News / Internasional
Kamis, 03 Maret 2022 | 12:22 WIB
Ilustrasi muslim di luar negeri [shutterstock]

Suara.com - Setelah menyaksikan rekaman salah satu pertandingan Australian Football League,Siti Nurbaeti, merasa olahraga ini bukan untuknya. Tapi dia penasaran.

"Saya membayangkan olahraga ini terbilang keras, jadi saya merasa agak takut," ujar mahasiswi berusia 19 tahun kepada ABC News.

"Bolanya kok lonjong, tidak bundar. Pasti sulit nangkapnya karena mantulnya tak beraturan," katanya.

Kekhawatiran mahasiswiIAIN Salatiga itu juga dialami puluhan rekannya yang ikut dalam pelatihan AFL yang digelar oleh Ana Surjanto, pelatih perempuan terakreditasi pertama di Indonesia.

Mereka pada umumnya baru mendengar dan mengenal olahraga yang lazim disebut footy itu setelah menonton rekaman pertandingan dan ikut dalam pelatihan yang dikelola Ana di kampus IAIN Salatiga.

Menurut AFL Asia, meskipun footy hanya dimainkan dalam waktu singkat sepanjang 2021, jumlah partisipasi cukup menggembirakan di berbagai negara Asia.

Di Indonesia, bahkan terjadi peningkatan 99% partisipasi termasuk "peningkatan cukup besar dalam partisipasi perempuan di Jakarta dan Bali".

"Hal ini disebabkan perkembangan liga domestik dari Bintangs Australian Rules Football Club di Jakarta dan Geckos Aussie Rules Football Club di Bali," kata AFL Asia dalam sebuah pernyataan.

Ada beberapa klub AFL yang memiliki pertandingan dan kompetisi reguler di Indonesia, tidak hanya di Bali dan Jakarta tetapi juga di Kalimantan dan Batam.

Baca Juga: Kisah Perempuan Muslim di Semarang, Produksi Batik Khusus Jemaat Gereja se-Indonesia

Pelatih perempuan terakreditasi pertama di Indonesia

Sebagai pelatih footy, Ana mendapatkan akreditasinya setelah mengikuti ujian pelatih yang dilaksanakan oleh AFL Indonesia, dengan penguji yang datang dari Australia.

Menurut Iain Shearer dari AFL Indonesia, pelatih AFL memiliki beberapa tingkatan dan semuanya harus mendapatkan sertifikasi dari AFL.

"Semua pelatih di setiap tingkatan, dari yang tertinggi hingga yang kelas dasar, diwajibkan untuk mengikuti sertifikasi pelatih," kata Iain kepada ABC News.

"Ana mengikuti ujian level 1 dan dia merupakan perempuan Indonesia pertama yang telah mendapatkan sertifikasi," jelasnya.

"Saat itu ada sekitar 30 kandidat pelatih dan Ana satu-satunya perempuan Indonesia yang ikut serta," kata Iain.

Sejak tahun 2018, Ana telah melatih ratusan santri dan mahasiswi di Jawa Tengah, mengenalkan mereka dengan dasar-dasar permainan footy.

Load More