- KSP RI, Muhammad Qodari, menjamin realisasi penciptaan 19 juta lapangan kerja melalui program strategis pemerintah.
- Program Makan Bergizi Gratis diproyeksikan menyerap sekitar 3 juta tenaga kerja langsung dan tidak langsung.
- Pemerintah juga mendorong penyerapan tenaga kerja ke luar negeri, mengubah citra TKI menjadi 'Diaspora Indonesia'.
Suara.com - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) RI, Muhammad Qodari, menjawab keresahan generasi muda terkait ketersediaan lapangan kerja di tengah fenomena bonus demografi.
Qodari menegaskan bahwa pemerintah tengah menggenjot berbagai program strategis untuk merealisasikan janji penciptaan 19 juta lapangan kerja.
Tantangan terbesar saat ini adalah memastikan proporsi jumlah tenaga kerja yang melimpah dapat terserap secara maksimal. Salah satu mesin penggerak utamanya adalah program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Qodari merinci bagaimana satu program seperti MBG dapat memberikan dampak domino terhadap penyerapan tenaga kerja.
Ia memproyeksikan akan ada sekitar 30.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau Dapur MBG di seluruh Indonesia.
"Satu SPPG itu menyerap 50 tenaga kerja. Kalau ada 30.000, berarti terbuka 1,5 juta lapangan kerja langsung. Belum lagi dari sisi suplai setiap SPPG butuh setidaknya 10 supplier (lele, ayam, sayur)," ujar Qodari dalam kanal Youtube Rhenald Kasali, Senin (5/1/2026).
"Jika satu supplier butuh 5 orang, ada tambahan 1,5 juta lagi. Jadi, dari MBG saja bisa terserap sekitar 3 juta orang jika sudah berjalan penuh," katanya menambahkan.
Selain MBG, pemerintah juga mengandalkan Koperasi Merah Putih.
Dengan jumlah mencapai 80.000 unit, koperasi ini diprediksi mampu merekrut hingga 800.000 tenaga kerja baru dengan asumsi penyerapan 10 orang per koperasi.
Baca Juga: Gaji Sopir MBG Lebih Tinggi dari Guru Honorer, JPPI: Lebih Rasional Jadi Sopir!
Tak hanya di dalam negeri, Qodari melihat peluang besar di pasar internasional, terutama di negara-negara maju seperti Jepang dan beberapa wilayah di Eropa yang mengalami fenomena aging society (penduduk menua) dan tingkat fertilitas rendah.
Qodari mengusulkan perubahan paradigma dari Pekerja Migran menjadi 'Diaspora' untuk meningkatkan rasa bangga anak bangsa saat berkarir di luar negeri.
"Kebutuhan di luar negeri itu unlimited. Saya harap tidak ada lagi sebutan TKI atau TKW, tapi Diaspora Indonesia. Mau itu white collar atau blue collar, mereka adalah diaspora. Kita bisa suplai tenaga kerja ke sana, mulai dari pengemudi hingga tenaga ahli," tuturnya.
Menanggapi tantangan mengenai kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), Qodari menjelaskan bahwa pemerintah melakukan intervensi dari hal yang paling mendasar, yakni kesehatan dan pendidikan.
Pemerintah berupaya memutus rantai stunting melalui program MBG agar anak-anak Indonesia memiliki kesiapan fisik dan kognitif.
Di sisi lain, kesenjangan kualitas pendidikan antara Jawa dan luar Jawa mulai dikikis dengan penggunaan teknologi.
Berita Terkait
-
Tanggapi Kritik Lewat Prestasi, Qodari Sebut Prabowo Sosok Sabdo Pandito Ratu
-
Refleksi Satu Tahun MBG: Dari Intervensi Gizi Menuju Transformasi Ekonomi Nasional
-
JPPI Terima Aduan Sekolah di Banten Diduga Palak SPPG Rp1.000 per Siswa Tiap Hari
-
Gaji Sopir MBG Lebih Tinggi dari Guru Honorer, JPPI: Lebih Rasional Jadi Sopir!
Terpopuler
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Usia 50 Tahun ke Atas
- Ini 4 Smartphone Paling Diburu di Awal Januari 2026
- 5 Sepatu Nike Diskon hingga 40% di Sneakers Dept, Kualitas Bagus Harga Miring
- 5 Tablet dengan SIM Card Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking Anti Ribet
- Beda dengan Inara Rusli, Wardatina Mawa Tolak Lepas Cadar Demi Uang
Pilihan
-
UMP Minim, Biaya Pendidikan Tinggi, Warga Jogja Hanya jadi Penonton Kemeriahan Pariwisata
-
Cek Fakta: Video Rapat DPRD Jabar Bahas Vasektomi Jadi Syarat Bansos, Ini Faktanya
-
Dipecat Manchester United, Begini Statistik Ruben Amorim di Old Trafford
-
Platform Kripto Indodax Jebol, Duit Nasabah Rp600 Juta Hilang Hingga OJK Bertindak
-
4 HP RAM 12 GB Paling Murah Januari 2026, Pilihan Terbaik untuk Gaming dan Multitasking
Terkini
-
Gedung Kedubes AS Diguncang Protes, Massa Buruh: Jangan Sampai Indonesia Jadi Sasaran Berikutnya
-
Peta Aceh Harus Digambar Ulang, Desa-Dusun di 7 Kabupaten Hilang Diterjang Bencana
-
Korupsi Mukena dan Sarung Bikin Negara Rugi Rp1,7 M, Pejabat-Anggota DPRD Diseret ke Meja Hijau
-
Ada Menteri Kena Tegur Prabowo di Retret Hambalang?
-
Geger Video Mesum Pasangan Misterius di Pos Polisi Tulungagung, Pelaku Diburu
-
Bupati Bekasi Ade Kuswara Ogah Bicara soal Dugaan Kasih Duit ke Kajari
-
Indonesia Dinominasikan Jadi Presiden Dewan HAM PBB, Apa Syarat Kriterianya?
-
Mendagri Dorong Percepatan Pendataan Rumah Rusak Pascabencana Sumatra
-
KPK 'Korek' Ketum Hiswana Migas di Pusaran Korupsi Digitalisasi SPBU Pertamina
-
Kejar Target Sebelum Ramadan, Satgas Galapana DPR RI Desak Sinkronisasi Data Huntara di Aceh