Suara.com - Dua anak kecil yang terpisah dari orang tuanya saat sedang berada di mal telah menjadi viral di media sosial.
Peristiwa tersebut diunggah oleh akun Instagram @video_medsos, Kamis (17/3/2022). Diduga orang tuanya terlalu asyik belanja hingga lupa anaknya tertinggal.
"Asyik belanja lupa bawa anaknya," tulis keterangan unggahan seperti dikutip Suara.com, Jumat (18/3/2022).
Dalam video, terlihat dua anak perempuan yang memakai baju kembar.
Diduga mereka adalah kakak beradik lantaran salah satu dari mereka postur tubunya lebih tinggi.
Mereka berada di dalam mal bersama dua orang satpam yang menggandengnya. Mereka berada di lantai tiga mal tersebut dan terlihat kebingungan selama setengah jam.
"Jangan karna keasikan belanja jadi lupa kalo bawa anak. Kasian loh ini. Kuluntang kulunting ada setengah jam-an di lantai 3," tulis keterangan unggahan.
Saat ditanya posisi terakhir orang tuanya, dua anak kecil itu langsung menunjukkan raut wajah yang sedih.
"Pas dengar "Ade tadi terakhir liat mama, papanya sebelah mana? Inget gak?" Itu langsung sedih dong," lanjut keterangan.
Tidak lama kemudian, seorang wanita yang menemukan mereka langsung mengajaknya untuk turun.
Kedua anak kecil itu digedong oleh dua satpam turun dengan menaiki eskalator untuk mencari orang tuanya.
Sontak, momen tersebut lantas menuai beragam tanggapan warganet. Warganet pun tidak habis pikir karena orang tua anak kecil itu bisa tidak sengaja meninggalkan mereka.
"Orang tua di mana otaknya ya bawa anak ke mall, seneng belanja lupa kalo bawa anak pada saat belanja. Bawaan belanja lebih penting dibawa dibanding tenteng anak," tulis warganet di kolom komentar.
"Orang ke mall belanja apaan si ya sampe segininya," komentar warganet.
"Pusat informasi kan ada, kenapa gak diumumin," ujar warganet.
"Bahaya banget anak-anak sekecil itu bisa diculik, ngeri boss jangan sembarangan kalo bawa anak jalan-jalan," imbuh yang lain.
"Ortunya pun pasti bingung nyariin anaknya di mana," timpal lainnya.
Berita Terkait
-
Bocah 5 Tahun di Kramat Jati Hanyut Terbawa Arus Kali saat Bermain, Aqila Belum Juga Ditemukan
-
Viral Rumah di Probolinggo Dipagari Warga, Pemiliknya Sulit Masuk, Penyebabnya Persoalan Utang Piutang
-
Viral Tetangga Julid di Status WA Gegara Ultah Balita Dirayakan Meriah: Ultah Bocah Kayak Ngunduh Mantu
-
Viral Acungkan Jari Tengah, Bocah Buronan Internasional Ini Akhirnya Jadi Konten Kreator
-
Akhirnya Terungkap! Inilah Nama Asli dan Asal Bocah Buronan Internasional, Makin Viral Sejak 'Kolab' Bareng Siwon
Terpopuler
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
- 4 Pilihan Smart TV 32 Inci Rp1 Jutaan, Kualitas HD dan Hemat Daya
Pilihan
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
-
Selamat Jalan 'Babeh' Romi Jahat: Ikon Rock N Roll Kotor Indonesia Tutup Usia
-
Sidang Adat Pandji Pragiwaksono di Toraja Dijaga Ketat
-
Ziarah Telepon Selular: HP Sultan Motorola Aura Sampai Nokia Bunglon
-
Ucap Sumpah di atas Alkitab, Keponakan Prabowo Sah Jabat Deputi Gubernur BI
Terkini
-
Prihatin atas Pengunduran Diri Uskup Bogor, Umat Katolik Gelar Aksi di Kedutaan Vatikan
-
Cegah Penyakit Sejak Dini, Menkes Budi Tekankan Pentingnya Cek Kesehatan Rutin untuk Pekerja
-
Bertemu Mensos, Rieke Diah Pitaloka Dorong Akurasi Data Tunggal Nasional
-
Mensos Gus Ipul: BPJS PBI Pasien Penyakit Kronis Aktif per Hari Ini
-
Silaturahmi dengan Ulama Aceh, Kasatgas Tito: Pentingnya Dukungan Spiritual bagi Korban Bencana
-
Pemerintah Salurkan Bantuan Beras dan Minyak Selama Ramadan, 35 Juta Keluarga Jadi Sasaran
-
Iuran Rp17 Triliun! Masyumi Beri Syarat Ketat ke Prabowo Soal Gabung 'Board of Peace' Donald Trump
-
Lampu Hias Semanggi Tiga Kali Raib, Pramono Bongkar Biang Keladi Lemahnya Pengawasan di Jakarta
-
Pemerintah Siapkan Stimulus Rp911 Miliar untuk Diskon Tiket Mudik Lebaran
-
Analis Sebut Pidato Berapi-api Jokowi untuk PSI Sebagai Blunder Politik