News / Internasional
Jum'at, 24 April 2026 | 20:58 WIB
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menderita kanker prostat. (ig/b.netanyahu)
Baca 10 detik
  • Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengumumkan dirinya menderita kanker prostat melalui media sosial pada Jumat, 24 April 2026.
  • Dokter berhasil mengangkat tumor kecil dari tubuh Netanyahu melalui operasi medis rutin dan menyatakan kondisinya kini telah pulih.
  • Netanyahu menunda pengumuman diagnosis tersebut untuk mencegah Iran memanfaatkan informasi kesehatannya sebagai materi propaganda melawan negara Israel.

Suara.com - Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu mengakui dirinya mengidap kanker prostat. Pengakuan itu disampaikan Netanyahu pada Jumat (24/4/2026) lewat media sosial X.

Netanyahu, yang kini berusia 76 tahun, mengatakan para dokter menemukan tumor kecil yang masih dalam fase awal saat ia melakukan pemeriksaan kesehatan rutin. Ia sebelumnya pernah menjalani operasi kelenjar prostat pada 2024 lalu.

Para dokter kemudian melakukan operasi untuk mengangkat tumor tersebut. Netanyahu mengeklaim kini kondisinya bugar dan tak ada sisa-sisa sel kanker di tubuhnya.

"Sebuah benjolan kecil kurang dari 1 cm ditemukan saat melakukan pemeriksaan medis. Saya memiliki masalah minor di prostat tapi kini sudah diatasi," jelas Netanyahu.

Lebih lanjut Netanyahu mengatakan ia sengaja meminta agar hasil pemeriksaan kesehatan itu ditunda pengumumannya, agar masalah tersebut tidak digunakan oleh Iran sebagai propaganda melawan Israel.

Sebelumnya selama konflik dengan Iran, Netanyahu diisukan telah tewas dihantam oleh rudal Iran.

Pengumuman itu juga disampaikan Netanyahu menjelang kunjungannya ke Amerika Serikat untuk membahas perundingan damai Washington dengan Teheran. Kabarnya delegasi Iran dan AS akan segera bertemu kembali di Pakistan pada akhir pekan ini.

Israel sendiri juga sedang menjalani gencatan senjata dengan Hisbullah dari Libanon. Gencatan senjata itu, yang disetujui oleh Netanyahu dan Presiden AS Donald Trump, diperpanjang tiga pekan ke depan.

Baca Juga: Iran Tegaskan Persatuan Nasional di Tengah Ketegangan dengan Amerika Serikat

Load More