Suara.com - Sebanyak 11 orang luka berat dan ringan dalam kecelakaan di perusahaan tambang Halmahera Tengah. Mereka dirawat di klinik.
Kecelakaan kerja terjadi pada Sabtu (2/4/) sekitar pukul 07.00 WIT di areal perusahaan PT IWIP tepatnya di KM 0 persimpangan antara smelter L dan smelter K mengakibatkan 11 orang luka ringan dan berat.
Kepolisian Resor (Polres) Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng), Maluku Utara (Malut) menyatakan untuk lima orang korban luka berat sudah dirujuk RSUD Chasan Boesoerie Ternate untuk penanganan medis.
"Dari korban 11 orang alami luka-luka itu, enam orang di antaranya mengalami luka ringan dan masih dirawat di klinik milik PT IWIP, sedangkan lima korban mengalami luka berat," kata Kasat Reskrim Polres Halteng Iptu Taufik Saimima dihubungi dari Ternate, Minggu.
Adapun korban dalam kecelakaan tersebut merupakan tenaga kerja asing (TKA) asal China berjumlah 7 orang yaitu Jia Wei Jiang, Song Qing, Ma Yong Kang, Liu Bau Qun, Jin Chao, Wu Jin Jieo dan Li Guo Lih.
Sedangkan, korban warga negara Indonesia (WNI) atau tenaga kerja lokal berjumlah empat orang yaitu La Ode Ridwan, M Yusup, La Ode Usman dan Sulfani Alfaeni.
"Kita terus komunikasi dengan manajemen PT IWIP dan sejauh ini belum ada informasi korban meninggal dunia dan masih penanganan medis," ujarnya.
Olehnya itu, dirinya telah instruksikan kepada penyidik untuk mendalami kecelakaan itu, dengan memintai keterangan kepada saksi saksi di lapangan, termasuk saksi enam orang luka ringan tersebut.
Kronologis kecelakaan kerja itu berawal dari satu unit mobil truk DT Jenis Shacman berwarna merah dengan nomor lambung 493 bermuatan Or yang dikendarai oleh Sulfani Alfaeni hilang kendali.
Baca Juga: Seorang Anak Usia Lima Tahun dan Ayahnya Meninggal Dunia akibat Tabrakan di KM 15 Peniti Sekadau
Akibatnya, mobil truk DT nomor lambung 493 dari arah utara ke selatan setibanya di persimpangan antara smelter K dan smelter L kondisi jalan yang sedikit menurun dengan kecepatan tinggi, mengakibatkan mobil yang dikendarai Sulfani Alfaeni tersebut mengalami rem blong.
Sehingga sopir tidak dapat mengendalikan mobil dan menabrak dua unit mobil DT lainnya dengan nomor lambung 386, 483 dan satu unit mobil Dutro nomor lambung 24 yang bermuatan penumpang. (Antara)
Berita Terkait
-
Tragedi Bus ALS vs Truk Tangki di Sumsel: 16 Jenazah Tiba di RS Bhayangkara, Mayoritas Luka Bakar!
-
Kabar Terkini Insiden Stasiun Bekasi Timur: 17 Penumpang Dirawat, KAI Siaga Layanan Trauma Healing
-
Jadi Tersangka, Pengemudi Pajero Sport Penabrak Pedagang Buah di Kalimalang Tak Ditahan
-
Pengendara Motor Tewas di Koridor 9 Slipi, Manajemen Transjakarta Pastikan Kecelakaan Tunggal
-
Mengapa Kecelakaan Kereta Masih Terjadi di Era Modern? Ini Alasan di Balik Tragedinya
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
-
Anak-anak Kena ISPA hingga Pneumonia, Warga Terdampak RDF Rorotan Siapkan Gugatan Class Action
-
Kriminolog Soroti Penangkapan 8 Teroris Poso: Sel Radikal Masih Aktif Beregenerasi
-
Endus Bau Amis Korupsi RDF Rorotan, Massa Geruduk Gedung DPRD DKI: Pansus Jangan Mati Suri!
-
Teruskan Perjuangan Kakak, Menkes Beri Beasiswa Pendidikan Dokter untuk Adik Mendiang Myta Aprilia
-
UHN dan CISDI Gandeng Harvard Medical School, Bangun Pusat Riset Kesehatan Primer di RI
-
Hanya Modal Gunting, Pemuda di Kalideres Gasak Honda Scoopy di Halaman Rumah
-
Eks Kasat Narkoba Polres Bima Digelandang ke Bareskrim, Terseret TPPU Koko Erwin
-
Sepakat Saling Memaafkan, Aksi Saling Lapor Waketum PSI Berujung Damai
-
Wamendagri Ribka Haluk Tekankan Penguatan Peran MRP dalam Penyusunan RPP Perubahan Kedua PP 54/2004