Suara.com - Roy Suryo lagi-lagi mengkritik perhelatan MotoGP 2022 di Sirkuit Mandalika. Menariknya, kritik yang disampaikan melalui kicauan akun Twitter pribadinya tersebut diketahui menggunakan Bahasa Spanyol. Ia sampai menyebut nama Marc Marquez dalam kritikannya.
Sebelumnya, Marc Marquez tampak mengunggah tweet tentang kondisi terbarunya. Roy Suryo lantas mencoba membalas cuitan tersebut melalui kutipan tweet.
Seolah berusaha agar dibaca Marc Marquez, pakar telematika ini menyampaikan kritik dengan Bahasa Spanyol.
"Mr Marquez, gracias a Dios que está de vuelta con buena salud y esperemos que la diplopía que está experimentando no continúe. Desafortunadamente ayer sin ti, MotoGP Mandalika es como hervir, humear y quemar porque el aceite de cocina está controlado por los oligarcas aquí AMBYAR," tulis Roy Suryo seperti dikutip Suara.com, Rabu (23/03/2022).
Adapun terjemahan kutipan itu membahas gelaran MotoGP yang ambyar tanpa Marc Marquez, bak sedang direbus dan dikukus. Berikut terjemahan kritikan Roy Suryo dalam bahasa Indonesia:
"Pak Marquez, alhamdulillah sehat kembali dan semoga diplopia yang Anda alami tidak berlanjut," tulis Roy Suryo dalam Bahasa Spanyol mengawali tweet.
"Sayangnya, kemarin tanpamu MotoGP Mandalika seperti direbus, dikukus, dan dibakar karena minyak gorengnya dikuasai oligarki di sini," lanjut mantan Menpora ini.
Seperti kicauan di hari-hari sebelumnya, kader Demokrat ini menuliskan kata 'Ambyar' untuk menutup tweet. Ia pun menambahkan gambar tangkapan layar beberapa cuitannya dan meme tentang Mbak Rara.
Sontak saja tweet Roy Suryo itu pun mengundang reaksi warganet. Mereka dibuat kesal dengan mantan Menpora ini yang membawa masalah politik dalam MotoGP.
Baca Juga: Para Staf Hotel di Lombok Berharap Pariwisata Tetap Bergairah Meski MotoGP Telah Usai
"Ini balapan kenapa jadi ada bawa-bawa politik masalah negara," tulis akun @mir_kacan*** dengan emoji tertawa.
"Kalau baru ngikutin MotoGP ya gini, balapan bukan hanya nontonin MM93 yang diliat ya gimana balapannya," tambahnya lagi.
"Tanpa keputusan politik, tak ada itu Sirkuit Mandalika," timpal akun @mlgstop***.
Beberapa warganet juga tampak membalas kicauan Roy Suryo dengan Bahasa Spanyol. Mereka khawatir Marc Marquez tidak mengerti kosakata 'ambyar'.
"Marquez: Apa artinya Ambyar?" celoteh akun @yn***.
"Wih keren Om Roy. Kalau ambyar Bahasa Spanyolnya apa Om?" kicau akun @akapal***.
Bahkan, ada yang mencoba menjelaskan sosok Roy Suryo kepada Marc Marquez dalam Bahasa Spanyol.
"Marquez, saya harap Anda tidak percaya orang ini karena dia adalah lawan dari pemerintah kita," tulis akun @triyo***.
"Percayalah, rakyat Indonesia sangat menikmati balapan kemarin. Saya harap Anda segera pulih," jelasnya lagi.
Terdapat pula warganet yang menanggapi tweet Roy Suryo dengan santai. Mereka membayangkan reaksi Marquez saat membaca postingan ini.
"Nyari kamus dulu om buat bacanya ya," celetuk akun @Hantuyasta***.
"Pas mau baca mata langsung berkunang-kunang," sahut akun @Rancap42993***.
Hingga berita ini dipublikasikan, unggahan tweet Roy Suryo ini telah memperoleh tanda suka lebih dari 60 akun.
Kritik Roy Suryo beberapa waktu lalu terkait gelaran MotoGP Mandalika pun turut mengundang reaksi pejabat, seperti Staf Khusus Menteri Keuangan.
Yustinus Prastowo selaku Stafsus Menkeu menjelaskan kepada Roy Suryo, triliunan APBN yang dikucurkan dapat menjadi bentuk investasi untuk kawasan Lombok dan sekitarnya. Bahkan, disebut akan menghasilkan pendapatan yang berkelanjutan di masa mendatang.
Komentar pedas juga dilontarkan oleh Ruhut Sitompul. Menanggapi kritik Roy Suryo, tokoh politik ini menggunakan peribahasa "tong kosong".
Kontributor : Hayuning Ratri Hapsari
Berita Terkait
-
Para Staf Hotel di Lombok Berharap Pariwisata Tetap Bergairah Meski MotoGP Telah Usai
-
Cerita Anggota PJR Polda NTB Saat Dibonceng Franco Morbidelli Naik Motor Dinas ke Bandara
-
Cerita Pebalap MotoGP Morbidelli Pinjam Motor Polisi buat Kejar Pesawat di Bandara, Aipda Prayitno jadi Dewa Penolong
-
Apa itu Diplopia? Kondisi yang Dialami Marc Marquez Usai Kecelakaan Fatal di Sirkuit Mandalika
-
Event Internasional Tidak hanya Citra Negara, tapi Juga Ekonomi Masyarakat
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
Pilihan
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
Terkini
-
Komisi VIII DPR RI Awasi Langsung Penyaluran PKH dan Sembako di Batam
-
Diskon Tiket KA Lebaran 2026 Masih Tersedia, KAI Daop 6 Imbau Warga Segera Pesan
-
Ketua MPR Soroti Kasus Bripda MS Aniaya Anak Hingga Tewas di Tual: Harus Jadi Pelajaran!
-
Pakar UI: Indonesia Wajib Waspada 'Akal Bulus' Israel di Balik Rekonstruksi Gaza dalam BoP
-
Rocky Gerung: Perjanjian Dagang Prabowo-Trump 'Menghina Indonesia'!
-
Anggota Brimob Aniaya Anak hingga Tewas di Tual, Menteri PPPA Turun Tangan: Sedang Koordinasi
-
Bripda MS Aniaya Anak Hingga Tewas, Yusril: Sungguh di Luar Perikemanusiaan
-
Sound Horeg dan Perang Sarung Dilarang Keras Selama Ramadan di Ponorogo, Apa Sanksinya?
-
Berbagi Piring Persaudaraan, Kala Ribuan Orang Menyemut Jadi Keluarga Masjid Jogokariyan
-
Pelajar SMA Aceh Barat Dikeroyok Oknum TNI, Praktisi Hukum Desak Pengadilan Militer