Suara.com - Rangkaian kecaman dari sejumlah pemimpin dunia mengemuka seiring dengan keputusan Rusia menginvasi Ukraina.
Dari Indonesia, Presiden Joko Widodo, merilis cuitan yang amat mungkin merujuk pada invasi Rusia ke Ukraina.
"Setop perang. Perang itu menyengsarakan umat manusia, dan membahayakan dunia."
Sejauh ini, cuitan tersebut telah dicuitkan ulang sebanyak lebih dari 1.600 kali dan disukai lebih dari 6.500 kali.
https://twitter.com/jokowi/status/1496805962274930688?s=24
Di Eropa, Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Josep Borrell, mengecam keputusan Presiden Vladimir Putin.
"ini adalah salah satu masa terkelam di Eropa sejak Perang Dunia Dua," kata Borrell.
Menurutnya, kenyataan bahwa sebuah negara besar dan bersenjata nuklir menyerang negara tetangga lalu mengancam negara lain yang mencoba menyelamatkan adalah "pelanggaran terbesar hukum internasional" dan "pelanggaran prinsip-prinsip dasar koeksistensi manusia."
Uni Eropa, lanjutnya, akan menerapkan sanksi-sanksi terberat yang pernah diterapkan.
Baca Juga: Mengapa Rusia Menginvasi Ukraina dan Apa yang Diinginkan Putin?
Baca juga:
- Mengapa Putin menginvasi Ukraina?
- Rusia invasi Ukraina, Indonesia kerahkan 'rencana kontingensi' untuk lindungi WNI
- Apa itu NATO dan mengapa Putin dan Rusia tidak mempercayainya?
Di Inggris, Perdana Menteri Boris Johnson menyatakan bahwa dirinya "terkejut oleh kejadian-kejadian mengerikan di Ukraina".
Dia menilai Presiden Vladimir Putin "telah memilih jalan pertumpahan darah dan kehancuran dengan melancarkan serangan tanpa provokasi ini".
Inggris, tegas Boris Johnson, akan merespons dengan tegas.
Sementara itu, Presiden Prancis, Emmanuel Macronyang menghabiskan berjam-jam dalam pertemuan dengan Putin dan juga berbincang dengannya beberapa kali melalui sambungan telepon, mengatakan Rusia harus menghentikan aksi militernya.
Adapun Menteri Ekonomi Jerman, Robert Habeck, menilai Eropa sedang menyaksikan perang darat "yang kami sangka hanya bisa ditemukan di buku-buku sejarah".
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, menyatakan Putin "telah memilih perang yang direncanakan sebelumnya, yang akan membawa kehilangan nyawa dan penderitaan manusia dalam skala bencana."
Dunia, kata Biden, akan menganggap Rusia bertanggung jawab.
Biden menambahkan, dirinya akan menyampaikan pidato kepada rakyat Amerika mengenai beragam konsekuensi yang akan dihadapi Rusia.
China tidak terburu-buru menyimpulkan 'invasi'
Respons awal China soal pengerahan militer Rusia ke Ukraina adalah mengkritik media Barat.
Ketika ditanya apakah yang terjadi di Ukraina saat ini adalah invasi, juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Hua Chunying, berkata "konteks sejarah rumit" dan situasi saat ini "disebabkan beragam faktor".
Pertanyaan apakah kondisi di Ukraina adalah 'invasi' disebut sebagai "tipikal metode bertanya media Barat". Kementerian Luar Negeri berkata "kami tidak akan terburu-buru pada sebuah kesimpulan".
Diplomat senior China, Wang Yi, mengatakan China memahami kekhawatiran keamanan Rusia.
China dan Rusia kini punya kemitraan strateigis yang bertujuan melawan pengaruh AS. Kemitraan ini dibuat dalam pertemuan Putin dan Presiden Xi Jinping sebelum Olimpiade Musim Dingin di Beijing.
Di Ukraina, Kedutaan Besar China mengirim pesan kepada semua warga China yang bermukim di negara tersebut.
Kedutaan China menganjurkan warganya untuk mengibarkan bendera China pada mobil dan "saling membantu" serta menunjukkan "kekuatan China".
Respons Iran dan Turki
Iran menyeru agar ada solusi politik. Namun, menteri luar negeri Iran menyalahkan NATO yang membuat provokasi sehingga terjadi krisis di Ukraina.
Secara terpisah, Ukraina meminta Turki sebagai anggota NATO untuk menutup akses bagi kapal-kapal Rusia di Selat Bosphorus dan Dardanelles.
Turki mengatakan bakal mempertimbangkan permintaan tersebut seraya mendukung integritas teritorium Ukraina.
Berita Terkait
-
Pollux Gandeng Marriott, Bidik Perluasan Pasar Perhotelan di Indonesia
-
Perusahaan Logistik Global Ungkap Nasib Pelaku Usaha RI di Pasar Internasional
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Polda DIY Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Parigi Moutong Diguncang Gempa M 6,2 Tengah Malam, BMKG Minta Warga Waspada
-
Pengibaran Bendera Bulan Bintang Picu Bentrok di Masjid Raya Baiturrahman
-
Air Laut Surut Lalu Masuk Permukiman, Warga Pasimarannu Panik Mengungsi Mandiri
-
Soroti Manuver Politik di Kasus Eks Jampidsus, Sejumlah Akademisi Minta Prabowo Turun Tangan
-
Dua Pidato di DPR Tunjukkan Arah Ekonomi Prabowo Semakin Jelas
-
Gempa NTT, Selly Gantina Minta Pemerintah Segera Tembus Daerah Berdampak
-
PTBA Kembali Hadirkan BIDIKSIBA, Buka Jalan Generasi Muda Menuju Pendidikan Tinggi
-
Spot 17-an Kekinian di Blok M: Dari Secret Gig sampai Tantangan Senyum!
-
Beras Fortifikasi Jadi Pelarian Produsen Akibat Melonjaknya Harga Gabah
-
Hendardi Singgung Manuver Hukum Eks Jampidsus, Dinilai Kelabui Publik Soal Substansi Perkara