Namun, "pasukan elit Kadyrov itu telah dihancurkan," katanya.
Pemerintah Ukraina menyebut hal ini hanyalah salah satu dari belasan upaya untuk membunuh Zelensky, yang telah digagalkan.
"Kami memiliki jaringan intelijen dan kontra intelijen yang sangat kuat," ujar Mikhail Podolyak, penasihat presiden Ukraina.
"Mereka berhasil melacak semuanya, dan semua regu pembunuh itu telah dilikuidasi," tambahnya.
Presiden Zelensky saat ini berkomunikasi dengan keluarganya yang berada di bagian utara negara itu hanya melalui telepon.
"Seperti setiap perempuan di Ukraina, sekarang saya mengkhawatirkan suami saya," tulis Olena kepada media ABC Amerika.
"Setiap pagi sebelum meneleponnya, saya berdoa agar semuanya berjalan lancar. Saya juga tahu seberapa kuat dan tabah dia. Dia mampu menghadapi apa pun," ujar Olena.
Pasangan Volodymyr Zelensky dan Olena Zelenska tidak pernah mengharapkan kehidupan seperti yang mereka alami saat ini.
Mereka juga sebenarnya tak pernah diharapkan untuk memasuki dunia politik, apalagi memimpin sebuah negara melalui perang dan menghindari regu pembunuh.
Baca Juga: Desak Belanda Setop Perdagangan dengan Rusia, Presiden Ukraina Juga Minta Tambahan Senjata
Cinta yang tumbuh dalam komedi
Pengalamannya sebagai sosok presiden di acara televisi, sekarang menjadi bagian dari hal yang disukai tentang pemimpin Ukraina. Komedi telah menyatukan dia dan istrinya.
Meskipun keduanya tumbuh besar di pusat kota Ukraina, Kryvyi Rih, dan bersekolah di sekolah menengah yang sama, Presiden Zelensky baru bertemu dengan Olena saat kuliah.
Olena mengambil jurusan arsitektur ketika bertemu dengan seorang mahasiswa fakultas hukum yang karismatik dan bercita-cita menjadi pelawak.
Presiden Zelensky kemudian meminta Olena untuk bergabung sebagai penulis dalam rombongan komedinya, Kvartal 95 (nama distrik tempat tinggal mereka), dan sejak itu mereka mulai berpacaran.
Mereka membangun kehidupan bersama, menikah pada 2003 dan dikaruniai dua anak, sambil bekerja berdampingan di berbagai sketsa dan acara TV, termasuk komedi politik berjudul 'Servant of the People'.
Presiden Zelensky mengagumi kepercayaan dan menghargai ketenangan istrinya, termasuk dukungannya. Sementara Olena sering secara terbuka memuji tekad dan kekuatan suaminya.
Berita Terkait
-
Eksklusif! PowerPoint yang Dibuang Trump Sebabkan Tentara AS Mati
-
Rusia Ancam Inggris dan Sekutunya Atas Keterlibatan dengan Perang Ukraina: Kami Akan Membunuh Mereka
-
Serangan Drone Rusia Hantam Kampung Halaman Zelenskiy Usai Negosiasi Damai
-
Gedung Putih Klaim Kesepakatan dengan Rusia dan Ukraina, Zelensky: Moskow Berbohong!
-
AS Tawarkan Perjanjian Mineral Baru ke Ukraina: Trump Ingin 'Lindungi' Pembangkit Nuklir?
Terpopuler
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- 5 Parfum Indomaret dengan Wangi Segar Tahan Lama, Cocok Dipakai saat Cuaca Panas
- 12 Promo Makanan Hari Kartini 2026, Diskon Melimpah untuk Rayakan Momen Spesial
Pilihan
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
-
Garap Kasus Haji, KPK Panggil Ustaz Khalid Basalamah Hari Ini
-
Merantau ke Kota Kecil, Danu Tetap Sulit Cari Kerja: Sampai Melamar Pawang Satwa
Terkini
-
Heboh Usulan Purbaya Pungut Tarif di Selat Malaka, Malaysia Singgung 'Titipan' AS
-
Tragis! Bayi Kembar Jadi Korban Kekejaman Pemukim Israel di Tepi Barat Palestina
-
PKB: Usul KPK Soal Capres-Cawapres Wajib Kader Partai 'Pikiran Menarik'
-
Mengenal Amal Khalil, Jurnalis Pemberani yang Dibunuh Israel di Lebanon
-
Pungli Berjamaah di Dinas ESDM Jatim: 19 Pegawai Kembalikan Duit 'Panas' Rp707 Juta ke Jaksa
-
Pria Yahudi Ditangkap karena Pakai Kippah Bergambar Bendera Israel dan Palestina
-
Berlabel Pupuk! Polisi Sita 1,9 Ton Sianida Asal Filipina dari Kapal yang Kandas di Gorontalo
-
Tentara Khusus AS Ditangkap Usai Skandal Tahuran Rp 6,9 Miliar dalam Penangkapan Presiden Maduro
-
Italia Respon Usulan Gantikan Iran di Piala Dunia 2026
-
Kenapa Indonesia Tidak Bisa Pungut Tarif di Selat Malaka, Akal-akalan Malaysia atau Tabrak Hukum?