Suara.com - Wacana kenaikan BBM Pertamax menjadi perbincangan di masyarakat. Banyak yang menilai bahwa kenaikan ini terlalu terburu-buru dan tidak berdasar. Hal ini direspon oleh Stafsus Kementerian BUMN, Arya Sinulingga yang mengungkap kenaikan ini harus dilakukan agar menghindari disparitas harga BBM yang terjadi di masyarakat.
Ia juga mengungkap bahwa perubahan harga ini sesuai dengan rancangan Kementerian ESDM dalam kenaikan harga Pertamax dari Rp 9000 per liter menjadi Rp 16000 per liter. Sebelum wacana kenaikan ini mulai diberitakan, harga BBM sebelumnya sudah pernah mengalami kenaikan.
Ketahui 5 fakta kenaikan BBM yang sudah terjadi sejak pemerintahan SBY.
1. Kenaikan harga Premium awal pemerintahan SBY
Kenaikan harga BBM pun pernah terjadi ketika awal pemerintahan SBY dengan harga Rp 1820 per liter, lalu pada 1 Maret 2005 mengalami kenaikan lagi sebesar Rp 2400 per liter, disusul pada 2 Oktober 2005 terjadi kenaikan menjadi Rp 4500 per liter.
2. Penurunan harga bbm
Masuk ke tahun terakhir periode 1 pemerintahan SBY, kenaikan BBM kembali terjadi dengan kenaikan sebesar Rp 1500 per liter yang menyebabkan harga BBM menjadi Rp 6000 per liter. Namun, harga BBM tahun 2013 yang mengikuti harga minyak dunia mengalami penurunan sebanyak 2 kali yaitu menjadi Rp5.000 dan Rp 4500 per liter.
3. Kenaikan di awal pemerintahan Jokowi
Perubahan pemerintahan dari SBY dan Jokowi juga membuat harga beberapa bahan baku dan kebutuhan masyarakat meningkat, salah satunya BBM. Subsidi BBM premium yang dihapuskan ketika awal pemerintahan Jokowi membuat harga premium menjadi Rp 8500 per liter.
Baca Juga: Jual Pertamax Murah, Stafsus Erick Thohir: Pertamina Seperti Yayasan
4. Tidak turun saat pandemi melanda
Saat pandemi melanda, harga BBM tidak turun dan membuat banyak masyarakat protes. Volume penjualan BBM yang menurun akibat pemberlakuan di rumah saja dan membuat kegiatan masyarakat dibatasi menjadi alasan Pertamina untuk tidak menurunkan harga BBM. Pihak Kementerian ESDM mengaku bahwa hal ini sudah sesuai dengan keputusan Kementerian ESDM yang menetapkan harga BBM tanpa subsidi yang beredar di masyarakat.
5. Mulai naik tanggal 1 April 2022
Menuju kehidupan New Normal di tengah pandemi, baru baru ini pihak Kementerian ESDM mengungkap bahwa kenaikan BBM Pertamax menjadi R p16.000 per liter mulai 1 April 2022 dikarenakan harga barel minyak yang meninggi akibat invasi Rusia dan Ukraina. Hal ini juga diikuti dengan kenaikan bahan baku lain seperti gula dan minyak goreng.
Kontributor : Dea Nabila
Tag
Berita Terkait
-
Serba-Serbi Pertamax Naik: Penyebab sampai Dampaknya
-
Adu Tinju Azka Corbuzier Vs Vicky Prasetyo, Deddy Corbuzier: Azka Bakal Menang KO
-
Jual Pertamax Murah, Stafsus Erick Thohir: Pertamina Seperti Yayasan
-
Erick Thohir Minta Maaf Harga BBM Naik, Netizen Kritik Pedas: Pas Harga Minyak Dunia Turun, Gak Ikut Turun
-
Bakal Gabung RANS Cilegon FC, Inilah 10 Fakta Ronaldinho
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
Gubernur Jakarta Siapkan Jalur Bawah Tanah di Bundaran HI Buat Penjalan Kaki
-
Janji Pramono Anung di HUT ke-499 Jakarta: Banjir Masih Ada, Tapi Tidak Akan Separah Dulu
-
Pramono Ungkap Biang Kerok Kemacetan Jakarta, 8 Juta Orang Keluar-Masuk Setiap Hari
-
Unik! Demi Nonton Mahalini, Warga 'Nangkring' di Atas Mobil Damkar saat Perayaaan HUT Jakarta
-
Bocah Terpisah dari Ortu hingga Istri Kehilangan Suami Warnai Malam Puncak HUT DKI Jakarta
-
5 Peserta Latsarmil KDMP Tewas, Koalisi Sipil: Stop Militerisasi Ruang Sipil!
-
Kepercayaan Rakyat ke Polri Meroket, Rudianto Lallo: Modal Besar Tingkatkan Pelayanan
-
Kepercayaan Publik ke Polri Tembus 82,4 Persen, Sari Yuliati: Hasil Kerja Nyata dan Konsistensi
-
Pilih Uya Kuya Pimpin PAN Jakarta, Zulhas: Artis Itu Kreatif dan Kerjanya Produktif
-
HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno