Suara.com - Negara Chechnya menjadi sorotan dunia lantaran turut andil dalam bagian perang antara Rusia dan Ukraina. Chechnya mengirim pasukan militernya untuk membantu Rusia menentang Ukraina bergabung dengan NATO. Lantas seperti apa profil Chechnya? Simak ulasannya berikut ini.
Presiden Chechnya, Ramzan Kadyrov secara terbuka mendukung langkah Presiden Rusia Vladimir Putin. Ramzan turut mendesak warga Ukraina menggulingkan pemerintahan yang berkuasa di negara tersebut. Tentu sikap yang diambil Chechnya ini menganggetkan dunia. Lantaran Chechnya juga termasuk ke dalam negara yang memiliki pasukan perang terkuat di dunia.
Profil Chenchnya
Chechnya merupakan sebuah pemerintahan yang berbentuk republik, terletak di barat daya Rusia atau wilayah utara pegunungan Greater Caucasus. Penduduk asli dari wilayah Chechnya, mereka berasal dari bangsa Vainakh atau sering disebut juga dengan suku Chechen-Ingush. Negara Chechnya termasuk ke dalam bagian dari Federasi Rusia.
Suku bangsa mereka sangat gigih dalam mempertahankan wilayahnya dari penaklukan bangsa-bangsa Asia. Seperti halnya invasi yang terjadi dari bangsa Mongol pada abad ke-13 dan 14. Selain itu, invasi dari kekaisaran Ottoman dan kekaisaran Safawi (Persia) yang terjadi antara abad ke-15 dan 16.
Pada abad ke-18, terjadi persaingan besar antara kekaisaran Persia dan kekaisaran Rusia. Mereka memperebutkan pengaruhnya di Kaukasus. Hal itu menbuat wilayah Chechnya termasuk ke dalam wilayah yang diperebutkan.
Setelah melakukan desakan selama puluhan tahun, pada abad ke 19 kekaisaran Rusia berhasil merebut kembali Chechnya. Sekitar lebih dari 80 persen bangsa Chechen dan Ingush yang merupakan penduduk asli dari wilayah tersebut, terpaksa meninggalkan tanah kelahirannya dan mengungsi ke Timur Tengah.
Pada saat pemerintahan Uni Soviet, Chechnya disepadankan dengan Ingushetia yang memiliki kedekatan secara etnis, dengan Grozny sebagai ibu kota gabungan dari wilayah tersebut.
Pada tahun 1991, ketika pemerintahan Uni Soviet runtuh Ingushetia memilih untuk berdiri menjadi negara republik di dalam Rusia. Sedangkan Chechnya mendeklarasikan kemerdekaannya.
Baca Juga: Bank Dunia Hentikan Semua Program di Rusia dan Belarusia Sebagai Sanksi Atas Serangan ke Ukraina
Terjadi perang antara Chechnya dan Rusia pada tahun 1994 hingga 1996. Perang terjadi lantaran Chechnya ingin mempertahankan kemerdekaannya dari Rusia. Perang itu berakhir dengan perjanjian damai yang disepakati oleh pemimpin Moskow dan Chechnya.
Pada tahun 1999 Rusia kembali menginvasi ibu kota Chechnya, Grozny untuk merebutnya kembali. Hingga tahun 2003 sebuah konstitusi baru disetujui antara kedua negara tersebut. Rusia sepakat memberi kekuasaan yang lebih besar kepada pemerintah Chechnya akan tetapi tetap mempertahankan republik di Federasi Rusia.
Dikutip dari The Atlantic, Chechnya memiliki luas sebesar 4.750 mil persegi atau 12.300 km persegi dengan populasi 1.268.989 penduduk (per 2010). Pendapatan perekonomian Chechnya adalah minyak bumi dan pengeboran (minyak) yang banyak dilakukan di lembah Sunzha River, yang terletak antara Grozny dan Gudermes.
Chechnya berbatasan dengan Stavropol Krai di bagian barat laut, republik Dagestan di timur laut dan timur. Dibagian Selatan berbatasab dengab Georgia dan republik Ingushetia dan Ossetia Utara dibagian barat. Chechnya berada di pegunungan Kaukasus Utara, Ibu kotanya ada di Grozny.
Kondisi Sosial Masyarkat
Tag
Berita Terkait
-
Bank Dunia Hentikan Semua Program di Rusia dan Belarusia Sebagai Sanksi Atas Serangan ke Ukraina
-
Roman Abramovich Jual Chelsea, Hasilnya akan Disumbangkan untuk Korban Perang Rusia-Ukraina
-
Lawan Rusia Lewat Daring, Ukraina Ciptakan Tentara TI
-
Keren! Roman Abramovich akan Jual Chelsea, Hasil Penjualannya Disumbangkan untuk Korban Perang di Ukraina
-
Konsekuensi Mahal Invasi Ke Ukraina, 498 Tentara Rusia Tewas Dan 1.597 Luka-luka
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
Terkini
-
JK di Pemakaman Rachmat Gobel: Kita Kehilangan Sosok yang Paham Masalah Bangsa
-
Hakim Ungkap Rincian Suap Rp91,77 Miliar Blueray Cargo ke Pejabat Bea Cukai
-
Tepis Isu Perang Institusi, Komjak: Rumah Jampidsus Digeledah Bukan Sinyal Konflik Jaksa dan Polri
-
Siasat Sembunyikan Aset? KPK Duga Rumah Mewah Jampidsus Febrie Adriansyah di Sentul Gunakan Nominee
-
KPK Siap Supervisi Kasus Jampidsus Febrie: Tak Ada Kata Tidak Siap!
-
Panas Lembap Kian Berbahaya akibat Perubahan Iklim, Mengapa Tubuh Semakin Sulit Beradaptasi?
-
KPK Bakal Kuliti LHKPN Jampidsus Febrie Adriansyah Buntut Rumah Mewah di Sentul
-
'Hukum Jangan Berdasar Pesanan!' Prabowo Diminta Turun Tangan Evaluasi dan Berish-bersih Kejagung
-
Prabowo Sadar Ada Maling di Program MBG, Minta Warga Lapor Lewat TikTok
-
Keranda Khas Gorontalo Iringi Pemakaman Militer Rachmat Gobel di TMP Kalibata