"Ada ketergantungan yang berbeda di negara yang berbeda, dan kita harus memperhatikan itu," katanya.
"Anda tidak bisa begitu saja menutup penggunaan minyak dan gas dalam semalam, bahkan dari Rusia."
Perdana Menteri Belanda Mark Rutte dalam konferensi pers mengatakan, memotong pasokan energi Rusia ke Eropa akan "membutuhkan waktu" dan itu adalah "kenyataan yang menyakitkan" bahwa orang Eropa masih "sangat bergantung" pada minyak dan gas Rusia.
Rusia ancam hentikan pasokan gas
Rusia sendiri tak gentar dengan acaman Eropa dan memperingatkan bahwa pihaknya dapat menghentikan aliran gas melalui pipa dari Rusia ke Jerman sebagai tanggapan atas keputusan Berlin bulan lalu untuk menghentikan pembukaan pipa Nord Stream baru yang kontroversial.
"Kami memiliki hak untuk mengambil keputusan yang sesuai dan memberlakukan embargo pada pemompaan gas melalui pipa gas Nord Stream 1," kata Wakil Perdana Menteri Rusia Alexander Novak, Senin (07/03).
Novak juga memperingatkan, harga minyak bisa naik lebih dari dua kali lipat menjadi US$300 (Rp4,2 juta) per barel jika Amerika Serikat (AS) dan sekutunya melarang impor minyak Rusia.
Para analis di Bank of America mengatakan jika mayoritas ekspor minyak dari Rusia dihentikan, akan mengurangi pasokan minyak sedikitnya 5 juta barel per harinya.
Hal ini dapat mendorong kenaikan harga minyak di pasaran. UE mencari alternatif selain Rusia Kanselir Jerman Olaf Scholz mengakui, ketergantungan ini yang menyebabkan mengapa Eropa "sengaja membebaskan" pasokan energi Rusia dari paket sanksi, yang memungkinkan kegiatan komersial di sektor energi untuk terus berlanjut.
Baca Juga: Dapatkah Rusia Mengandalkan China Setelah Kena Hantam Rangkaian Sanksi?
Scholz menambahkan, Jerman dan mitranya di Uni Eropa (UE) telah bekerja "dengan kecepatan penuh" selama berbulan-bulan untuk mengembangkan alternatif energi Rusia.
"Namun, ini tidak bisa dilakukan dalam semalam," katanya. Pekan lalu, Jerman mengatakan akan mengambil langkah-langkah untuk mendiversifikasi pasokan energinya dari Rusia, mengumumkan pesanan €1,5 miliar (Rp24 triliun) untuk gas alam cair non-Rusia, dan kemungkinan memperlambat penghentian penggunaan batu bara.
Pada pertemuan puncak yang direncanakan Kamis (10/03) mendatang di Prancis, para pemimpin UE diperkirakan akan mengumumkan "penghentian bertahap" impor minyak dan gas dari Rusia.
Komisi Eropa juga diperkirakan akan merilis rencana minggu ini untuk mengurangi ketergantungannya pada gas Rusia. AS menginginkan tindakan yang lebih cepat Untuk AS, pendekatan bertahap Eropa mungkin dianggap terlalu lambat.
Washington mendorong mitranya di Eropa untuk segera melarang impor energi Rusia. Sebagai produsen utama gas dan minyak, AS jauh lebih sedikit bergantung pada sumber-sumber energi dari Rusia dibandingkan Eropa.
Saat legislator AS membahas langkah cepat embargo minyak dari Rusia, Presiden AS Joe Biden mengadakan konferensi video pada hari Senin (07/03) dengan para pemimpin Jerman, Prancis dan Inggris.
Ketiga pemimpin Eropa hanya berjanji untuk "terus berusaha menaikkan kerugian pada Rusia untuk invasi yang tidak beralasan dan tidak dapat dibenarkan," tanpa merinci bagaimana caranya. rap/as (Reuters, dpa, AFP)
Berita Terkait
-
Berat Badan 120 Kg dan Gejala Stroke, Razman Nasution Ditempatkan di Blok E Lapas Cipinang
-
Kafe Ajaib yang Memasak Impian: Fantasi Epik yang Menyuntik Semangat Mimpi!
-
4 Sepatu Sekolah Hitam yang Awet Dipakai Setahun Penuh, Murah Anti Jebol!
-
Dirut Bulog Hadiri Pengukuhan Profesor Kehormatan Anggota VII BPK RI
-
Janji Prabowo Terbuka Terima Usulan: Jangankan Profesor, Dari Anak Desa Pun Saya Tindaklanjuti
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
- 4 Zodiak Paling Beruntung pada 27 Juni 2026, Siap-siap Jadi Magnet Uang
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
Pilihan
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
Terkini
-
Open House Sekolah Rakyat Palembang: Gus Ipul Minta Penjangkauan Siswa Dilakukan Secara Jujur
-
Berat Badan 120 Kg dan Gejala Stroke, Razman Nasution Ditempatkan di Blok E Lapas Cipinang
-
Janji Prabowo Terbuka Terima Usulan: Jangankan Profesor, Dari Anak Desa Pun Saya Tindaklanjuti
-
183 Warga Pinggir Rel Senen Direlokasi, KAI Ratakan Puluhan Bangunan Liar
-
Ditanya Bro Ron Masih Kuat atau Tidak di Lampung, Jawaban Singkat Jokowi Bikin Heran
-
Prabowo Tambah Anggaran Riset Jadi Rp4 Triliun
-
Penampakan Bangunan Hancur di Bahrain dan Kuwait Usai Dihajar Rudal Iran
-
Fakta Terkuak! Cawe-cawe George Soros di Pemilu: Keluarkan Rp1,6 T Untuk Partai Ini
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Mengapa Anak-Anak di Pesisir Menjadi Kelompok yang Paling Menanggung Dampak Krisis Iklim?