Suara.com - Kreator game Coffee Talk, Fahmi Hasni atau yang dikenal dengan nama Fahmitsu dikabarkan meninggal dunia pada Senin (28/3/2022). Siapa Fahmi Hasni sebenarnya? Berikut ini profil Fahmi Hasni Coffee Talk.
Kabar duka tersebut disampaikan oleh keluarga dan rekan kerjanya melalui Twitter. Kepergian Fahmi Hasni untuk selama-lamanya ini mejadi duka mendalam bagi industri game Indonesia. Hal itu membuat publik penasaran dengan profil Fahmi Hasni Coffee Talk.
Selain itu, terlihat dari beberapa unggahan keluarga, para penggemar, gamers Asia Tenggara, rekan kerja serta kolega turut memberikan penghormatan dan mengekspresikan simpati mereka melalui unggahan di media sosial.
Hingga saat ini masih belum diketahui apa penyebab meninggalnya Fahmi Hasni. Jenazah mendiang dimakamkan pada Senin sore kemarin. Untuk mengenang sosok Fahmitsu, berikut ini profil Fahmi Hasni dan perjalanan kariernya selama menjadi kreator video game Coffee Talk.
Profil Fahmi Hasni Coffee Talk
Pemilik nama lengkap Mohammad Fahmi Hasni adalah salah satu pengembang game Coffee Talk yang mendapatkan banyak penghargaan. Ia memulai kariernya menjadi seorang kreator video game tanah air sejak 10 tahun lalu.
Coffee Talk menjadi salah satu game yang ia ciptakan dan berhasil mencuri perhatian publik. Game ini menerima tanggapan positif dan terkenal di kalangan kalangan gamer Asia Tenggara hingga Internasional.
Fahmi lahir di Jakarta, 29 Januari 1990, ia menghembuskan nafas terakhir di usianya yang ke 32 tahun. Fahmi telah bercita-cita menjadi seorang kreator video game sejak kecil. Demi mewujudkan impiannya itu, ia mengenyam pendidikan perguruan tinggi dengan mengambil jurusan Software Engineering di Universitas Malaysia.
Baca Juga: Manfaat Positif Bermain Game, Salah Satunya Menghasilkan Uang!
Tak hanya itu, dia juga memiliki cita-cita menjadi seorang pengembang game Internasional. Setelah lulus kuliah, Fahmi mengawali kariernya menjadi pegawai magang pada bagian programer di Gameloft. Di tengah-tengah kesibukannya menjadi pegawai magang, dia juga aktif menjadi jurnalis. Hasil tulisannya ia unggah di situs web pribadi miliknya yaitu pribadi miliknya yakni fahmitsu.com.
Setelah beberapa tahun berlalu, Fahmi diangkat menjadi kepala editor di media online Tech In Asia sampai pada tahun 2017. Hingga kemudian dia dipercaya menjadi bagian marketing, public relations dan kreator video game di Toge Productions. Dari situlah Fahmi mulai fokus mengembangkan game Coffee Talk yang banyak memenangkan penghargaan Internasional.
Coffee Talk berhasil meraih D.I.C.E Awards yang diselenggarakan oleh Academy of Interactive Arts & Sciences. Permainan Coffee Talk juga masuk nominasi penghargaan Outstanding Achievement for an Independent Game sebagai game indie yang berpengaruh pada tahun 2020. Bahkan yang terbaru Coffee Talk juga berhasil memenangkan kategori Grand Jury Award dalam ajang SEA Game Awards pada tahun 2021 lalu.
Berkat kerja keras dan ide-ide yang ia kembangkan, berhasil membuat perusahaan mendapatkan keuntungan hingga miliaran rupiah. Selain Coffee Talk, Fahmitsu juga membuat beberapa game kecil lain. Perlahan Fahmi Hasni mulai membuat studio gaming sendiri di luar Toge Productions yaitu Pikselnesia.
Meskipun Pikselnesia belum lama dikembangkan, namun telah berhasil merilis game bernama What Comes After. Berbeda dengan Coffee Talk, dalam What Comes After Fahmi memberikan pesan agar para pemain mencintai dirinya sendiri. Usai berhasil merilis kedua game populer tersebut, Fahmi berencana merilis game terbaru karyanya yakni Afterlove EP pada summer 2022.
Demikian ulasan mengenai profil Fahmi Hasni Coffee Talk, seorang kreator game inspiratif asal Indonesia yang berhasil go Internasional. Semoga menambah wawasan!
Kontributor : Putri Ayu Nanda Sari
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Komisi II DPR Usul Skema Gaji Baru untuk Kepala Daerah, Ada Reward dan Punishment
-
Jangan Asal Foto! Pemkot Jogja Bongkar Masalah di Balik Plang Malioboro Portable
-
Daftar Lengkap 90 Kajari Baru Pilihan Jaksa Agung, Cek Siapa Nahkoda Baru di Daerahmu
-
Masif OTT Bupati di Berbagai Daerah, KPK Tegaskan Tak Punya Target Khusus
-
Senjakala Traffic: Selamat Datang Era GEO dan Ambisi Invisible Media 5.0
-
Merasa Tak Bersalah tapi Divonis 2 Tahun Penjara, Abdul Wahid: Penuh Rekayasa
-
Jokowi Kunjungi NTT Besok, PSI Singgung Soal Legacy Indonesia Sentris
-
Ulasan Film Her: Kisah Cinta yang Mengajak Merenungkan Hubungan Manusia dan Teknologi
-
Tekan Curat dan Curas, Puluhan Polisi Kepung Kawasan Cibinong Raya Saat Razia Stasioner
-
Gegara Kereta Cepat, Laba Bersih KAI Anjlok 73,9% Jadi Rp305,3 M di Semester I-2026