Suara.com - Panitia Kerja atau Panja Vaksin Komisi IX DPR RI mencecar pemerintah terkait pengadaan vaksin halal yang sampai saat ini belum dipenuhi oleh Kementerian Kesehatan atau Kemenkes. Terlebih kekinian pemerintah juga sedang menggalakkan vaksin dosis ketiga atau booster ke masyarakat.
"Mencermati permintaan masyarakat untuk disediakan vaksin halal, saya rasa Kemenkes harus segera menyediakan vaksin halal, apalagi syarat mudik tahun ini seluruh masyarakat wajib booster," kata Anggota Panja Vaksin Komisi IX, Nur Nadlifah dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Kemenkes-Kemenkeu di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (31/3/2022).
Nadlifah mempertanyakan juga alasan pemerintah tidak memasukan vaksin yang sudah diberi fatwa halal oleh MUI sebagai vaksin booster yang disediakan.
"Sebenarnya alasannya apasih dari Kemenkes tidak memasukkan vaksin halal yang telah mendapatkan fatwa halal MUI. Kenapa tidak memasukkan vaksin halal sebagai pilihannya. Bagaimana tanggung jawab moral yang diberikan pemerintah," ungkapnya.
Ia juga merasa heran lanataran ada vaksin jelas baik secara klinis dan halal tapi tidak dimasukan dalam daftar vaksin booster.
"Menurut penelitian vaksin Zifivax bagus mengapa tidak dimasukkan dalam list, sedangkan vaksin yang barusan keluar justru dimasukkan dalam list. Ini tanggung jawab moral nya pemerintah dengan umat islam seperti apa. Kalau dulu kita bertaruh nyawa untuk memperebutkan vaksin. Sekarang situasi sudah berbeda," tuturnya.
Hal yang sama juga disampaikan oleh Anggota Panja Komisi IX dari Fraksi PAN, Saleh Daulay. Ia mempertanyakan pengadaan vaksin yang diadakan oleh pemerintah yang menurutnya tidak berdasar.
Saleh juga mencecar pihak pemerintah yang hadir dalam rapat tersebut mengenai jumlah dan jenis vaksin yang sudah di distribusikan.
"Penetapan jenis dan jumlah, pertanyaan saya apa dasarnya, misalnya ditetapkan merek ini sekian, vaksin ini sekian. Apa dasarnya, apa yang menyebabkan Kemenkes pilih itu," kata Saleh.
Saleh mengaku bingung terkait mekanisme harga dan biaya distribusi vaksin covid-19.
"Terkait struktur harga atau biaya di luar margin. Apa ada harga di dalam margin, di luar margin, atau apa ada harga sebenarnya? Ini penting supaya kita bisa lihat,” tuturnya.
Menanggapi cecaran dari panja, Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan, Lucia Rizka Andalusia menjelaskan bahwa vaksin yang sudah diberikan UEA oleh BPOM ada 10 jenis vaksin, sedangkan yang digunakan oleh pemerintah baik yang melalui hibah atau pengadaan sampai saat ini baru 7 jenis vaksin.
Sementara terkait dengan vaksin halal, Rizka mengklaim pihaknya telah berkoordinasi denga negara Uni Emirat Arab (UEA) terkait kehalalan vaksin pfizer.
Berita Terkait
-
Jadi Syarat Mudik, Wapres Maruf Amin Diprotes Massa Penolak Vaksin Covid-19 Haram
-
Kemenkes Ungkap Vaksin Merah Putih Diperkirakan Dapat Izin Penggunaan Darurat Pada Agustus Tahun Ini
-
Indonesia Akan Terima Hibah Puluhan Juta Dosis Vaksin Covid-19 Di 2022: Ada Pfizer, Moderna Hingga Sinopharm
-
Vaksin Booster Jadi Syarat Mudik, Bagaimana Bagi yang Belum? Begini Penjelasan Kemenkes
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
Pilihan
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
Terkini
-
Viral Balap Liar Tutup JLNT Antasari, Ahmad Sahroni: Penjarakan, Biar Kapok!
-
Polisi Tetapkan Dua Tersangka Kasus Penyekapan Tiga Karyawan Percetakan di Senen
-
Iphone XS Rp 34 Juta Tak Dibayar Pemenang Lelang KPK
-
Pakar UGM Nilai Pelatihan Militer untuk Manajer Koperasi Salah Arah
-
Korban Gempa Venezuela Tembus 1400 Jiwa, Infrastruktur Negara Lumpuh Total
-
KPK Minta RS Polri Segera Tuntaskan Perawatan Gus Yaqut
-
Roy Suryo: Penangkapan Saya Seperti Film G30S/PKI, Polisi Masuk Kamar dan Larang Mandi!
-
Sadis Kasus Mayat Dalam Koper di Thailand, Warga Australia Bunuh Perempuan 17 Tahun
-
DPR Minta Kasus Judi Online Rp13,9 Triliun Tak Berhenti di Operator, Bos Besar Harus Diungkap
-
Roy Suryo Telat Masuk Ruang Sidang: Tadi Saya Harus Wajib Lapor Dulu di Kejaksaan Jaksel