Suara.com - Perlindungan Iklim Alami adalah upanya memperkuat keanekaragaman hayati untuk mengurangi dampak perubahan iklim. Antara lain dengan renaturasi lanskap, penanaman pohon dan penataan ruang.
Menteri Lingkungan Jerman Steffi Lemke hari Selasa (29/3) mengumumkan rencana investasi sampai hampir 4 miliar euro untuk "perlindungan iklim alami", melengkapi langkah-langkah ambisius Jerman untuk mengurangi bahan bakar fosil dan emisi karbon.
"Hanya dengan bertindak dengan cara ini kita memiliki kesempatan untuk mencapai target iklim kita, menjadi netral iklim pada tahun 2045, dan melindungi fondasi alami kehidupan untuk anak dan cucu kita," kata SteffiLemke.
"Sudah saatnya kita berhenti bekerja melawan alam, dan memanfaatkan sinergi perlindungan alam dan iklim yang ada."
Rencana aksi yang diumumkan di Berlin bertujuan untuk memperkuat keanekaragaman hayati dan berkaitan dengan pedesaan Jerman dan kota-kotanya.
Menteri Lingkungan Steffi Lemke menguraikan lima bidang kegiatan, dengan langkah-langkah konkret yang akan diumumkan sepanjang tahun.
Lima agenda iklim Steffi Lemke mengatakan, lahan basah yang utuh akan dilindungi dan lahan basah yang telah dikeringkan akan dipulihkan dengan meningkatkan level air tanah.
Sungai, danau, kolam dan dataran banjir, yang "menyediakan banyak keanekaragaman hayati," juga akan dilindungi. Selanjutnya dia mengatakan, laut Jerman harus dianggap "sebagai sumber mata pencaharian dan bagian penting dari sistem iklim kita."
Agenda perlindungan iklim alami akan memperkuat fungsi alami lautan dengan menggunakannya secara lebih berkelanjutan. Selain itu, kawasan hutan lindung juga akan diperluas dengan program perlindungan ekosistem hutan.
Baca Juga: Deklarasi Perubahan Iklim IPU ke-144 Serap Berbagai Aspirasi
Steffi Lemke mengatakan bahwa hutan yang dimiliki oleh pemerintah federal dan dianggap efektif sebagai penyerap karbon tidak akan ditebang lagi.
Sebagai bagian dari rencana "perlindungan iklim perkotaan", pemerintah mengharapkan untuk menanam sebanyak 150.000 pohon di kota-kota di seluruh Jerman.
Selain itu, taman kota akan mendapat perlindungan khusus karena perannya dalam memberikan keteduhan dan udara yang lebih sejuk dibandingkan jalanan beraspal yang padat dan alun-alun kota yang tandus.
Banyak dari langkah-langkah yang digariskan akan membutuhkan kerja sama dari 16 pemerintah negara bagian Jerman, kata Steffi Lemke. Reaksi beragam Agenda Kementerian Lingkungan disambut dengan reaksi beragam.
Ketua Asosiasi LSM Lingkungan Jerman Sascha Müller-Kraenner menerangkan: "Penyerapan karbon oleh ekosistem alami adalah pilar penting ketiga di jalan menuju netralitas iklim - di samping penghematan energi dan perluasan energi terbarukan."
Kelompok lingkungan lain seperti Greenpeace dan World Wide Fund for Nature (WWF) juga menyambut baik pengumuman tersebut. Namun kalangan petani menyatakan kurang puas.
Berita Terkait
-
Bahlil: Batas Masa Jabatan Ketum Parpol Tak Perlu Diseragamkan
-
Tanggapi Santai Usulan KPK, Bahlil: Di Golkar Jangankan 2 Periode, Satu Periode Saja Sering Ganti
-
YLBHI Desak Presiden dan Panglima TNI Hentikan Peradilan Militer yang Dinilai Tidak Adil
-
UU PPRT Disahkan, Akademisi UGM Soroti Celah Sanksi dan Kesiapan Jaminan Sosial
-
Wujudkan Hunian dan Kendaraan Impian di BRI Consumer Expo 2026
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
Pilihan
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
Terkini
-
Bahlil: Batas Masa Jabatan Ketum Parpol Tak Perlu Diseragamkan
-
Tanggapi Santai Usulan KPK, Bahlil: Di Golkar Jangankan 2 Periode, Satu Periode Saja Sering Ganti
-
YLBHI Desak Presiden dan Panglima TNI Hentikan Peradilan Militer yang Dinilai Tidak Adil
-
UU PPRT Disahkan, Akademisi UGM Soroti Celah Sanksi dan Kesiapan Jaminan Sosial
-
Tragedi PRT Lompat dari Lantai 4 Kos Benhil, Polisi Endus Dugaan Tindak Pidana
-
BNI Ingatkan Nasabah Waspadai Vishing dan Phishing, Tekankan Pentingnya Jaga Data Pribadi
-
AHY Dorong Model Penataan Kampung Mrican Sleman Jadi Percontohan Nasional
-
Benyamin Netanyahu Menderita Kanker Prostat
-
Nekat Olah Ikan Sapu-Sapu untuk Bahan Siomay, 5 Pria Diciduk Petugas Satpol PP
-
Tak Percaya Peradilan Militer, Pihak Andrie Yunus Tolak Hadiri Persidangan 29 April