Suara.com - Anggota DPR RI Fraksi PAN Saleh Partaonan Daulay mengeluhkan kenyamanan kursi baru saat Rapat Kerja dengan Komisi IX DPR. Saleh Partaonan Daulay merasa kurang nyaman karena kursi yang baru saja diganti.
Keluhan itu disampaikan oleh Saleh Partaonan Daulay saat menanggapi Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin di rapat kerja. Berkaitan dengan rapat kerja yang membahas materi yang dibawakan oleh Kementerian Kesehatan.
Lalu siapakah sosok Saleh Partaonan Daulay?
Profil Saleh Partaonan Daulay
Saleh Partaonan Daulay merupakan seorang Anggota DPRI RI dari fraksi Partai Amanat Nasional. Ia memiliki nama lengkap dan gelar yakni Dr. H. Saleh Partaonan Daulay, M.Ag, M.Hum, M.A.
Saleh Partaonan Daulay memiliki nomor anggota 480 dengan daerah pemilihan Sumatera Utara II. Sejak kecil, Saleh Partaonan Daulay tinggal di Sumatera Utara.
Bahkan, ia menghabiskan masa sekolah dan kuliahnya di Medan, Sumatera Utara. Berikut riwayat pendidikan lengkap Saleh Partaonan Daulay.
Saleh Partaonan Daulay memiliki latar belakang sebagai politisi dan akademisi.
Riwayat Pendidikan Saleh Partaonan Daulay
Baca Juga: Menkominfo Klaim Menggebu-gebu Bahas RUU PDP, Panja di DPR Kapan Nih Jadwalkan Rapat?
- SDN 2 Sibuhuan 1981-1987
- MTsN YAPI Sibuhuan 1987-1990
- MAN I Medan 1990-1993
- USU Medan 1993-1997
- UIN Syahid Jakarta 1998-2000
- UI 2000=2002
- UIN Syahid Jakarta 2004-2009
- Colorado State University 2007-2009
Saleh Partaonan Daulay juga pernah menjabat sebagai seorang dosen di UIN Syahid dan IAIN Raden Fatah.
Saleh Partaonan Daulay memiliki riwayat organisasi yakni PP Pemuda Muhammadiyah sebagai Ketua Umum tahun 2010 hingga 2014. Setelah itu, ia pernah berada di MUI Pusat sebagai Ketua Komisi Luar Negeri tahun 2010 hingga 2015.
Selanjutnya, ia berada di ICMI Pusat sebagai Wakil Sekretaris Dewan Pakar tahun 2010 hingga 2015. Kemudian, PP Muhammadiyah sebagai Sekretaris LH dan HAM tahun 2005 hingga 2010.
Selain itu, berada di IMM sebagai Ketua Komisariat tahun 1995 hingga 1997. Ia juga bergabung di Himpunan Mahasiswa Islam sebagai Bendahara Komisariat tahun 1994 hingga 1995.
Demikian penjelasan sosok Anggota DPR Saleh Partaonan Daulay. Namanya dibahas semenjak mengeluh tentang kenyamanan kursi DPR RI.
Kontributor : Annisa Fianni Sisma
Berita Terkait
-
Anggota DPR dari PDIP Kembali Dilaporkan Kasus Ijazah Palsu, Pimpinan Komisi III Diminta Bersikap Tegas
-
Wacana Wapres Maruf Amin Vaksin Booster Sebagai Syarat Mudik Didukung Penuh DPR
-
Deretan Permintaan 'Aneh' DPR: Dulu Minta Gedung Sekarang Ngeluh Kursi
-
Menkominfo Klaim Menggebu-gebu Bahas RUU PDP, Panja di DPR Kapan Nih Jadwalkan Rapat?
-
Wakil Ketua DPR: Tidak Ada Mafia Minyak Goreng, Tapi Masalah Aturan Pengelolaan Tata Niaga
Terpopuler
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
- 4 Pilihan Smart TV 32 Inci Rp1 Jutaan, Kualitas HD dan Hemat Daya
Pilihan
-
Polisi Jamin Mahasiswi Penabrak Jambret di Jogja Bebas Pidana, Laporan Pelaku Tak Akan Diterima
-
Komisi III DPR Tolak Hukuman Mati Ayah di Pariaman yang Bunuh Pelaku Kekerasan Seksual Anaknya
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
-
Selamat Jalan 'Babeh' Romi Jahat: Ikon Rock N Roll Kotor Indonesia Tutup Usia
-
Sidang Adat Pandji Pragiwaksono di Toraja Dijaga Ketat
Terkini
-
Yaqut Cholil Qoumas Lawan KPK, Sidang Praperadilan Kasus Kuota Haji Digelar 24 Februari
-
Jeritan Hati Guru Madrasah di DPR: Gaji Rp300 Ribu, Jual Ayam Demi ke Jakarta hingga Sulit Akses P3K
-
Ahli Meringankan Roy Suryo dkk: Salinan Ijazah Jokowi Sama dengan Sampel Riset RRT
-
Lawang Sewu dan Sam Poo Kong Siap Memikat Wisatawan di Momen Libur Imlek
-
Tak Terima Jadi Tersangka Kasus Kuota Haji, Gus Yaqut Ajukan Praperadilan
-
Ijazah Jokowi Tanpa Sensor Dibongkar! Bonatua Klaim Identik dengan Dokumen Riset Roy Suryo Cs
-
GMKR Nilai Indonesia Hadapi Krisis Kedaulatan, Oligarki Disebut Rampas Hak Rakyat
-
Heroik! Mahasiswi Jogja Nekat Tabrak Penjambret, Polisi Jamin Korban Tak Dipidana
-
Geledah KPP Madya Banjarmasin dan Kantor PT BKB, KPK Amankan Dokumen Restitusi
-
Kemensos Kucurkan Bansos Senilai Rp 17,5 Triliun Jelang Lebaran 2026: 18 Juta Keluarga Jadi Sasaran