Suara.com - Epidemiolog Pandu Riono mendukung pelonggaran pembatasan bagi pelaku perjalanan, tetapi harus dilakukan pengawasan secara ketat.
Pandu mengatakan virus memiliki karakter yang terus bermutasi, namun sudah semakin melemah seiring dengan tingkat vaksinasi yang meningkat.
"Ini kebijakan yang cukup realistis dan masih terus terus dievaluasi, bisa saja dikembalikan kalau memang menimbulkan masalah baru, sudah tepat waktunya, tapi tetap kita memonitoring," kata Pandu, Kamis (10/3/2022).
Pemerintah telah memberlakukan pelonggaran, di antaranya bebas karantina bagi pelaku perjalanan luar negeri, perjalanan domestik tanpa tes Covid-19, dan pencopotan tanda jaga jarak di transportasi umum. Tetapi, kata Pandu, mereka harus tetap menggunakan masker dan melaksanakan vaksinasi.
"Masker dan vaksinasi tetap, ini sudah diusulkan sejak awal bulan atau sebelum Maret, tapi pemerintah berhati-hati, jadi ada pertimbangan lain oleh pemerintah," kata dia.
Pandu memperkirakan tren kasus positif Covid-19 harian semakin menurun, namun tren kematian masih tetap tinggi karena lebih lambat dibanding penularan.
"Kematian nanti turunnya, karena kematian lebih lamban dibandingkan kasus, jadi kasus akan tetap turun dan angka hospitalisasi juga turun, di Jakarta sudah terlihat itu," tutur Pandu.
Satgas Covid-19 telah mengeluarkan empat aturan baru terkait protokol kesehatan dalam beberapa aspek selama masa transisi menuju status endemi.
Keempat aturan tersebut yaitu SE Satgas No. 11 Tahun 2022 terkait Pelaku Perjalanan Dalam Negeri, SE No. 12 terkait Protokol Kesehatan Pelaku Perjalanan Luar negeri, SE No. 13 Tahun 2022 terkait kawasan Batam, Bintan dan Bali, serta SE No. 14 Tahun 2022 terkait MotoGP Mandalika.
Baca Juga: Update Covid-19 Global: Dua Tahun Status Pandemi Ditetapkan WHO, Jumlah Kasus Telah Capai 451 Juta
Berita Terkait
-
Merasa Tervalidasi oleh Epstein Files, Jerinx SID: Kini Kebenaran Makin Menyala
-
Epstein Files Singgung Bill Gates dan 'Proyek Pandemi' Sebelum Wabah COVID-19
-
Pakar Kesehatan Soroti Bahaya Lautan Sampah Muara Baru bagi Warga Pesisir
-
Waspada Gejala Superflu di Indonesia, Benarkah Lebih Berbahaya dari COVID-19?
-
Ariana Grande Idap Salah Satu Virus Mematikan, Mendadak Batal Hadiri Acara
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
Ivar Jenner Gabung Dewa United! Sudah Terbang ke Indonesia
-
3 Emiten Lolos Pemotongan Kuota Batu Bara, Analis Prediksi Peluang Untung
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
Terkini
-
BMKG Rilis Peringatan Dini Hujan Lebat dan Angin Kencang Jabodetabek, Cek Rinciannya di Sini
-
Siswa SD yang Bunuh Diri di NTT Diduga Sempat Dimintai Uang Sekolah, Komisi X DPR: Pelanggaran Hukum
-
Warga Keluhkan TransJakarta Sering Telat, Pramono Anung Targetkan 10 Ribu Armada di 2029
-
Tragis! 5 Fakta Kasus KDRT Suami Bakar Istri di Padang Lawas Utara, Korban Disiram 1,5 Liter Bensin
-
Wali Kota Semarang Dorong UMKM Lokal Naik Kelas Lewat Produk Craft
-
6 Fakta Penemuan Ribuan Potongan Uang di Bekasi: Dari Lahan Milik Warga hingga Penelusuran BI
-
Respons Cepat Kemensos, Bantuan dan Dapur Umum Disiapkan untuk Korban Bencana di Tegal
-
Untar Hormati Keputusan Keluarga Lexi Valleno Havlenda, Tegaskan Komitmen Penyelesaian
-
Polisi Ungkap Pola Pelaku Tawuran di Jakarta: Saling Tantang di Medsos hingga Konsumsi Obat Keras
-
Fakta Baru! Siswa SMP Pelaku Molotov di Kalbar Satu Komunitas dengan Pelaku Ledakan SMAN 72 Jakarta