februari kemarin.
Dalam perayaan itu pemerintah Saudi menggelar berbagai acara mulai dari pementasan musik, kembang api, pertunjukkan drone, dan lain-lain. Sebanyak 3.500 artis tampil dalam acara tersebut.
Perayaan itu memperingati hari ketika Muhammad bin Saud, pendiri negara Saudi pertama, menguasai Diriyah, sebuah kota kecil yang kini terletak di ujung barat laut Riyadh.
Berdirinya negara Saudi pertama ini tercatat pada tahun 1727, sekitar 18 tahun sebelum Bin Saud menjalin persekutuan dengan Muhammad bin Abdul Wahab, pendakwah peletak dasar doktrin Wahabi.
Dalam relasi ini, Wahabi berperan untuk memberikan legitimasi atas kekuasaan keluarga Saud, termasuk kelak atas dua kota suci Makkah dan Madinah. Sementara kerajaan menjadikan doktrin Wahabi sebagai ajaran utama dan menyediakan dana yang menyokong penyebaran ajaran tersebut ke seluruh dunia.
"Muhammad bin Abdul Wahab sedang dihapus dari sejarah Arab Saudi," kata Kristin Diwan, pengamat Timur Tengah dari Institut Negara-negara Teluk Arab di Washington, Amerika Serikat.
"Ini adalah bentuk nasionalisme baru Saudi. Mereka merayakan keluarga Al Saudi dan menepikan peran agama dalam pembentukan negara," imbuh dia.
Baca Juga: Gokil! Pertama di Dunia, Arab Saudi Buat Permainan Squid Game Nyata di Riyadh
Setelah Putra Mahkota Pangeran Mohammad bin Salman menjadi penguasa de facto Arab Saudi, menyusul penobatan ayahnya Salman sebagai Raja Arab Saudi pada 2015 lalu, pengaruh Wahabi mulai perlahan dicabut.
Polisi syariah, yang tadinya punya kekuasaan sangat besar di Arab Saudi, kini dilucuti wewenangnya. Perempuan yang tadinya dikekang kini diberi keleluasaan di ruang publik seperti boleh menyetir, menyaksikan pertandingan sepak bola bersama penonton lelaki, dan boleh bekerja.
Selain itu Arab Saudi juga sudah mengizinkan pemutaran film, konser musik, gulat WWE, serta acara hiburan lainnya.
Majelis Syura Saudi juga telah menyetujui usulan untuk mengubah bendera serta lagu kebangsaan Arab Saudi. Belum diketahui perubahan apa yang akan dilakukan pada bendera dan lagu kebangsaan tersebut.
Sebelumnya Arab Saudi merayakan Hasi Nasional pada 23 September, untuk merayakan kemenangan Al Saud atas suku-suku di kawasan Hijaz dan penaklukan atas dua kota suci, Makkah serta Madinah pada 1925. Kerajaan ini mulai menggunakan nama Arab Saudi pada 1932. [Reuters/Al Arabiya]
Berita Terkait
-
Wahabi Lingkungan: Stigma, Kuasa, dan Luka yang Tak Kunjung Pulih
-
Ungkap Motif Serangan Bom AS ke Iran, Gus Ulil Malah Diledek: Apakah Trump Wahabi Nuklir?
-
Gus Ulil Dikritik YouTuber soal "Wahabi Lingkungan": Benarkah Penolakan Tambang Hanya soal Agama?
-
Aktivis Penolak Tambang Raja Ampat Dicap Wahabi, Ferry Irwandi Skakmat Gus Ulil: Sesat Pikir!
-
Ketua PBNU Panen Kritik Usai Sebut Penolak Tambang Wahabisme: yang Nggak Sejalan Dicap Wahabi
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Jika Tim 9 Gagal, KPK Disebut Wajib Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah
-
Sungai Cileungsi Menghitam, DLH Bogor Gandeng Polda Jabar Bidik 5 Perusahaan
-
Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Kasus, Kekayaan Kasi Pidsus Bogor Capai Rp6,1 Miliar Tanpa Utang
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman
-
Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG
-
Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah
-
Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK
-
Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat
-
Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen
-
Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga