Suara.com - Menteri Sosial (Mensos), Tri Rismaharini melakukan kunjungan kerja ke Desa Wini, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Rabu, (2/3/2022). Ini merupakan kali kedua Risma mengunjungi Desa Wini.
Kehadiran Risma di perbatasan RI-Timor Leste tersebut untuk mempertajam berbagai rencana pemberdayaan masyarakat di kawasan tersebut, yang sudah dicanangkan pada kunjungan pertama pada Januari 2021 silam. Salah satunya adalah rencana pembangunan Community Center.
"Kami akan bangunkan community center," tutur Risma.
Community center akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas modern seperti wifi, komputer dan teknologi canggih lainnya untuk meningkatkan kualitas belajar anak-anak dan warga sekitar.
Menurut Risma, kelengkapan fasilitas di community center ini bukan hanya untuk kebutuhan jangka pendek. Dalam jangka panjang, community center disiapkan untuk meningkatkan kualitas SDM putra putri NTT.
"Nantinya community center juga bisa digunakan oleh mamah-mamah untuk jahit, menenun, dan lain-lain. Sehingga bisa mandiri. Sya sudah berkirim surat ke Badan Pengelola Nasional Perbatasan (BPNP) untuk menggunakan lahan ini," katanya.
Secara paralel, Kemensos juga tengah menyiapkan pembinaan kewirausahaan, bantuan peternakan dan pertanian bagi masyarakat sekitar.
"Kami juga akan melakukan pemberdayaan berupa bantuan peternakan seperti peternakan ayam, sapi, kambing, dan tanam sayuran. Yang sedang saya jajaki adalah pengembangan bunga matahari untuk membuat minyak," katanya.
Kata Risma, program Kemensos tersebut atas kerja sama dengan berbagai pihak. Di antaranya adalah dari Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih (YPP) SCTV, Yayasan Dana Kemanusiaan Kompas, kitabisa.com, dan PT Sido Muncul.
Baca Juga: Berkas Pembunuhan Ibu dan Anak di NTT Tiga Kali Dikembalikan Kejaksaan ke Polisi
Untuk pertanian dan peternakan, Kemensos menggandeng Institut Pertanian Bogor (IPB), dan untuk sarana fisik bekerja sama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB). Sedangkan untuk kelengkapan community center hasil kerja sama dengan PT Telkom dan untuk perpustakaan di dalamnya, bekerja sama dengan Perpustakaan Nasional RI.
Berita Terkait
-
Tak Cuma soal Bahasa Sunda, Arteria Dahlan Didemo Lagi Gegara Sebut Kajati NTT Tukang Ancam
-
Senin Dini Hari, Gempa Magnitudo 5,2 Gunjang Sabu Raijua NTT, Tak Berpotensi Tsunami
-
60 Pegawai Positif Covid-19, Kantor Kemensos Lockdown Sementara
-
Puluhan Pegawai Kemensos yang Positif Covid-19 Diisolasi di Jaktim dan Bekasi
-
Kemensos WFH Hingga Senin Depan Usai 60 Pegawai Positif Covid-19
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Indonesia Punya Potensi PLTS Besar, tapi Kenapa Baru Sedikit yang Terpakai?
-
JC Ditolak Kejagung, Kubu Sony Sonjaya Tetap Ancam Bongkar 'Dosa' Pejabat di Kasus MBG
-
Militerisasi Masuk Sektor Agraria, Konflik Lahan Naik 300 Persen pada 2025
-
Bukan Atas Nama Cinta, MUI Tegaskan Penganiaya YTR di Bandung Tak Boleh Lolos dari Hukuman Berat
-
Waduk di Dunia Diam-Diam Kehilangan Kapasitas Air: Sedimentasi Jadi Ancaman yang Sering Terabaikan
-
BEM UBK Ngaku Terima Uang, PSI Bela Gibran: Tak Mungkin Mas Wapres Main-main dengan Mahasiswa
-
Skandal Suap BEM UBK Usai Bertemu Gibran di Istana, Siapa Bermain?
-
2 Calon Manajer Kopdes Merah Putih Tewas saat Latihan Militer, Ini Penyebabnya
-
Teriak 'Kaki Saya Patah' saat Jaga Demo di DPR, Ternyata Ini Diagnosis Medis AKBP Adri Desas
-
Kritik Pedas Mobilisasi Siswa Batam Demi Program MBG: Menyesatkan dan Tak Mendidik