Suara.com - Presiden Joko Widodo atau Jokowi bersama sejumlah kepala daerah dan perwakilan dari 34 provinsi menggelar prosesi Kendi Nusantara di Titik Nol Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyerahkan tanah dari Kampung Akuarium, kampung di Jakarta Utara yang pernah digusur Gubernur Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.
Kendi Nusantara sendiri merupakan prosesi menyatukan air serta tanah yang dibawa oleh 34 kepala daerah dari 34 provinsi ke dalam satu gentong besar. Anies menjadi kepala daerah pertama yang berkesempatan untuk menyerahkan air dan tanah ke Jokowi untuk sama-sama dituangkan ke dalam gentong.
Setelah itu, satu persatu kepala daerah silih berganti untuk menyerahkan tanah dan airnya kepada Jokowi. Untuk Papua sendiri, Gubernur Papua Lukas Enembe tidak tampak hadir pada acara tersebut.
Kehadiran Provinsi Papua diwakili oleh Asisten Bidang Administrasi Umum Sekda Papua Y. Derek Hagemur.
Setelah menggelar prosesi Kendi Nusantara, Jokowi lanjut melakukan penanaman pohon. Seluruh kepala daerah juga ikut melakukannya.
Terpisah, Jokowi menyampaikan kalau proses Kendi Nusantara tersebut menjadi simbol persatuan Indonesia.
"Ini merupakan bentuk dari kebhinekaan kita dan persatuan yang kuat di antara kita dalam rangka membangun ibu kota Nusantara ini," ucap Jokowi.
Berita Terkait
-
Polemik Perpanjangan Masa Jabatan Presiden dan Penundaan Pemilu 2024, Adian Napitupulu: Kehendak Rakyat atau Bukan?
-
Tanggapi Ritual Kendi Nusantara di IKN, Arief Poyuono: Cukup Mas Anies Baswedan dan Jokowi Saja
-
Pimpin Prosesi Kendi Nusantara Di Titik Nol IKN, Jokowi: Mudah-Mudahan Barokah
-
Tanah Kerajaan Majapahit Diboyong Gubernur Jatim Khofifah ke Titik Nol IKN Nusantara: Tetap Terus Menyatu
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
-
Jeffrey Hendrik Belum Resmi jadi Pjs Direktur Utama BEI
Terkini
-
Pandji Pragiwaksono Dicecar 48 Pertanyaan Usai Diperiksa Bareskrim: Saya Ikuti Prosesnya Saja
-
Lebih Ganas dari COVID-19, Menakar Kesiapan Indonesia Hadapi Virus Nipah yang Mematikan
-
Dirut Garuda dan Perwakilan Embraer Sambangi Istana, Bahas Rencana Pembelian Pesawat?
-
Jakarta Makin Gampang Tenggelam, Sudah Waktunya Benahi Tata Ruang?
-
Noel Ngaku Dilarang Ungkap Partai K: Benernya Lidah Gue Mau Ngomongin Hari Ini
-
Prabowo Sentil Bogor Semrawut Banyak Spanduk, Wawako Jenal: 61 Baliho Sudah Kami Bongkar
-
Saksi Kasus Noel Ebenezer Ungkap Ada 4 Orang dari Kejagung Minta Duit Masing-masing Rp 1,5 Miliar
-
DJKI Perkenalkan Layanan Konsultasi Kekayaan Intelektual Melalui Video Call
-
Saksi Sidang Noel Akui Pernah Ditawari LC Oleh 'Sultan Kemnaker': Saya Tidak Tahu Sumber Duitnya
-
Singgung Kasus Pertamina, Eks Ketua MK Beberkan Persoalan Besar Penegakan Hukum