Suara.com - Puluan hingga ratusan warga di sekitar Bukit Rangkap, Mandalika, Lombok, NTB, menyaksikan secara langsung pebalap MotoGP di Sirkuit Mandalika memacu kuda besinya secara gratis, Minggu (20/3/2022). Jarak pandang yang jauh serta panas dan hujuan harus menjadi resiko.
Mereka awalnya teriak nama Mario saat pebalap Moto3 asal Indonesia, Mario Aji, melintas usai balapan sambil membawa bendera Merah Putih di Sirkuit Pertamina Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat.
Mereka juga bertepuk tangan saat pebalap asal Magetan, Jawa Timur, tersebut melambaikan tangan sembari memacu kendaraannya dengan pelan.
Kendati tidak tahu berada di urutan berapa Mario Aji saat finish karena pandangannya terhalang tribun dan pohon, namun sambutan luar biasa tetap diberikan penonton, meski hanya dari atas bukit.
Diketahui pada ajang Moto3 yang berlangsung mulai pukul 11.00 WITA, Mario Aji sempat start di posisi tiga, namun hasil akhir menempatkannya di posisi 14.
Lokasi Bukit Rangkap berada paling dekat dengan dinding sirkuit. Jaraknya tidak lebih dari 50 meter, hanya terpisahkan oleh dua jalur jalan satu arah tak jauh dari pintu masuk penonton kelas premiere.
Di bawah bukit ada beberapa warung pedagang kaki lima (PKL) yang menjual makanan dan minuman. Terdapat juga jalan selebar lima meter yang kanan kirinya digunakan untuk parkir kendaraan roda dua.
Salah satu warga mengatakan menonton di atas bukit memang memiliki sensasi sendiri, bahkan sejak berusaha mencapai punggung bukit. Ada yang menanjak lewat jalanan dengan permukaan relatif halus, sebagian lainnya harus menerobos semak belukar.
Balita, anak-anak, remaja, dewasa dan penonton lanjut usia bercampur jadi satu.
Baca Juga: Nonton Langsung, Anies: MotoGP Mandalika Sukses Harumkan Indonesia, Harus Didukung!
Mereka ada yang berdiri, duduk, bahkan menggelar tikar untuk sekadar meluruskan kakinya.
Terlihat pula seorang warga yang mendirikan tenda dom di samping tebing demi menyaksikan balap motor kelas internasional tersebut.
"Cilok..cilok..cilok...!! Air..air.. es..es..!!," suara pedagang keliling bersahutan.
Ada juga perempuan-perempuan muda yang menawarkan produk minuman kopi dalam kemasan botol.
Sejak sesi pemanasan Moto3, Moto2 hingga MotoGP, warga berbondong-bondong berdatangan. Tepat pukul 12.00 WITA, semua mata tertuju ke sirkuit. Balapan Moto3 dimulai.
Cuacanya panas menyengat, tak ada angin, dan tidak sedikit yang berlindung dengan menarik jaketnya ke atas. Ada juga yang mencari ranting pohon dengan daun lebat, lalu diletakkannya di atas kepala.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT