Suara.com - Curhatan seorang driver ojek online atau ojol yang mengeluhkan hidupnya sedang susah menjadi viral. Hal ini disebabkan karena minuman yang dikonsumsinya menuai sorotan.
Cerita driver ojol ini dibagikan oleh akun Instagram @dramaojol.id. Hingga berita ini dipublikasikan, video tersebut sedikitnya telah mendapatkan 20 ribu tanda suka.
"Zaman lagi pada susah bener sekarang," tulis akun ini sebagai keterangan Instagram seperti dikutip Suara.com, Selasa (1/3/2022).
Dalam video, driver ojol ini menunjukkan pendapatannya hari itu sebesar Rp 13.600. Ia mengeluh baru mendapatkan dua orderan hingga pukul 13.00 WIB.
"Udah jam 1 orderan masih dua, mana panas banget," curhat driver ojol.
Sang driver ojol mengungkapkan sekarang ini sangat susah untuk mencari uang. Ia sendiri sampai tidak mengerti mengapa sulit mendapatkan orderan.
"Susah banget gila nyari duit sekarang, gak tahu kenapa gue susah bener," akunya.
Saat curhat itu, ia tiba-tiba menyeruput minuman dari gelas cup plastik. Wadah minuman itu sendiri yang langsung ramai dikomentari warganet.
Bagaimana tidak, driver ojol ini asyik meminum segelas kopi Starbucks sambil merokok. Tentunya, harga minuman Starbucks yang terkenal mahal menjadi perdebatan di kolom komentar.
Baca Juga: Viral Aksi Pria Masukkan Sejumlah Lele ke Dalam Kloset, Warganet: Investasi Masa Depan
Sebagian warganet meledek driver ojol itu mengisi gelas Starbucks dengan kopi sachet. Sedangkan yang lainnya menyentil keluhan driver ojol itu karena dinilai tetap menunjukkan gaya hidup elit, meski mengakui sedang susah.
"Mungkin itu luarnya Starbucks tapi isinya kopi sacetan," sahut warganet.
"Itu mah cup doang Starbucks, isinya pop ice," celutuk warganet.
"Nyari duit susah tapi lu jajan Starbucks," komentar warganet.
"Udah jam 1 minumnya Starbucks dan rokok Malboro. Enak banget," sentil warganet.
"Nyari duit setengah mati, ngabisinnya setengah sadar," tambah yang lain.
Berita Terkait
-
Viral Aksi Pria Masukkan Sejumlah Lele ke Dalam Kloset, Warganet: Investasi Masa Depan
-
Viral Cewek Ditertawakan Kendarai Koper di Jalanan, Warganet: Tesla Nangis Lihat Ini
-
Pria Ini Ungkapkan Rasa Sayang ke Nenek, Jawaban Neneknya Bikin Warganet Terharu
-
Viral Ibu-ibu Menolak Bayar Paket COD Usai Bungkus Dibuka, Warganet: Belum Siap Mental Jangan COD
-
Viral Pria Ngamuk di Pernikahan Kekasih, Sakit Hati 7 Tahun LDR Kandas
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Eileen Wang Agen Rahasia China yang Menyelinap dan Sukses Jadi Walikota di AS, Kini Nasibnya Tragis
-
Pakar Ungkap Trik Licik Sindikat Judol Hayam Wuruk Lolos dari Blokir Pemerintah
-
Buntut Ucapan 'Cuma Perasaan Adik-adik Saja', MC LCC Empat Pilar Kalbar Akhirnya Minta Maaf
-
Eks Direktur BAIS Bongkar Rahasia Dapur Intelijen: Cuma Kasih 'Bisikan', Sisanya Hak Presiden
-
Menteri Perang AS Ngamuk ke Senat Saat Minta Rp24 Ribu T untuk Kalahkan Iran
-
50 Santriwati di Pati Diduga Jadi Korban Seksual, LPSK Siapkan Perlindungan
-
Hati-hati! Eks Intelijen BAIS Sebut RI Bisa Jadi 'Padang Kurusetra' Rebutan AS-China
-
Fantastis! Korupsi Chromebook Rugikan Negara Rp5,2 T, Jauh Melampaui Dakwaan Jaksa
-
Prabowo Minta UMKM Diprioritaskan, Cak Imin Usulkan Tambahan Anggaran Rp1 Triliun
-
Polisi Buka Peluang Tambah Tersangka Kasus Daycare Little Aresha