Suara.com - Baru-baru ini media sosial dibuat geger dengan rekaman CCTV sebuah pertokoan. Pasalnya tampak ibu-ibu yang diduga melakukan aksi kecurangan dan kini menjadi buah bibir warganet.
Salah satu yang mengunggah video tersebut adalah akun Instagram @terangmedia. Akun tersebut mengunggah video singkat yang direkam dari kamera pengawas sebuah toko.
Terlihat beberapa wanita yang sedang bertransaksi di toko tersebut. Hingga seorang ibu berpakaian merah masuk sambil menenteng plastik belanjaannya.
Sepertinya belanjaannya sudah selesai dihitung sehingga ia terlihat menerima sejumlah uang kembalian dari pria penjaga kios. Tampak di video tersebut sang ibu yang langsung memasukkan uangnya ke dalam pakaiannya.
"Tuh liat tuh, masukin!" seru seorang pria yang menonton video CCTV itu, dikutip Suara.com pada Minggu (3/4/2022). Kemungkinan mereka adalah pengelola toko yang merasa ada kejanggalan dari sang pembeli.
Yang tak disangka, ibu-ibu itu ternyata kembali merapat ke penjual barang dan bersikap seolah belum menerima kembalian. Mungkin ia beranggapan tidak ada yang memperhatikan, namun aksinya terekam dengan jelas di kamera CCTV toko.
Lantaran penjaga toko juga tidak terlalu mengawasi pembelinya, alhasil ia kembali memberikan uang kembalian kepada ibu-ibu tersebut.
"Seorang emak-emak terekam kamera CCTV saat berbuat curang, yaitu menyembunyikan uang kembalian dari penjual di dalam pakaiannya dan mengaku belum diberi uang kembalian," tulis @terangmedia di kolom caption.
"Kejadian hari ini, Minggu (03/04/2022) di Pasar Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat," sambungnya.
Aksi ibu-ibu itu seketika menjadi sorotan warganet. Dipantau dari kolom komentar unggahan akun @terangmedia, terlihat beberapa warganet yang menyayangkan aksi curang emak-emak tersebut.
"Yah ibu..... Kasihan diri sendiri bu... Berat nanti diakhirat...," komentar warganet.
"Lumayan ya bu... belinya jadi gratis...," sindir warganet lain.
"Astaga kacau emak-emak," ujar warganet.
"Bisa aja lupa min, nanti malah suudzon apalagi bulan puasa," timpal yang lainnya, mencoba membela ibu-ibu tersebut.
Untuk video selengkapnya dapat disaksikan di sini.
Berita Terkait
-
Muncul Lagi Video Salat Tarawih Super Cepat, Ustadz Abdul Somad dan Buya Yahya Sepakat Tak Sah dan Haram Diikuti
-
Viral Nenek-nenek Masih Sempat Nego Saat Minta Uang ke Pengemudi Mobil, Warganet Malah Curigai Hal Ini
-
Didominasi Emak-emak, Relawan Sahabat RK Dukung Ridwan Kamil Jadi Calon Presiden
-
Miris! Remaja Tewas Tertabrak Gara-gara Nekat Hadang Truk demi Konten Media Sosial
-
Demi Dapur Ngebul, Viral Penyanyi Atraksi sampai Jungkir Balik di Panggung, Publik: Ngeri Ginjal Pindah ke Ubun-ubun
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
60 Ton Sampah Menggunung, Pemprov DKI Janji Pasar Induk Kramat Jati Bersih dalam 5 Hari
-
Sinyal Bahaya Demokrasi, Lakso Anindito Sebut KUHP Baru Berpotensi Hidupkan Rezim Otoritarian Orba
-
KPK Sempat Terbelah dan Ragu Jadikan Yaqut Tersangka Korupsi Haji?
-
Lakso Anindito Prediksi Gelombang Praperadilan Koruptor Akibat KUHP Baru
-
Rumah Yaqut 'Dikepung' Aparat, Tamu Diperiksa Ketat Usai Jadi Tersangka Korupsi Haji
-
BNI Hadirkan agen46 hingga Pelosok Kota Bima, Perluas Inklusi Keuangan
-
Indonesia Terpilih jadi Presiden Dewan HAM PBB, Amnesty International Indonesia: Kebanggaan Semu!
-
KPK Bongkar Alasan Jerat Eks Menag Yaqut: 'Permainan' Kuota Haji Tambahan Jadi Pemicu
-
Sinyal Keras KPK, Eks Menag Yaqut Secepatnya Ditahan di Kasus Korupsi Haji
-
Tanggapi Soal Pilkada Langsung dan Tidak Langsung, Menko Yusril: Keduanya Konstitusional