Suara.com - Rasa mengantuk saat bekerja atau belajar memang tidak bisa dihindari. Biasanya rasa kantuk itu akan dilawan dengan mencuci muka atau makan permen misalnya.
Namun guru yang satu ini kelewat inovatif sampai nekat mengoleskan minyak angin di bawah matanya. Harapannya rasa panas di bawah mata membuatnya lebih bisa terjaga dan tidak mengantuk selama mengajar.
Aksi guru yang kelewat inovatif ini terekam di video unggahan akun TikTok @chocolatekane. Tampak sang guru dengan atasan biru itu memejamkan mata berkali-kali.
"Di bawah mata abis dipakein freshcare biar ga ngantuk," tulis pemilik konten di videonya, seperti dikutip Suara.com pada Jumat (11/3/2022).
"Pas jelasin malah merem-merem karena udah mulai kepedesan," imbuhnya. Memang terlihat sang guru yang berkali-kali memejamkan mata tidak nyaman karena rasa panas yang dirasakan di bagian bawah matanya.
"Tanpa kreativitas dan inovasi, itu tidak akan bisa," ujar sang guru sambil terlihat terus memejamkan mata. Sontak murid-murid yang mengikuti kelasnya tak bisa menahan tawa karena aksi sang guru yang kelewat kreatif.
"Aduh pedes banget," keluh dosennya, kali ini mengusapkan tisu di bagian matanya, berharap itu bisa mengurangi rasa pedas yang dirasakan. "Jangan dicoba ya nak ya."
"Duh... pedes nak. Bapak izin cuci muka dulu ya," sambung sang guru lalu meninggalkan kelas sejenak.
Siswa-siswi yang merekam kejadian ini pun tak kuasa menahan tawa, begitu pula dengan warganet yang ikut menyaksikan kontennya.
Baca Juga: Pernah 'Iseng Menikah', Setelah 7 Tahun Dua Orang ini Malah Berakhir Jadi Pasutri Beneran
"Si bapak terlalu berinovasi," celetuk akun Instagram @ngakaksehat yang mengunggah ulang konten ini.
"Cuci muka malah nyebar pak," kata warganet.
"Gue pernah kayak gitu juga.. Pakein freshcare biar gak ngantuk alhasil ya sama kejadiannya," komentar warganet yang ternyata pernah melakukan hal serupa.
"Ya allah aku ulang-ulang tetep ngakak apa sih yang bapak pikirin," ujar warganet lain.
"Besok pake peresan jeruk nipis ya pak wkwk. Kasian bapak," seloroh warganet.
"Biasanya aku yang kek gitu,, sekarang malah guru nya," timpal yang lainnya.
Berita Terkait
-
Pernah 'Iseng Menikah', Setelah 7 Tahun Dua Orang ini Malah Berakhir Jadi Pasutri Beneran
-
Pembeli Membludak, Seorang Nenek Hampir Pingsan Saat Antre Minyak Goreng, Warganet: Miris, Mau Sampai Kapan?
-
Dua Sejoli Pamer Kemesraan Makan Bareng di Kelas, Warganet: Wisata Masa Depan
-
Bak Malaikat Maut, Nakes Habisi Anjing Peliharaan Hingga Tewas Saat Pemiliknya Karantina
-
Ketar-Ketir Teman Pendiam Dibully Geng Cowok di Kelas, Pas Dibantuin Auto Melongo: Bersiap Jadi Ras Terkuat di Bumi
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara