- BMKG merilis peringatan dini cuaca ekstrem berupa hujan lebat, petir, dan angin kencang melanda Jabodetabek pada Selasa (24/3/2026) siang.
- Fenomena cuaca ekstrem ini diperkirakan mulai terjadi sekitar pukul 11:55 WIB, diawali di wilayah Jakarta Pusat dan Utara.
- Potensi dampak cuaca ekstrem ini diprediksi berlangsung hingga pukul 14:00 WIB, meliputi perluasan ke wilayah penyangga seperti Bekasi, Depok, dan Tangerang.
Suara.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang diprediksi melanda wilayah Jabodetabek pada Selasa (24/3/2026) siang.
"Berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang," tulis Prakirawan BMKG di laman resmi mereka.
Fenomena alam tersebut diprediksi mulai muncul di sejumlah titik sejak pukul 11:55 WIB.
Berdasarkan data pantauan atmosfer, wilayah Jakarta Pusat seperti Gambir, Sawah Besar, Menteng, hingga Tanah Abang menjadi kawasan awal yang terdampak guyuran hujan.
Kondisi serupa juga terpantau di Jakarta Utara, khususnya di wilayah Penjaringan dan Pademangan yang mulai diselimuti awan mendung pekat.
Jakarta Barat tidak luput dari ancaman cuaca ini, di mana wilayah Cengkareng, Grogol Petamburan, Taman Sari, Tambora, Kalideres, hingga Palmerah masuk dalam daftar.
Sementara untuk wilayah Jakarta Selatan, titik awal hujan terkonsentrasi di kawasan Kebayoran Lama.
BMKG memprakirakan adanya potensi perluasan wilayah hujan yang akan merambah hingga ke Jakarta Timur, Bekasi, Depok, hingga Tangerang.
Kawasan Jakarta Timur mulai dari Matraman, Pulogadung, Jatinegara, hingga Cipayung diprediksi akan segera menyusul dalam pusaran cuaca basah ini.
Baca Juga: Rumah di Kembangan Terbakar Saat Ditinggal Penghuninya Berlebaran
Perluasan juga menyasar wilayah penyangga seperti Tarumajaya di Kabupaten Bekasi serta hampir seluruh kecamatan di Kota Bekasi dan Cinere di Depok.
Masyarakat di wilayah Tangerang Raya, termasuk Serpong, Ciputat, hingga Benda turut diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan seiring meluasnya pergerakan awan hujan.
"Kondisi ini diperkirakan masih dapat berlangsung hingga pukul 14:00 WIB," lanjut Prakirawan BMKG dalam keterangan resmi.
Para pengendara dan warga yang beraktivitas di luar ruangan diharapkan tetap berhati-hati terhadap potensi jarak pandang yang berkurang maupun risiko pohon tumbang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
KPK Dalami Penghasilan Maruf Cahyono di Kasus Dugaan Gratifikasi Pengadaan MPR
-
Gaya Jokowi Berbaju PSI, Mulai Blusukan Tiga Hari di Lampung
-
OTW Lampung Pakai Outfit 'Gajah', PSI Tegaskan Jokowi Tak Lagi di Partai Lama
-
Jakarta Luncurkan Website HUT ke-500, Warga Bisa Daftar Jadi Mitra Perayaan
-
Dugaan Aliran Uang ke BEM UBK Bentuk Represi Halus terhadap Mahasiswa
-
Demonstrasi Bayaran Rusak Demokrasi, Dalangnya Harus Ditindak
-
Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus
-
Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan
-
Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan